Tujuh Bencana Terjadi di Kota Cirebon Selama Agustus 2026, Pohon Tumbang Mendominasi

Selama Bulan Agustus 2026, BPBD Kota Cirebon mencatat terjadi 7 bencana alam

CIREBON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencatat tujuh kejadian bencana terjadi sepanjang Agustus 2026. Peristiwa tersebut didominasi pohon tumbang yang terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BPBD Kota Cirebon, tujuh kejadian tersebut terdiri dari empat pohon tumbang, satu rumah ambruk, dan dua kebakaran lahan.

Rangkaian bencana itu turut memberikan dampak kepada masyarakat. BPBD mencatat tiga warga terdampak, sementara dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian bencana yang terjadi selama Agustus.

Dari sisi kerusakan material, satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Kerusakan tersebut disebabkan kondisi bangunan yang mengalami pelapukan.

Jika diakumulasikan sejak Januari hingga Agustus 2026, jumlah kejadian bencana di Kota Cirebon mencapai 107 peristiwa.

Pohon tumbang menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi dengan 38 kasus. Selanjutnya, BPBD mencatat 24 kejadian kebakaran lahan dan 23 kejadian bangunan ambruk.

Selain tiga jenis kejadian tersebut, bencana lain yang tercatat sepanjang Januari-Agustus 2026 meliputi delapan kejadian tanah longsor, enam cuaca ekstrem, lima banjir, dua operasi search and rescue (SAR), serta satu kejadian kekeringan.

Data tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana di Kota Cirebon tidak hanya berkaitan dengan kondisi cuaca, tetapi juga menyangkut faktor lingkungan dan kondisi fisik bangunan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan potensi bahaya yang berada di sekitar tempat tinggal maupun aktivitas sehari-hari.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon Eko Kuswantoro mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi perubahan kondisi cuaca.

“BPBD Kota Cirebon mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca berubah dan terdapat pohon atau bangunan yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya. (ade)