
INDRAMAYU – Kepolisian Resor (Polres) Indramayu membuka ruang dialog bagi kalangan petani untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, hingga persoalan yang dihadapi dalam menjalankan aktivitas pertanian. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi kamtibmas bersama pengurus dan anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Indramayu. Dalam pertemuan itu, jajaran Polres Indramayu tidak hanya menjalin silaturahmi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para petani untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Kegiatan berlangsung di Sekretariat SPI Indramayu, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana. Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM hadir langsung didampingi Kabag Ops Kompol Eko Susilo dan Kasat Intelkam AKP Agus Suwartono.
Kedatangan rombongan Polres Indramayu disambut Ketua DPC SPI Indramayu Toyib Abdulah, perwakilan DPP SPI Zulfikar, serta sejumlah anggota organisasi petani tersebut.
Suasana pertemuan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Kapolres bersama jajaran duduk bersama para petani untuk membangun komunikasi secara langsung. Melalui pertemuan tersebut, kepolisian berupaya memahami kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan para anggota SPI.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, petani merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai peran strategis. Selain menjadi penopang perekonomian keluarga, sektor pertanian juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketersediaan pangan dan ketahanan pangan daerah.
Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan kelompok petani perlu terus dibangun. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar bersama.
“Komunikasi yang baik antara kepolisian dan kelompok petani perlu terus dibangun agar berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat dibicarakan secara terbuka,” jelas Tarno, Kamis (29/10/2026).
Polisi Beri Kesempatan Petani Sampaikan Aspirasi
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Indramayu memberikan kesempatan kepada pengurus maupun anggota SPI untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan dialogis ini menjadi salah satu cara kepolisian untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara lebih dekat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berlangsung satu arah melalui penyampaian imbauan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan kepada aparat kepolisian.
Tarno menjelaskan, kehadiran Kapolres di tengah organisasi petani merupakan bagian dari pendekatan humanis yang mengedepankan keterbukaan, komunikasi, dan kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Indramayu ingin membangun hubungan kemitraan yang konstruktif dengan organisasi petani. Apalagi, petani memiliki beragam tantangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan perhatian berbagai pihak.
“Dialog berlangsung secara dua arah, sehingga petani memiliki kesempatan menyampaikan pandangan dan harapan secara langsung kepada jajaran kepolisian,” terangnya.
Ia menambahkan, kepolisian mempunyai tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang, profesi, maupun kelompok tertentu. Pelayanan kepolisian harus dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para petani.
Menurutnya, komunikasi terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman serta membangun penyelesaian persoalan melalui musyawarah.
Dengan mengedepankan dialog, setiap pihak diharapkan dapat menyampaikan kepentingannya secara baik dan tetap menghormati hak maupun kepentingan pihak lain.
Bangun Kepercayaan, Jaga Kondusivitas Indramayu
Lebih lanjut, Tarno menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi bersama SPI bukan sekadar agenda kunjungan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Indramayu membangun kepercayaan masyarakat melalui kehadiran langsung dan komunikasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Membangun kedekatan, mendengarkan persoalan masyarakat, serta memberikan pelayanan yang responsif juga menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah.
Terlebih, situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan hanya oleh kepolisian. Dibutuhkan dukungan, kepedulian, dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, organisasi petani seperti SPI memiliki peran penting sebagai mitra komunikasi. Melalui organisasi, berbagai aspirasi masyarakat pertanian dapat disampaikan dan dibicarakan secara lebih terarah.
Polres Indramayu berharap komunikasi dengan SPI dan kelompok petani lainnya dapat terus terjalin. Dengan begitu, berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat bisa diketahui lebih awal dan dibahas melalui mekanisme dialog serta musyawarah.
“Silaturahmi dan komunikasi bersama organisasi petani diharapkan terus terjalin, sehingga berbagai aspirasi dapat disampaikan melalui dialog yang baik serta mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” pungkas Tarno.
Melalui kegiatan ini, Polres Indramayu kembali menegaskan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai mitra penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (tar)















