Jelang Pemilu 2029, Partai Gelora Perkuat Rekrutmen Anggota hingga Tingkat TPS

Jelang pemilu 2029, Partai Gelora menyiapkan strategi dengan membentuk desk rekrutmen anggota

JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mulai mengubah strategi penguatan organisasi menghadapi Pemilu 2029. Tidak lagi sekadar mengejar jumlah anggota, partai tersebut kini menitikberatkan pada kualitas, validitas data, serta pembentukan jaringan pemenangan hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS).

Langkah tersebut ditandai dengan transformasi Tim Rekrutmen Anggota menjadi Desk Rekrutmen Anggota. Perubahan struktur ini diproyeksikan memperluas kewenangan sekaligus memperkuat koordinasi rekrutmen dari tingkat pusat hingga daerah.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik mengatakan, transformasi tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi tahapan pendaftaran calon peserta Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Mahfuz saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi perdana Desk Rekrutmen Anggota DPP-DPW Partai Gelora, Senin (14/9/2026) malam.

Menurut Mahfuz, perubahan dari tim menjadi desk bukan sekadar pergantian nama kelembagaan. Struktur baru tersebut memiliki mandat lebih luas untuk menangani berbagai kebutuhan organisasi terkait rekrutmen dan pengelolaan anggota.

“Transformasi kelembagaan dari tim menjadi desk bertujuan untuk memperluas kewenangan operasional dan jangkauan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah,” kata Mahfuz dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Desk Rekrutmen Anggota nantinya tidak hanya mengurus proses teknis perekrutan. Lembaga tersebut juga diberi kewenangan menyusun regulasi internal, melakukan validasi data keanggotaan, hingga mengalokasikan fungsi penggalangan berbasis massa.

Struktur desk juga tidak hanya dibentuk di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Partai Gelora akan membentuk Desk Rekrutmen Anggota hingga tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Di tingkat pusat, Desk Rekrutmen Anggota diketuai Triwisaksana. Ia sebelumnya menjabat Ketua Tim Rekrutmen Anggota sekaligus Ketua Koordinator Bidang Penggalangan DPP Partai Gelora.

Sementara di tingkat DPW dan DPD, posisi ketua desk dijabat secara ex-officio oleh Ketua Bidang Penggalangan masing-masing wilayah dan daerah.

Mahfuz mengatakan, struktur tersebut dirancang agar proses rekrutmen tidak berjalan sendiri-sendiri. Seluruh jaringan partai diharapkan memiliki pola kerja yang lebih terukur dan terintegrasi.

“Desk ini dibentuk agar koordinasi berjalan lebih sistematis dan intensif. Kita tidak hanya merekrut anggota, tetapi juga membangun jaringan penggalangan yang menjadi instrumen pemenangan partai hingga ke tingkat TPS,” ujarnya.

Target Tambah Anggota 5 Persen

Dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029, Partai Gelora menggunakan basis data keanggotaan yang sebelumnya tercatat dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU pada Pemilu 2024.

Saat itu, Partai Gelora memiliki sekitar 240.000 anggota yang tercatat dalam Sipol.

Dari basis tersebut, partai memproyeksikan penambahan minimal 5 persen anggota baru. Penambahan sekaligus pembaruan data diperlukan untuk mengantisipasi adanya penyusutan atau perubahan data keanggotaan.

“Kita memproyeksikan penambahan minimal 5 persen anggota baru untuk menutupi penyusutan data tersebut,” kata Mahfuz.

Ia menjelaskan, pembaruan data juga berkaitan dengan persiapan menghadapi persyaratan pendaftaran partai politik sebagai calon peserta Pemilu 2029.

Mahfuz menyebut persyaratan keanggotaan yang harus dipenuhi adalah minimal 1.000 anggota atau 1/1.000 dari jumlah penduduk di setiap kabupaten/kota.

Karena sudah memiliki basis data dari Pemilu 2024, Partai Gelora kini mengubah orientasi rekrutmen. Fokus tidak lagi semata-mata mengejar angka besar, tetapi memastikan anggota yang masuk benar-benar memenuhi aspek administrasi dan memiliki kapasitas untuk mendukung kerja organisasi.

“Kita tidak lagi pada kuantitas atau jumlah, melainkan kualitas,” ujarnya.

Meski demikian, Partai Gelora tetap membuka rekrutmen anggota baru. Sebab, kebutuhan sumber daya manusia tidak hanya untuk memenuhi persyaratan administrasi partai, tetapi juga membangun tim pemenangan di lapangan.

Mahfuz meminta seluruh DPW dan DPD segera menyelesaikan pembentukan Desk Rekrutmen Anggota di wilayah masing-masing.

Dengan begitu, proses verifikasi data maupun mobilisasi jaringan di lapangan dapat segera berjalan.

Anggota Baru Dibekali Orientasi Kepartaian

Rekrutmen anggota juga akan disertai proses pembekalan. Setiap anggota baru yang bergabung melalui Desk Rekrutmen Anggota akan mendapatkan modul Orientasi Kepartaian atau OK Gelora.

Modul tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai visi, misi, serta platform perjuangan Partai Gelora.

Selain pemahaman internal partai, kader baru juga akan mendapatkan materi mengenai perkembangan politik global dan nasional.

Menurut Mahfuz, pembekalan tersebut diperlukan agar anggota yang masuk tidak sekadar tercatat dalam database, tetapi memahami posisi dan arah perjuangan partai.

Sistem rekrutmen juga akan memanfaatkan platform digital. Partai Gelora menyiapkan sistem yang mengintegrasikan pendaftaran, pengelolaan administrasi, validasi data, hingga pemantauan perkembangan rekrutmen di daerah.

Dengan sistem tersebut, data anggota dari daerah nantinya bermuara pada dashboard nasional di tingkat pusat.

Mahfuz menilai sistem terintegrasi diperlukan untuk memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi. Terlebih, kerja rekrutmen akan menjadi bagian dari konsolidasi jangka panjang menuju Pemilu 2029.

Dua Target Strategis Menuju 2029

Ketua Desk Rekrutmen Anggota Pusat Partai Gelora Triwisaksana mengatakan, penguatan struktur dari pusat hingga daerah memiliki dua sasaran utama.

Pertama, memastikan terpenuhinya persyaratan keanggotaan partai politik dalam Sipol KPU sehingga Partai Gelora dapat memenuhi tahapan sebagai peserta Pemilu 2029.

Kedua, membangun jaringan relawan dan menyiapkan saksi pemenangan di seluruh TPS.

“Kali ini kita lebih mengutamakan kualitas. Anggota yang masuk ke dalam sistem tidak hanya sekadar di-entry, tetapi harus diverifikasi secara ketat untuk memastikan keabsahannya, baik untuk kebutuhan verifikasi partai politik maupun kerja pemenangan,” ujar Triwisaksana.

Ia mengatakan, pendekatan tersebut berbeda dengan strategi yang pernah diterapkan Partai Gelora pada periode sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat penekanan pada target kuantitatif hingga satu juta anggota, kini partai mengedepankan verifikasi dan validitas data.

Bagi Partai Gelora, data anggota menjadi salah satu instrumen penting untuk menghadapi tahapan verifikasi partai politik sekaligus membangun jaringan organisasi.

Karena persyaratan keanggotaan berbasis kabupaten/kota, DPD ditempatkan sebagai ujung tombak proses rekrutmen di lapangan.

Sementara DPP dan DPW akan memberikan dukungan sistem serta memastikan proses tersebut berjalan sesuai strategi yang telah ditetapkan.

“Mengingat persyaratan keanggotaan di KPU berbasis kabupaten/kota, maka DPD ditetapkan sebagai ujung tombak pelaksana rekrutmen di lapangan. Sementara itu, DPP dan DPW berperan memberikan dukungan sistem,” kata Triwisaksana.

Dibagi dalam Empat Wilayah Monitoring

Untuk mendukung kerja tersebut, DPP Partai Gelora telah menyiapkan infrastruktur digital terintegrasi. Pendaftaran anggota dapat dilakukan melalui situs web maupun WhatsApp.

Seluruh data yang masuk dari daerah kemudian akan terintegrasi ke dalam dashboard nasional di tingkat pusat.

Triwisaksana mengatakan, DPP juga membagi wilayah monitoring menjadi empat kawasan.

Keempat wilayah tersebut meliputi Sumatera, Jawa-Bali-Nusra, Kalimantan-Sulawesi, serta Maluku-Papua.

Pembagian ini dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan sekaligus memastikan perkembangan rekrutmen di setiap daerah dapat dipantau secara lebih terstruktur.

Selain mengandalkan struktur organisasi, DPW dan DPD juga diberikan kewenangan untuk mengoptimalkan jaringan konstituen.

Anggota DPRD dari Partai Gelora dapat ditugaskan untuk membantu proses rekrutmen berbasis konstituen dan jaringan lokal.

Dengan demikian, proses perekrutan anggota tidak hanya dilakukan melalui mekanisme administratif, tetapi juga diarahkan untuk membangun jaringan politik di tingkat akar rumput.

Sebelumnya Bentuk Desk Verpol

Strategi penguatan rekrutmen anggota ini melanjutkan langkah Partai Gelora dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta meluncurkan Desk Verifikasi Partai Politik (Verpol) pada Minggu (2/8/2026).

Desk Verpol dibentuk untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan Partai Gelora menghadapi proses verifikasi KPU. Persiapan tersebut mencakup kelengkapan administrasi, kepengurusan fisik, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Verifikasi KPU dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Desember 2027.

Partai Gelora menyatakan pembentukan Desk Verpol di tingkat pusat dan wilayah telah dituntaskan. Sementara pembentukan di tingkat DPD masih dalam proses penyelesaian.

Desk Verpol tersebut menggunakan filosofi kerja seperti seorang pemanah, yakni mengedepankan presisi, efektivitas, dan efisiensi.

Dengan pembentukan Desk Rekrutmen Anggota dan Desk Verpol, Partai Gelora mulai menata mesin organisasi lebih awal untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Fokusnya tidak hanya pada pemenuhan persyaratan administratif sebagai peserta pemilu, tetapi juga membangun struktur anggota, relawan, serta jaringan saksi yang ditargetkan menjangkau TPS di seluruh Indonesia.

Bagi Partai Gelora, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari persiapan jangka panjang untuk memperkuat basis massa dan struktur organisasi menjelang kontestasi politik 2029. (abd)