Cuaca Panas dan Udara Kering, Kelompok Ini Diminta Waspadai Gejala ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon mengingatkan kelompok rentan mewaspadai gejala ISPA di tengah cuaca panas dan udara kering.

CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan, agar lebih waspada terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca yang belakangan terasa panas dengan udara yang cenderung kering. Kondisi lingkungan seperti ini perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi tertentu.

Kelompok yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih antara lain penderita asma, diabetes, serta masyarakat dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Maria Listiawaty mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan gejala yang muncul, seperti demam, batuk, pilek hingga gangguan pernapasan.

“Kalau melihat gejala-gejalanya, memang mengarah pada infeksi saluran pernapasan,” kata Maria kepada Radar Cirebon, Sabtu (20/9/2026).

Menurutnya, kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko sakit.

Maria mengimbau masyarakat memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup minum air putih. Selain itu, pola tidur perlu dijaga, kebiasaan begadang dikurangi, olahraga dilakukan secara teratur, serta kebutuhan nutrisi dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang.

Perlindungan terhadap saluran pernapasan juga perlu diperhatikan. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika berada di tempat ramai, terlebih bagi mereka yang sedang mengalami sakit atau memiliki risiko kesehatan tertentu.

Etika batuk dan bersin juga harus diterapkan. Caranya dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau masker agar droplet tidak mudah menyebar kepada orang di sekitar.

Maria menegaskan, kelompok rentan perlu lebih berhati-hati karena infeksi pernapasan berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih berat dibandingkan pada masyarakat dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Sementara terkait isu influenza A, Dinkes Kota Cirebon belum dapat memastikan apakah keluhan pernapasan yang ditemukan di masyarakat berkaitan dengan virus tersebut.

Pemeriksaan khusus untuk memastikan influenza A juga belum tersedia di tingkat Kota Cirebon. Karena itu, Dinkes masih melakukan pemantauan perkembangan kasus berdasarkan laporan dari rumah sakit dan puskesmas.

Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam, batuk, pilek atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik. Pemeriksaan juga diperlukan apabila gejala justru semakin berat.

Dengan menjaga pola hidup sehat dan mengenali gejala sejak dini, masyarakat diharapkan dapat mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Langkah tersebut sekaligus membantu mengurangi risiko meningkatnya beban pelayanan di fasilitas kesehatan. (ade)