Cegah Karhutla Ciremai Secara Sukarela, MPA Majakuning Apresiasi Perjuangan Ir. Herry Dermawan di Senayan

Ir Herry Dermawan
Ir Herry Dermawan saat menyuarakan aspirasi Masyarakat Peduli Api dalam rapat kerja bersama Kementerian kehutanan RI kemarin, (01/09)

KUNINGAN – Dedikasi masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning dalam menjaga kawasan hutan penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mendapat perhatian hingga tingkat pusat. Bekerja secara sukarela dengan keterbatasan sarana, para anggota MPA selama ini aktif membantu upaya pencegahan hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apresiasi juga disampaikan MPA kepada Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Herry Dermawan, yang dinilai tidak berhenti mendengarkan aspirasi masyarakat saat bertemu langsung dalam kegiatan Sosialisasi Masyarakat Peduli Api di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada 1 Agustus 2026 lalu. Aspirasi tersebut kemudian dibawa Herry ke ruang rapat Komisi IV DPR RI, langsung kepada Menteri Kehutanan.

Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Juniar Arif, S.Hut., mengatakan perhatian terhadap keberadaan MPA sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini ikut menjaga kawasan hutan berdasarkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Nandar, anggota MPA bukan hanya menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi, tetapi juga berada di garis terdepan ketika ancaman kebakaran muncul. Mereka memahami kondisi wilayah karena tinggal di desa-desa yang berbatasan langsung atau berada di sekitar kawasan hutan Gunung Ciremai.

“MPA ini lahir dari kepedulian masyarakat. Kami bergerak secara sukarela untuk menjaga hutan, mencegah kebakaran dan membantu ketika terjadi kebakaran. Karena kami berada di sekitar kawasan, kami juga menjadi pihak yang cepat mengetahui apabila ada potensi kebakaran,” ujar Nandar, Kamis (03/09/2026)

Namun, semangat tersebut belum sepenuhnya didukung ketersediaan perlengkapan yang memadai. Dalam menjalankan tugas di lapangan, anggota MPA masih menghadapi keterbatasan alat pelindung diri (APD), peralatan pemadaman manual hingga sarana komunikasi. Kondisi tersebut membuat sebagian kebutuhan harus dipenuhi secara swadaya.

Nandar mengapresiasi Herry Dermawan yang dinilai memberikan ruang kepada MPA untuk menyampaikan kondisi tersebut secara langsung. Lebih dari itu, perhatian Herry dinilai dibuktikan dengan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pak Herry Dermawan. Aspirasi kami tidak hanya didengar saat bertemu di lapangan, tetapi kemudian disampaikan kembali di tingkat pusat. Bagi kami, ini sangat berarti karena yang kami sampaikan memang kebutuhan nyata MPA,” katanya.

Menurut Nandar, dukungan terhadap MPA tidak harus selalu berbentuk program besar. Penguatan kapasitas dan penyediaan perlengkapan dasar justru dapat memberikan dampak besar terhadap kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal karhutla.

Baca Juga: Warga Penyangga Gunung Ciremai Perkuat Pasukan Pencegah Karhutla

“Kami berharap MPA semakin diperhatikan dan diperkuat. Kebutuhannya sebenarnya sederhana, seperti APD, sepatu, helm, masker, alat komunikasi dan peralatan dasar lainnya. Dengan dukungan tersebut, kami akan semakin siap membantu menjaga kawasan hutan,” tutur Nandar.

Perhatian terhadap MPA juga datang dari Kementerian Kehutanan melalui pelaksanaan Sosialisasi Masyarakat Peduli Api di Desa Cibuntu. Kegiatan yang digelar Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Kementerian Kehutanan itu menjadi ruang edukasi sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah dan unsur terkait dalam pencegahan karhutla.

Bagi MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, kehadiran Kementerian Kehutanan di tengah masyarakat menjadi sinyal positif. Sosialisasi dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman teknis sekaligus membuka komunikasi langsung mengenai kebutuhan masyarakat yang selama ini terlibat dalam perlindungan kawasan hutan.

“MPA juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan yang sudah hadir dan memberikan sosialisasi. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut dengan penguatan MPA di lapangan. Masyarakat sudah memiliki kepedulian dan kemauan untuk menjaga hutan, tinggal bagaimana dukungan dan fasilitasnya bisa diperkuat,” ujar Nandar.

Aspirasi tersebut kemudian kembali disuarakan Herry Dermawan dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kehutanan Tahun Anggaran 2027. Herry meminta peningkatan belanja untuk masyarakat juga dapat diarahkan untuk memperkuat MPA yang dinilai memiliki peran penting dalam pencegahan karhutla.

Herry menilai keberadaan masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi elemen penting dalam sistem pencegahan. Masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan hutan memiliki kemampuan mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sehingga dapat membantu mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar. Bahkan,enurutnya model kolaborasi Masyarakat Peduli Api dengan pemerintah dalam mencegah Karhutla dapat menjadi contoh dan direplikasi di wilayah rawan kebakaran hutan.

Upaya Ir Herry Dermawan yang konsisten menyuarakan aspirasi warga MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning dalam 2 kali rapat kerja di Senayan, menjadi dorongan bagi anggota MPA terus mempertahankan semangat menjaga kawasan Gunung Ciremai.

Warga berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah dan wakil rakyat dapat semakin kuat sehingga pencegahan karhutla tidak hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar, tetapi dimulai dari kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar hutan. (Bubud Sihabudin)