CIREBON – Keberadaan Pengemis, Gelandangan, dan Orang Telantar (PGOT) di sejumlah titik pusat Kota Cirebon kembali menjadi sorotan. Jumlah mereka yang berada di sekitar Taman Pajak dan Jalan Dr Cipto Mangunkusumo disebut semakin bertambah, terutama saat malam hari.
Kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas maupun melintas di kawasan tersebut. Selain menempati ruang publik untuk beristirahat, sebagian PGOT juga membawa gerobak dan barang-barang yang menimbulkan bau kurang sedap.
Salah seorang warga Pekiringan, Awa, mengaku beberapa kali menemukan kondisi tersebut saat berolahraga di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo.
Ia mengatakan, keberadaan pemulung dengan gerobak di kawasan tersebut membuat aktivitas jogging yang dilakukannya terkadang terganggu karena munculnya bau tidak sedap.
“Saya waktu itu lagi jogging lewat depan eks kantor Disnaker Kota Cirebon. Ada pemulung, agak bau. Kalau olahraga lewat situ kadang tahan napas sampai baunya hilang,” ujar Awa, kemarin.
Menurut Awa, jumlah PGOT yang berada di kawasan tersebut cenderung meningkat pada malam hari. Mereka terlihat berkumpul dan menggunakan sejumlah titik ruang publik sebagai tempat beristirahat.
Kondisi itu membuat warga berharap Pemerintah Kota Cirebon mengambil langkah untuk menata keberadaan PGOT agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Biasanya bertambah ketika malam hari. Harapannya semoga segera ditindak dari pemerintah,” katanya.
PGOT Kerap Menginap di Taman Pajak
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon Edi Siswoyo membenarkan adanya PGOT yang kerap berada dan menginap di kawasan Taman Pajak maupun Jalan Dr Cipto Mangunkusumo.
Menurut Edi, persoalan tersebut tidak sederhana karena sebagian dari mereka tidak memiliki pekerjaan dan menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari bantuan makanan.
“Memang ada beberapa yang tidur di wilayah tersebut, sehingga ini permasalahan yang cukup kompleks. Karena mereka tidak memiliki pekerjaan, sehingga mencari makan di tempat makan gratis. Tapi kita sudah berupaya melakukan penertiban,” jelas Edi.
Satpol PP, kata dia, telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Cirebon untuk mencari solusi terhadap keberadaan PGOT sekaligus menjaga agar aktivitas pemberian makanan gratis tetap berlangsung secara tertib.
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah menggeser lokasi pemberian makanan gratis dari kawasan pusat kota ke lokasi lain yang lebih sesuai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar tempat pemberian makan gratis bisa dipindahkan. Kami tidak melarang adanya hal tersebut, hanya mungkin bisa digeser ke lokasi yang lain, setidaknya tidak di tengah kota,” ungkapnya.
Edi menyebut sejumlah lokasi alternatif yang dapat digunakan, di antaranya kawasan Dukuh Semar di sekitar pedagang bunga maupun area belakang Kantor Dinas Sosial Kota Cirebon.
Menurutnya, penataan lokasi pemberian makanan menjadi salah satu upaya agar kegiatan sosial tetap berjalan, tetapi tidak memicu penumpukan PGOT di tengah kota.
Sudah Ditertibkan, Kembali Lagi
Edi menambahkan, Satpol PP sebenarnya telah beberapa kali melakukan penertiban terhadap PGOT yang berada di kawasan tersebut.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Setelah ditertibkan dan diangkut, sebagian dari mereka kembali lagi ke lokasi semula.
“Kita sudah tertibkan mereka, namun memang mereka kembali lagi ke situ,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab berkumpulnya PGOT di kawasan tersebut adalah adanya pembagian makanan gratis. Bahkan, sebagian dari mereka sudah berada di lokasi sejak pagi untuk mendapatkan makanan.
“Memang ada salah satu warga Kota Cirebon, mereka sudah berkumpul di sana pukul 08.00 untuk mendapat makan gratis,” pungkasnya.
Keberadaan PGOT di ruang publik tersebut kini menjadi tantangan bagi Pemkot Cirebon. Di satu sisi, kegiatan pemberian makanan gratis merupakan bentuk kepedulian sosial masyarakat. Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan kegiatan tersebut berlangsung di lokasi yang tertata agar tidak menimbulkan persoalan baru, termasuk penumpukan PGOT dan gangguan kenyamanan di kawasan pusat kota. (its)














