Pemkab Majalengka Dorong Promosi Kuliner Khas, Bidik Pasar Lebih Luas

Bupati Majalengka terus berusaha mempromosikan kuliner khas

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mendorong promosi berbagai kuliner dan produk unggulan daerah agar semakin dikenal masyarakat luas. Upaya tersebut dinilai bukan hanya untuk memperkenalkan kekayaan rasa khas Majalengka, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM, mengatakan kuliner lokal merupakan bagian penting dari identitas daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Hal itu disampaikan Eman saat menghadiri kegiatan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka, Minggu (13/9).

Menurutnya, Majalengka memiliki beragam makanan dan produk khas yang sudah melekat dengan kehidupan masyarakat. Sejumlah di antaranya bahkan telah dikenal hingga luar daerah.

Beberapa kuliner yang menjadi unggulan antara lain Tahu Talaga, Oncom Cigaleuh, Gula Cakar, Goreng Simeut, Jalakotek, hingga Pisang Apuy.

“Beberapa kuliner khas yang turut kita perkenalkan di antaranya Tahu Talaga, Oncom Cigaleuh, Gula Cakar, Goreng Simeut, Jalakotek, dan tentu saja Pisang Apuy,” ujar Eman.

Dari sejumlah produk tersebut, Pisang Apuy mendapat perhatian khusus. Pisang yang berasal dari Desa Apuy, Kecamatan Argapura, tersebut dinilai memiliki keunikan sekaligus potensi ekonomi yang besar.

Pemkab Majalengka mencatat Pisang Apuy telah terdaftar secara resmi sebagai varietas lokal Majalengka melalui surat pendaftaran Nomor 045/A.9/05/2024.

Legalitas tersebut menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat branding Pisang Apuy sebagai salah satu produk khas Majalengka.

Eman menegaskan, pengembangan potensi daerah tidak akan berhenti pada sektor kuliner. Pemkab Majalengka juga berupaya memperluas pasar berbagai produk unggulan UMKM, mendorong sektor industri, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, berbagai potensi tersebut perlu dikembangkan secara bersama-sama agar mampu meningkatkan daya saing daerah.

Promosi produk lokal juga diharapkan dapat membangun citra positif Majalengka. Dengan pengemasan dan pemasaran yang semakin baik, produk buatan masyarakat lokal diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi juga menembus pasar nasional hingga internasional.

Langkah tersebut sekaligus menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas jaringan pemasaran, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dengan kekayaan kuliner dan berbagai potensi lainnya, Majalengka memiliki modal kuat untuk membangun identitas daerah sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. (iim)