Berawal dari Instagram, Kerajinan Rotan Majalengka Milik Hamdi Fauzi Tembus Pasar Ekspor Empat Negara

Kerajinan rotan Majalengka milik Hamdi Fauzi Rohman sukses tembus pasar ekspor empat negara. Simak perjalanan Takara Living berawal dari Instagram.

MAJALENGKA – Berawal dari promosi sederhana melalui Instagram pada 2019, CV Takara Living Indonesia kini berhasil membawa kerajinan rotan asal Kabupaten Majalengka menembus pasar internasional. Usaha milik Hamdi Fauzi Rohman tersebut telah menjangkau empat negara, yakni Amerika Serikat, Belanda, Denmark, dan Selandia Baru.

Perjalanan Takara Living menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah dapat mengembangkan bisnis hingga ke pasar global melalui pemasaran digital, konsistensi produk, serta peningkatan kemampuan ekspor.

Kisah perjalanan usaha Hamdi dibagikan dalam mini talk show bertajuk Di Balik Kisah Sukses Eksportir Binaan PPEJP pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, Sabtu (17/10), di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Hamdi menjadi salah satu dari dua narasumber yang berbagi pengalaman mengenai proses merintis bisnis, mengembangkan pemasaran, hingga memperluas jangkauan produk ke pasar internasional.

Berawal dari Instagram, Kini Menjangkau Empat Negara

Hamdi mulai merintis usaha kerajinan rotan pada 2019 dengan memanfaatkan Instagram sebagai sarana memperkenalkan produknya kepada calon konsumen. Di tengah persaingan bisnis, media sosial menjadi pintu awal bagi Takara Living untuk membangun jaringan pembeli tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran konvensional.

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil pada 14 Februari 2019. Saat itu, Takara Living mendapatkan pembeli pertama yang berasal dari Korea Selatan dan sedang berlibur di Bali.

Transaksi perdana tersebut menjadi pengalaman penting bagi Hamdi dalam mengembangkan bisnisnya. Dari langkah awal itu, Takara Living terus membangun usaha hingga mampu memperluas jangkauan pemasaran dan menembus pasar ekspor di empat negara.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan platform digital dapat membuka peluang bagi produk kerajinan lokal untuk dikenal oleh konsumen dari berbagai negara. Namun, pemasaran digital juga perlu diimbangi dengan kesiapan usaha dalam memenuhi kebutuhan dan standar pembeli internasional.

Bagi Takara Living, perjalanan menuju pasar ekspor tidak berhenti pada keberhasilan mendapatkan pelanggan pertama. Pengembangan kapasitas usaha dan pemahaman mengenai perdagangan internasional turut menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah bisnis.

Ikuti Program Pendampingan Ekspor dari Kemendag

Dalam mengembangkan usahanya, Takara Living menjadi peserta Export Coaching Program (ECP) 2026 dari Jawa Barat. Program tersebut diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Kementerian Perdagangan.

Melalui program pendampingan ini, pelaku usaha mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan dalam menjalankan kegiatan ekspor. Materi yang diberikan mencakup pemahaman prosedur ekspor, pengembangan pasar, serta pemanfaatan perangkat pemasaran atau marketing tools.

Hamdi mengaku, keikutsertaannya dalam ECP memberikan manfaat besar bagi pengembangan bisnis kerajinan rotan yang dikelolanya.

“Program ECP sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha kerajinan rotan, khususnya di bidang ekspor. Melalui program ini, peserta dibekali pengetahuan secara detail tentang ekspor dan marketing tools yang sebelumnya belum pernah dipelajari,” ujar Hamdi.

Selain pelatihan, ECP juga mencakup pengembangan pasar dan pertemuan bisnis dengan calon pembeli potensial. Pendampingan tersebut diharapkan membantu peserta memahami peluang pasar sekaligus menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah sesuai karakteristik negara tujuan.

Bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas usaha ke luar negeri, pengetahuan mengenai prosedur ekspor menjadi salah satu bekal penting. Persiapan yang matang dapat membantu pengusaha memahami tahapan perdagangan internasional dan membangun komunikasi bisnis dengan calon mitra dari negara lain.

Konsistensi Produk Jadi Kunci Mengembangkan Bisnis Ekspor

Meski peluang pasar internasional terbuka lebar, Hamdi menilai keberhasilan membangun bisnis ekspor membutuhkan proses dan komitmen jangka panjang. Pelaku usaha perlu menjaga konsistensi kualitas produk, tekun menjalankan usaha, serta tetap fokus pada bidang yang dikembangkan.

Menurutnya, pengusaha pemula sebaiknya tidak mudah berganti arah ketika menghadapi tantangan dalam merintis bisnis. Konsistensi dalam mengembangkan produk menjadi salah satu hal yang perlu dijaga agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Untuk para pemula yang ingin terjun di bidang ekspor, khususnya, harus konsisten pada produk yang dijual dan tetap fokus,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pelajaran bagi pelaku UMKM yang ingin mengikuti jejak Takara Living. Selain memanfaatkan pemasaran digital, pengusaha juga perlu terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat pengetahuan bisnis, serta mempelajari kebutuhan calon konsumen di pasar tujuan.

Kerajinan Rotan Majalengka Berpeluang Menjangkau Pasar Global

Keikutsertaan Takara Living dalam TEI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kerajinan rotan Majalengka kepada jaringan perdagangan yang lebih luas. Ajang tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk bertemu dengan calon pembeli dan membangun hubungan bisnis lintas negara.

Trade Expo Indonesia ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City dengan mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing. Pameran berorientasi business-to-business (B2B) ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli internasional.

Kisah Takara Living menunjukkan bahwa produk daerah memiliki peluang untuk bersaing di pasar global. Dengan memanfaatkan teknologi digital, mengikuti program peningkatan kapasitas ekspor, dan menjaga konsistensi kualitas, UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha.

Keberhasilan Hamdi Fauzi Rohman membawa kerajinan rotan Majalengka menembus pasar ekspor empat negara menjadi gambaran bahwa langkah menuju perdagangan internasional dapat dimulai dari upaya sederhana. Kuncinya adalah terus belajar, menjaga kualitas produk, dan konsisten mengembangkan usaha. (bae)