Bukan Sekadar Film, 340 Karya di SMC 2026 Bawa Pesan Penting soal Keselamatan Berkendara

Yayasan AHM menggaungkan keselamatan berkendara lewat SMC 2026.

CIREBON – Kampanye keselamatan berkendara terus dikembangkan dengan pendekatan yang dekat dengan gaya komunikasi generasi muda. Salah satunya melalui Safety Riding Short Movie Contest (SMC) 2026 yang digelar Yayasan Astra Honda Motor (AHM).

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi membuat film pendek. SMC 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara melalui cerita, visual, dan kreativitas digital.

Antusiasme peserta tahun ini juga meningkat. Sebanyak 985 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dengan menghasilkan 340 karya film pendek. Karya-karya tersebut kemudian mendapat perhatian luas di media sosial dan telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali.

Ketua Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) Ahmad Muhibbuddin mengatakan, SMC 2026 mengusung tema “Stay Alive for the Next Chapter”. Tema tersebut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan bagian penting dalam menjalani perjalanan dan meraih masa depan.

Menurutnya, jumlah peserta SMC 2026 meningkat 72,5 persen, sedangkan jumlah karya yang masuk bertambah 69 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa peran masyarakat semakin kuat dalam menyuarakan pentingnya keselamatan berkendara melalui cerita, visual, dan kreativitas digital dengan gaya khas Gen Z yang kreatif dan kekinian,” kata Ahmad.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang membuat film pendek dengan durasi maksimal tiga menit. Karya kemudian diunggah melalui sejumlah platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, maupun YouTube.

Dari ratusan karya yang terkumpul, dewan juri melakukan proses seleksi hingga menetapkan sembilan film pendek terbaik. Para finalis berasal dari tiga kategori, yakni pelajar SMA/sederajat, mahasiswa, dan umum.

Pesan Keselamatan Dikemas Lewat Cerita

Pada kategori pelajar, film “Ini Atau Ini?” karya SMK Kristen Immanuel II Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, berhasil meraih juara pertama.

Film tersebut menyampaikan ajakan kepada masyarakat agar lebih bijak dan berhati-hati ketika melakukan perjalanan. Pesan keselamatan dikemas melalui pilihan-pilihan sederhana yang dapat ditemui pengendara dalam kehidupan sehari-hari.

Cerita dalam film itu menekankan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal memahami dan mematuhi aturan lalu lintas. Lebih dari itu, keselamatan juga sangat dipengaruhi keputusan yang dibuat setiap individu ketika berada di jalan.

Sementara itu, kategori mahasiswa dimenangkan Iqbal Bahi dari Universitas Siber Asia, DKI Jakarta, melalui film pendek berjudul “Pulang dengan Selamat”.

Film tersebut membawa pesan emosional bahwa berkendara dengan aman bukan semata-mata mengenai kepatuhan terhadap aturan. Ada kehidupan yang harus dihargai dan orang-orang terkasih yang menunggu kepulangan di rumah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan memiliki tujuan yang lebih penting, yakni dapat kembali dengan selamat kepada keluarga.

“Selain melalui film pendek, SMC 2026 juga telah memilih tiga konten terbaik dalam Social Media Challenge yang turut kami berikan apresiasi. Kreativitas video singkat 60 detik tersebut bertujuan memperluas jangkauan kampanye keselamatan berkendara melalui media sosial sesuai tren kekinian,” ujar Ahmad.

Kreativitas Anak Muda untuk Edukasi Keselamatan

Rangkaian puncak SMC 2026 juga diisi berbagai kegiatan edukatif. Para peserta tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam memproduksi film, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya keselamatan berkendara.

Kegiatan puncak tersebut berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu. Yayasan AHM memberikan apresiasi kepada para peserta yang dinilai telah ikut berkontribusi menyebarkan edukasi keselamatan berkendara melalui karya kreatif.

Total hadiah yang disiapkan dalam SMC 2026 mencapai Rp50 juta untuk para pemenang.

Yayasan AHM menyatakan akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengambil bagian dalam kampanye keselamatan berkendara.

Pendekatan melalui film pendek dan media sosial dinilai dapat membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan konten visual dan platform digital.

Melalui berbagai cerita inspiratif tersebut, kampanye keselamatan diharapkan tidak berhenti sebagai pesan dalam sebuah kompetisi. Edukasi juga diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta budaya berkendara yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

“Melalui SMC, kami memberikan ruang dan pengalaman bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat,” pungkas Ahmad. (apr)