Sampah di Jalintim Kuningan Dibersihkan, DLH Kerahkan Puluhan Pegawai

DLH Kuningan mengerahkan 30 pegawai bersama Kecamatan Kramatmulya membersihkan sampah di saluran air sepanjang Jalintim.

KUNINGAN – Puluhan pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan turun langsung membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang Jalan Lingkar Timur Kuningan (Jalintim), Jumat (4/9).

Sekitar 30 pegawai DLH bersama belasan pegawai Kecamatan Kramatmulya dikerahkan dalam kegiatan Jumat Bersih tersebut. Mereka menyusuri sejumlah titik di sepanjang Jalintim untuk mengangkut sampah, terutama yang menumpuk di area saluran air.

Dengan membawa berbagai peralatan kebersihan seperti sapu lidi, arit, pengki, karung, dan perlengkapan lainnya, para petugas bergerak menyisir jalur tersebut sejak pagi.

Kegiatan pembersihan dimulai dari kawasan sekitar Kafe Tresa di Desa Karangmangu, Kecamatan Kramatmulya. Petugas kemudian bergerak hingga persimpangan yang mengarah ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Kecamatan Jalaksana.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala DLH Kabupaten Kuningan, Usep Suminar. Ia mengatakan, kegiatan Jumat Bersih merupakan agenda rutin yang dilakukan jajaran DLH untuk menjaga kebersihan lingkungan di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan.

Menurut Usep, lokasi pelaksanaan kerja bakti tidak selalu berada di tempat yang sama. Sasaran pembersihan ditentukan berdasarkan kondisi lingkungan dan kebutuhan di lapangan.

“Program kerja bakti membersihkan sampah ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Ketika berada di lapangan, kami mendapat bantuan tenaga dari pihak kecamatan. Alhamdulillah kami masih bisa berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” kata Usep.

Pada kegiatan Jumat Bersih kali ini, perhatian petugas diarahkan pada sampah yang berada di sepanjang saluran air Jalintim. Sampah tersebut dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam karung sebelum diangkut menggunakan kendaraan operasional DLH.

Usep menjelaskan, pola kegiatan tersebut akan terus dilakukan secara bergilir. Setelah satu lokasi selesai dibersihkan, petugas akan berpindah ke titik lain yang dinilai membutuhkan penanganan.

“Sebenarnya kerja bakti membersihkan sampah ini sudah rutin setiap pekannya. Titik sasaran juga berbeda-beda. Minggu sekarang di Jalintim, pekan besok di tempat lain. Tergantung kondisi di lapangan,” ujarnya.

Keterlibatan pegawai kecamatan, lanjut Usep, turut membantu kelancaran kegiatan. Terlebih, wilayah yang menjadi sasaran pembersihan berada di sekitar Kecamatan Kramatmulya sehingga dukungan aparatur setempat dinilai penting.

Pada Jumat Bersih pekan ini, sedikitnya 30 pegawai DLH dan belasan pegawai Kecamatan Kramatmulya ikut turun ke lapangan. Mereka bekerja bersama membersihkan kawasan Jalintim dari sampah yang berpotensi menyumbat saluran air maupun mengganggu kebersihan lingkungan.

Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan mobil bak terbuka milik DLH Kabupaten Kuningan. Selanjutnya, sampah dibawa menuju TPSA Ciniru untuk ditangani lebih lanjut.

Usep mengapresiasi semangat para pegawai DLH yang tetap konsisten mengikuti kegiatan kebersihan lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kebersihan fasilitas dan ruang publik.

Ia juga menyoroti kekompakan personel DLH dalam membantu penanganan kebakaran yang sebelumnya terjadi di TPSA Ciniru. Selain menjalankan tugas rutin, sejumlah pegawai DLH turut mendukung proses penanganan di lokasi tersebut.

“Mereka sangat semangat setiap kali program Jumat Bersih digelar. Kami mengerahkan mobil bak terbuka untuk mengangkut sampah dari titik pembersihan menuju lokasi TPSA Ciniru,” ungkap Usep.

Dalam kesempatan yang sama, Usep turut menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi TPSA Ciniru yang sempat dilanda kebakaran.

Ia memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah lebih kondusif setelah api berhasil dipadamkan. Penanganan di TPSA Ciniru kini memasuki tahap pendinginan untuk memastikan tidak kembali muncul titik api.

Usep menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran tersebut.

Menurutnya, proses penanganan kebakaran tidak hanya melibatkan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta para relawan.

“Terima kasih kepada Damkar, BPBD, TNI, Polri serta relawan yang sudah bekerja keras memadamkan api yang membakar TPSA Ciniru, sehingga sekarang sudah kondusif,” pungkasnya.

Kegiatan Jumat Bersih yang dilakukan DLH Kuningan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas pemerintah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Kebersihan saluran air menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian karena tumpukan sampah dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, terutama ketika curah hujan meningkat.

Melalui kegiatan rutin tersebut, DLH Kuningan berupaya menjaga kebersihan sejumlah kawasan secara bergantian sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan demikian, kegiatan bersih-bersih tidak berhenti pada pengangkutan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. (iim)