
CIREBON – Asep Syaefurrachman, perwakilan Kota Cirebon, mengikuti Seleksi ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 kategori Best Employee. Dalam kompetisi tersebut, ia mengandalkan sejumlah inovasi di bidang pendidikan yang berfokus pada penguatan karakter, pengembangan kreativitas siswa, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Perjalanan Asep dalam seleksi tingkat provinsi kini memasuki tahap penting. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat melakukan visitasi lapangan ke SMP Negeri 1 Kota Cirebon untuk memverifikasi dan memvalidasi inovasi serta karya inspirasi yang telah diajukan.
Visitasi ini menjadi tahapan ketiga dalam rangkaian Seleksi ASN Berprestasi 2026. Tim penilai turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa inovasi yang tercantum dalam portofolio tidak sekadar menjadi konsep atau dokumen administratif, tetapi benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan.
Melalui kunjungan tersebut, tim penilai juga berkesempatan mendengar pengalaman langsung dari pihak-pihak yang merasakan manfaat inovasi Asep. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada pemaparan kandidat, tetapi juga mempertimbangkan penerapan program dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.
Visitasi Jadi Penentu Validasi Inovasi ASN
Penanggung jawab (PIC) Seleksi ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026, Muhammad Rizal Firdaus, menjelaskan bahwa visitasi lapangan memiliki peran penting dalam memastikan kesesuaian antara dokumen portofolio, hasil wawancara, presentasi, dan kondisi nyata di lapangan.
Menurut Rizal, tahapan ini menjadi kesempatan bagi tim penilai untuk memeriksa kembali kebenaran inovasi maupun karya inspirasi yang disampaikan para kandidat pada tahap sebelumnya.
“Pada tahap ketiga ini, tim penilai memverifikasi ulang kebenaran inovasi maupun karya inspirasi yang diajukan kandidat. Kami ingin memastikan bahwa apa yang disampaikan pada tahap pertama dan kedua memang benar-benar dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap program yang diajukan. Penilai juga mengumpulkan masukan melalui wawancara langsung dan pengisian kuesioner kepada penerima manfaat.
Mekanisme tersebut memungkinkan penerima manfaat menyampaikan pengalaman, penilaian, hingga evaluasi secara terbuka. Bahkan, mereka dapat mengungkapkan hal-hal yang mungkin sulit disampaikan ketika kandidat berada di hadapan mereka.
Pendekatan ini diharapkan menghasilkan penilaian yang lebih objektif karena tim memperoleh gambaran mengenai implementasi inovasi dari berbagai sudut pandang.
Rizal menyebutkan, sebanyak 24 kandidat dari berbagai instansi pemerintah tingkat provinsi serta kabupaten/kota di Jawa Barat berhasil melaju ke tahap visitasi lapangan pada seleksi tahun ini.
Seleksi ASN Berprestasi 2026 terbagi dalam empat kategori. Kategori tersebut meliputi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon II, Jabatan Administrator atau eselon III, Jabatan Pengawas atau eselon IV, serta Best Employee yang diperuntukkan bagi ASN pada jabatan pelaksana maupun jabatan fungsional.
Asep Syaefurrachman Wakili Kota Cirebon
Asep Syaefurrachman menjadi salah satu kandidat kategori Best Employee yang mewakili Kota Cirebon dalam ajang tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut.
Sebelum melangkah ke tingkat provinsi, Asep terlebih dahulu mengikuti seleksi internal di Kota Cirebon. Ia mengaku mengetahui kesempatan tersebut melalui informasi seleksi yang disampaikan lewat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon.
Setelah memperoleh kesempatan untuk mendaftar, Asep menyiapkan portofolio yang memuat inovasi dan karya inspirasi yang dikembangkannya. Ia kemudian mengikuti rangkaian seleksi di tingkat kota sebelum melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi.
Dari proses seleksi internal tersebut, Kota Cirebon mengirimkan dua kandidat untuk kategori Best Employee. Para kandidat selanjutnya mengikuti presentasi dan wawancara di tingkat provinsi, sebelum sebagian di antaranya dinyatakan berhak melanjutkan ke tahap visitasi lapangan.
Bagi Asep, visitasi menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa inovasi yang dipaparkan dalam seleksi memang telah diterapkan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat.
“Visitasi ini untuk mengonfirmasi kembali apakah yang saya sampaikan sebelumnya benar-benar dilaksanakan. Tim datang untuk bertemu dengan orang-orang yang pernah mendapatkan manfaat dari inovasi yang saya lakukan,” kata Asep.
Ia mengajukan sejumlah inovasi pendidikan yang dirancang untuk mendukung kegiatan belajar, membangun karakter siswa, serta membuka ruang pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.
Inovasi tersebut antara lain MATAQU KASEP, DUPING KASEP, RAPTIM KASEP, dan RUBEL KASEP. Masing-masing dikembangkan dengan pendekatan yang mendukung proses pembelajaran dan memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat lebih aktif.
RUBEL KASEP Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Belajar
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah RUBEL KASEP, singkatan dari Ruang-Ruang Belajar Kang Asep. Program ini memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai pendukung proses pembelajaran siswa.
Pendekatan yang digunakan tidak sekadar memberikan jawaban secara langsung ketika siswa mengajukan pertanyaan. Sebaliknya, siswa terlebih dahulu diarahkan melalui dialog dan proses refleksi agar dapat memahami persoalan yang sedang dipelajari.
Setelah itu, siswa diberikan misi atau tugas untuk diselesaikan. Pola tersebut dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif siswa, sehingga mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berlatih berpikir dan menemukan pemahaman melalui proses belajar.
Pemanfaatan AI dalam RUBEL KASEP menjadi salah satu contoh upaya mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Teknologi ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung proses belajar, bukan semata-mata sebagai sarana memperoleh jawaban secara instan.
Selain RUBEL KASEP, Asep mengembangkan DUPING KASEP yang menggabungkan aktivitas pixel coding dengan pembelajaran nilai-nilai akhlak.
Melalui inovasi ini, siswa diajak membuat gambar berbasis piksel sekaligus menyelesaikan misi yang memuat pesan karakter. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi maupun melalui aktivitas manual, sehingga pendekatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.
Sementara itu, RAPTIM KASEP dikembangkan dalam bentuk aplikasi yang berfungsi sebagai ruang pamer bagi karya dan hasil kegiatan siswa selama proses pembelajaran.
Keberadaan ruang pamer tersebut memberikan kesempatan bagi hasil karya siswa untuk ditampilkan, sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan belajar. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga memberikan ruang untuk memperlihatkan kreativitas dan hasil kerja siswa.
Adapun MATAQU KASEP turut menjadi bagian dari portofolio inovasi pendidikan yang diajukan Asep dalam seleksi tersebut.
Inovasi Pendidikan Jadi Bahan Penilaian
Melalui visitasi lapangan di SMP Negeri 1 Kota Cirebon, tim penilai berupaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penerapan inovasi yang diajukan kandidat. Penilaian mencakup keberadaan program, pelaksanaan di lapangan, serta pengalaman pihak-pihak yang telah merasakan manfaatnya.
Hasil verifikasi tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kandidat yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Pada akhir rangkaian seleksi tingkat Provinsi Jawa Barat, panitia merencanakan penetapan tiga pemenang pada masing-masing dari empat kategori yang diperlombakan.
Bagi Asep Syaefurrachman, keikutsertaan dalam Seleksi ASN Berprestasi 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi pendidikan yang dikembangkan di Kota Cirebon. Ajang ini juga menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana program yang diterapkan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Apabila berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, para pemenang berpeluang diusulkan mengikuti Anugerah ASN tingkat nasional, jika penyelenggaraannya dibuka oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Tahapan visitasi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa inovasi yang diusung para kandidat tidak berhenti pada gagasan, melainkan memiliki penerapan nyata dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat maupun lingkungan kerja.
Melalui pendekatan tersebut, Seleksi ASN Berprestasi diharapkan dapat mendorong lahirnya aparatur sipil negara yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan, kreatif, dan berdampak positif bagi pelayanan publik, termasuk dalam bidang pendidikan. (cep)















