HUT ke-81 PMI Kota Cirebon, Gebyar Donor Targetkan 810 Kantong Darah

Dalam rangka memperingati HUT ke-81, PMI Kota Cirebon menargetkan 810 kantor darah

CIREBON – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon menggelar Gebyar Donor Darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PMI Kota Cirebon tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui aksi donor darah.

Tak tanggung-tanggung, PMI Kota Cirebon memasang target pengumpulan 810 kantong darah dalam kegiatan yang digelar di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Cirebon tersebut.

Ketua PMI Kota Cirebon dr H M Edial Sanif SpJP FIHA hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Dr Iing Daiman MSi dan Bendahara PMI Kota Cirebon Andi Riyanto Lie.

Edial mengatakan, Gebyar Donor Darah menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT ke-81 PMI yang jatuh pada 17 September 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan hari jadi organisasi kemanusiaan, tetapi juga menjadi upaya nyata untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam rangka memperingati HUT PMI ke-81, hari ini kami menggelar gebyar donor darah. Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus, tamu undangan, relawan, dan masyarakat yang menjadi pendonor,” kata Edial.

Selain aksi donor darah, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada pendonor yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membantu sesama.

Salah satunya diberikan kepada Suyitno Nugroho, pendonor asal Kota Cirebon yang telah mendonorkan darah sebanyak 127 kali.

Atas konsistensinya tersebut, Suyitno mendapatkan hadiah ibadah umrah dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui PMI Pusat.

Edial menyebut Suyitno menjadi satu-satunya pendonor dari Jawa Barat yang mendapatkan apresiasi berupa hadiah umrah tersebut.

“Suyitno Nugroho satu-satunya pendonor dari Jawa Barat yang mendapatkan hadiah umrah. Rencananya akan berangkat umrah pada 26 September 2026,” ujar Edial.

Edial menilai pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi PMI Kota Cirebon. Dedikasi para pendonor, kata dia, menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat terus tumbuh ketika mendapatkan dukungan masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 PMI juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan, memperkuat solidaritas sosial, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah.

“Peringatan HUT ke-81 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat solidaritas sosial, meningkatkan ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memperluas jangkauan layanan kemanusiaan di Kota Cirebon dan sekitarnya,” tuturnya.

Pendonor Tak Hanya dari Kota Cirebon

Sekda Kota Cirebon Iing Daiman menambahkan, pelayanan PMI Kota Cirebon selama ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kota Cirebon.

Jangkauan layanan donor darah PMI bahkan telah menyentuh sejumlah daerah di sekitar Kota Cirebon.

Menurut Iing, terdapat pendonor yang datang dari wilayah perbatasan, termasuk Brebes dan Tegal.

“Pelayanan PMI Kota Cirebon tidak hanya berfokus di dalam kota, tetapi juga telah menjangkau kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Bahkan ada pendonor yang berasal dari wilayah perbatasan seperti Brebes dan Tegal,” kata Iing.

Ia juga mengapresiasi penghargaan yang diterima PMI Kota Cirebon melalui capaian salah seorang pendonor yang telah 127 kali menyumbangkan darah.

Iing mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat semangat kemanusiaan.

“Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas, menggaungkan syiar kemanusiaan, serta aktif membantu sesama yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Bulan Dana PMI Mulai Gunakan QRIS

Dalam kesempatan tersebut, Iing juga menyampaikan bahwa PMI Kota Cirebon mulai melakukan transformasi digital, salah satunya dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI.

Penggalangan dana pada Bulan Dana PMI tahun ini akan diarahkan menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong transaksi non-tunai melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Iing mengatakan, penggunaan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdonasi sekaligus mendorong keterbukaan dalam pengelolaan dana.

“Pemberlakuan transaksi non-tunai melalui QRIS ini bertujuan untuk menghadirkan keterbukaan informasi mengenai aliran dana yang masuk,” tandasnya.

Selain mempermudah masyarakat, transformasi digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan PMI.

Dengan sistem transaksi digital, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan dapat menyalurkan donasi dengan cara yang lebih praktis.

“Pemerintah berharap langkah transformasi digital ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa kebaikan serta kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Iing.

1.200 Orang Mendaftar Donor

Ketua Panitia Gebyar Donor Darah PMI Kota Cirebon, Erwin R Josandi, mengatakan antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut cukup tinggi.

Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sekitar 1.200 orang mendaftarkan diri sebagai calon pendonor.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan target pengumpulan darah yang ditetapkan PMI, yakni 810 kantong.

Meski proses donor tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan masing-masing peserta, panitia optimistis target tersebut dapat tercapai.

“Dalam kegiatan donor darah ini, PMI menargetkan perolehan sebanyak 810 kantong darah. Pendaftar tercatat sekitar 1.200 orang. Kami optimistis target 810 kantong darah dapat tercapai secara maksimal,” ujar Erwin.

Gebyar Donor Darah menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-81 PMI Kota Cirebon. Puncak peringatan HUT PMI sendiri dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.

Sejumlah agenda telah disiapkan dalam puncak peringatan tersebut. Di antaranya pelantikan Palang Merah Remaja (PMR) se-Kota Cirebon, syukuran hari jadi PMI, peluncuran Bulan Dana PMI, penutupan Evaluasi Akhir Diklat (EADP) di lingkungan PMI, serta aksi kemanusiaan berupa penyaluran air bersih.

Erwin mengatakan aksi kemanusiaan menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan PMI Kota Cirebon.

Tidak hanya berkutat pada kegiatan donor darah, PMI juga terlibat dalam penanganan dampak bencana sosial bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Salah satu kegiatan yang saat ini dilakukan adalah pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau.

“Bantuan air bersih sudah berlangsung secara konsisten sejak awal Agustus lalu untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musim kering,” pungkas Erwin. (abd)