CIREBON – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) secara lebih dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memperluas kegiatan tracing hingga ke tingkat desa untuk memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
Hingga pekan lalu, sekitar 34 ribu warga telah menjadi sasaran tracing yang dilakukan sejak awal Agustus. Dari jumlah tersebut, sekitar 18 ribu warga sudah tercatat dalam aplikasi pelaporan milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes mengatakan, dari 18 ribu warga yang datanya telah masuk ke sistem, sekitar 2.200 orang masuk kategori terduga TBC.
Sementara warga yang telah dinyatakan positif TBC tercatat sebanyak 74 orang.
“Yang terduga TBC sekitar 11 persen, ada 2.200 orang. Kemudian yang positif 74 orang. Alhamdulillah kecil, sekitar dua persen,” kata Eni saat kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan program cek kesehatan di Desa Nanggela, Kecamatan Greged, Rabu (23/9).
Menurut Eni, upaya penanganan TBC tidak berhenti pada warga yang telah dinyatakan positif. Petugas juga melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien, terutama anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penularan sejak dini sekaligus memberikan penanganan apabila ditemukan indikasi TBC.
Dari hasil penelusuran kontak serumah, sebanyak 234 orang telah mendapatkan pengobatan.
“Yang sudah kita obati dari kontak serumah itu 234 orang,” ujarnya.
Tracing TBC hingga kini masih terus berjalan. Dinkes Kabupaten Cirebon menargetkan pemeriksaan dapat menjangkau 46.600 warga hingga akhir November mendatang.
Eni menjelaskan, proses pendataan masih berlangsung di tingkat puskesmas. Karena itu, jumlah warga yang telah diperiksa dan datanya masuk ke sistem Kemenkes masih berpotensi bertambah.
“Data masih terus berjalan dari puskesmas dan nantinya masuk ke aplikasi Kementerian Kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan, tracing TBC merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
Pemkab Cirebon, kata Imron, mengerahkan Dinkes untuk turun langsung ke desa-desa. Kegiatan tersebut tidak hanya berupa pemeriksaan, tetapi juga pengobatan gratis dan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Kami menugaskan Dinkes turun ke 340 desa dan terus sampai 412 desa. Ada pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan,” ujar Imron.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya untuk menemukan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan. Edukasi juga menjadi bagian penting agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit.
“Targetnya mengobati masyarakat yang sakit, penyuluhan kesehatan dan memberikan arahan kepada masyarakat agar hidup sehat,” tandasnya.
Imron juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama di tengah musim kemarau. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat penemuan kasus TBC sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan.
Dengan tracing yang terus diperluas hingga tingkat desa, pemerintah berharap kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan penularannya di tengah masyarakat dapat ditekan. (den)
















