CIREBON – Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang kereta api di Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan perkembangan. Sebanyak 22 perlintasan yang sebelumnya belum dilengkapi portal kini mulai mendapatkan fasilitas pengamanan melalui pembangunan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pemasangan portal tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama warga yang setiap hari harus melintasi jalur kereta api tanpa palang pintu. Selama ini, kondisi tersebut dinilai berisiko karena pengguna jalan harus lebih waspada ketika melintas di jalur yang juga digunakan kereta api.
Selain pemasangan portal, sejumlah titik juga dilengkapi bangunan untuk petugas penjaga perlintasan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan antara kereta api dan kendaraan yang melintas.
Salah satu lokasi pembangunan berada di Kecamatan Mundu. Warga setempat menyambut positif upaya pengamanan tersebut karena keberadaan portal sudah lama menjadi harapan masyarakat.
Kepala Dusun Kalijaga, Desa Mundu Pesisir, Rudiana, mengatakan pembangunan portal menjadi langkah penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, perlintasan tanpa palang pintu selama ini menimbulkan kekhawatiran, terlebih di lokasi tersebut pernah terjadi sejumlah kecelakaan.
“Warga sangat antusias dengan dibangunnya bangunan dan portal ini. Karena keberadaan portal di perlintasan sebidang memang sangat diperlukan,” ujar Rudiana.
Ia mengungkapkan, keinginan masyarakat agar perlintasan tersebut dilengkapi fasilitas pengamanan sudah berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan, harapan itu telah ada sejak dirinya masih kecil.
“Ini sudah sangat dinanti warga. Bahkan sejak saya masih kecil, warga sudah menanti kapan perlintasan ini dibangun portal,” katanya.
Menurut Rudiana, pemasangan portal bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik, melainkan juga bentuk upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
Ia berharap keberadaan portal dan petugas penjaga dapat membuat pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintasi rel. Dengan pengamanan yang lebih baik, risiko kecelakaan di perlintasan sebidang diharapkan dapat ditekan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, Nunu Nugraha, membenarkan adanya pembangunan fasilitas pengamanan di sejumlah perlintasan kereta api.
Nunu menyebutkan, terdapat sekitar 22 perlintasan sebidang yang sebelumnya belum memiliki portal dan kini tengah dibangun fasilitas pengamanannya oleh PT KAI.
“Ada sekitar 22 perlintasan sebidang tanpa portal yang kini tengah dibangun portal oleh PT KAI,” kata Nunu.
Menurutnya, pengamanan perlintasan sebidang merupakan hal penting karena jalur tersebut menjadi titik pertemuan antara perjalanan kereta api dan aktivitas kendaraan di jalan raya. Tanpa fasilitas pengamanan yang memadai, potensi terjadinya kecelakaan perlu menjadi perhatian bersama.
Pembangunan portal di puluhan titik tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya warga yang menggunakan jalur tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, keberadaan portal perlu diikuti dengan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan keselamatan. Pengendara tetap harus mengurangi kecepatan, memperhatikan kondisi sekitar, serta memastikan perjalanan kereta api aman sebelum melintasi rel.
Dengan mulai dibangunnya fasilitas pengamanan di 22 perlintasan sebidang, masyarakat berharap persoalan perlintasan tanpa portal yang selama ini menjadi kekhawatiran dapat ditangani secara bertahap. Langkah ini sekaligus menjadi harapan baru untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api di Kabupaten Cirebon. (den)
















