CIREBON—SMA Santa Maria 1 Cirebon kembali menggelar Expo Pendidikan dengan menghadirkan 25 perguruan tinggi swasta (PTS) terkemuka dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai berbagai pilihan pendidikan tinggi setelah lulus SMA.
Pada kegiatan ini, puluhan perguruan tinggi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur hadir untuk memperkenalkan profil kampus, program studi, peluang beasiswa, serta berbagai informasi terkait dunia perkuliahan kepada para siswa.
Kepala SMA Santa Maria 1 Cirebon, Andriana Ratna W SPd MM, mengatakan Expo Pendidikan merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun.
“Pada hari ini SMA Santa Maria menggelar Expo Pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan 25 perguruan tinggi swasta, baik dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun Jawa Barat untuk memperkenalkan profil kampus mereka secara langsung kepada para pelajar,” ujar Ratna, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12 mendapatkan kesempatan untuk mengakses berbagai informasi mengenai pilihan pendidikan lanjutan. Kehadiran perguruan tinggi secara langsung di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu siswa memahami pilihan studi sejak dini.
Sejumlah agenda disiapkan selama expo berlangsung. Di antaranya pameran booth perguruan tinggi yang menyediakan stan informasi interaktif bagi siswa.
Selain itu, para siswa juga mengikuti presentasi dan sosialisasi dari masing-masing perguruan tinggi. Perwakilan kampus memaparkan berbagai program studi yang tersedia sekaligus memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan.
Informasi mengenai beasiswa juga menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para siswa dapat memperoleh penjelasan mengenai berbagai program beasiswa yang ditawarkan oleh perguruan tinggi peserta expo.
Ratna mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai pilihan pendidikan tinggi sekaligus membantu mereka menentukan kampus sesuai dengan minat, kemampuan, dan rencana karier.
“Dengan kehadiran 25 perguruan tinggi swasta ini, diharapkan para siswa dapat memperluas wawasan, mengenal dunia perkuliahan lebih dini, serta mampu memilih perguruan tinggi yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan mereka,” katanya.
Ia menambahkan, lulusan SMA Santa Maria 1 Cirebon memiliki beragam pilihan dalam melanjutkan pendidikan. Para siswa dapat memilih perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi, seperti SNBP, SNBT, maupun Seleksi Mandiri.
Selain itu, siswa juga memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur mandiri maupun perguruan tinggi swasta.
“Sejumlah siswa bahkan telah menentukan pilihan pada perguruan tinggi swasta terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional, sejak awal masa studi mereka,” tandasnya.
Launching Early Bird SPMB
Bersamaan dengan Expo Pendidikan, Yayasan Santo Dominikus Cirebon yang menaungi unit pendidikan TK, SDF, SMP, dan SMA Santa Maria Cirebon juga meluncurkan program Early Bird Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Program Early Bird tersebut berlangsung mulai 31 Agustus hingga 5 September 2026, pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Ketua Panitia SPMB Santa Maria Cirebon, Anto Hadriyanto, S.Pd, mengatakan program tersebut menjadi kesempatan bagi calon orang tua siswa untuk memperoleh berbagai penawaran khusus pada periode awal pendaftaran.
“Pada awal pembukaan ini kami langsung menggelar program spesial bertajuk promo Early Bird yang berlangsung selama lima hari, mulai dari 31 Agustus hingga 5 September 2026,” jelas Anto.
Sejumlah penawaran diberikan selama program Early Bird. Salah satunya berupa potongan atau cashback biaya pendaftaran hingga Rp2,6 juta.
Calon peserta didik juga mendapatkan voucher khusus dari yayasan, termasuk gratis seragam Dominikus serta potongan voucher seragam senilai Rp50 ribu.
Selain itu, terdapat penawaran khusus bagi siswa berprestasi dan calon peserta didik yang memiliki saudara kandung yang bersekolah di Santa Maria atau melalui jalur sibling.
Panitia juga menyediakan sistem bundling bagi dua atau lebih calon siswa yang mendaftar secara bersamaan dari luar sekolah.
Anto mengatakan, meski program Early Bird berlangsung dalam waktu terbatas, pihaknya optimistis dapat mencapai target pendaftaran yang telah ditetapkan.
“Panitia menargetkan sebanyak 150 pendaftar untuk seluruh unit pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan, apabila jumlah pendaftar telah memenuhi atau bahkan melampaui target, proses pendaftaran tetap akan dilayani hingga batas waktu yang telah ditentukan, yakni 5 September 2026.
Melalui pelaksanaan Expo Pendidikan dan pembukaan Early Bird SPMB secara bersamaan, Yayasan Santo Dominikus Cirebon berharap masyarakat mendapatkan lebih banyak informasi dan kemudahan dalam merencanakan pendidikan bagi anak.
Program tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah menghadirkan ekosistem pendidikan yang terpadu, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah, sekaligus membuka akses informasi mengenai pilihan pendidikan tinggi bagi siswa. (abd)
















