KUNINGAN – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kuningan dan rendahnya curah hujan mendorong Polres Kuningan melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar salat Istisqa dan Istighosah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Masjid Al-Aman Polres Kuningan, Kamis (3/9/2026). Salat dan doa bersama digelar sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat berakhir.
Kegiatan diikuti seluruh personel Polres Kuningan, ibu-ibu Bhayangkari, serta sejumlah tokoh agama. Pelaksanaan salat Istisqa dan Istighosah dipimpin Kiai Abdul Aziz.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar jajaran kepolisian untuk memohon pertolongan dan keberkahan di tengah kondisi cuaca yang mengkhawatirkan.
“Alhamdulillah hari ini Polres Kuningan melaksanakan salat Istisqa dan Istighosah, bermunajat dan bermohon pada Yang Maha Kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa memang cuaca di Kuningan maupun di seluruh Indonesia yang saat ini mengkhawatirkan, curah hujan yang cukup rendah dan kemarau yang berkepanjangan. Tentunya kita mengharapkan turunnya hujan,” ujar Bellen.
Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Karena itu, turunnya hujan diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga dapat menekan potensi bencana kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.
“Kita bersama-sama mendoakan bahwa Kuningan, baik seluruh Indonesia diberikan berkah berupa hujan sehingga kemarau yang panjang ini teratasi dan juga bisa mengatasi bencana kebakaran,” katanya.
Polres Kuningan Salurkan Air Bersih
Selain melakukan ikhtiar melalui doa, Polres Kuningan juga mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Salah satunya dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Bellen memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan dengan menyasar masyarakat yang paling membutuhkan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian kepolisian terhadap dampak kemarau yang dirasakan warga.
“Polres Kuningan komitmen, kemarin kita sudah melaksanakan di tiga tempat dan empat kali kegiatan untuk penyaluran air bersih. Mungkin di Jumat ini atau di hari Sabtu atau di Minggu ini kami tetap akan melaksanakan penyaluran air bersih kepada yang sangat membutuhkan,” tegasnya.
Warga Diminta Waspadai Karhutla
Di tengah kondisi kemarau panjang, Kapolres Kuningan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Menurutnya, kondisi lahan dan lingkungan yang kering membuat api mudah menyebar. Bahkan, percikan api kecil sekalipun dapat memicu kebakaran yang berdampak luas.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kuningan, di tengah kemarau panjang ini jangan sekali-kali membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Satu percikan api kecil bisa menjadi bencana besar yang merugikan kita semua. Mari kita jaga Kuningan tetap aman,” pungkas Bellen.
Polres Kuningan menegaskan akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan masing-masing guna mencegah kebakaran meluas. (ags)
















