CIREBON – Sebanyak 13 puskesmas di Kota Cirebon yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mendaftarkan diri dalam Program Magang Hub yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Keikutsertaan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga kesehatan, sekaligus membuka peluang bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja.
Pendaftaran tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan coaching clinic Program Magang Hub yang digelar Kemenaker melalui Direktorat Bina Lattas bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kantor Disnaker Kota Cirebon itu diikuti perwakilan perusahaan dan fasilitas kesehatan dari wilayah Ciayumajakuning. Agenda tersebut difokuskan pada pendampingan teknis dan penyelesaian kendala administrasi bagi calon penyelenggara program pemagangan.
Ketua Tim Pemagangan Dalam Negeri Direktorat Bina Lattas Kemenaker RI, Muhammad Yasin, mengatakan coaching clinic digelar untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran Program Magang Hub.
Menurutnya, pendampingan diperlukan agar calon penyelenggara dapat memahami tahapan administrasi dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan sebelum mengikuti program.
“Kegiatan ini dihadirkan agar berbagai kendala teknis dapat teratasi dengan baik, sehingga perusahaan penyelenggara dapat mengikuti program magang secara lebih lancar,” kata Yasin.
Kemenaker Dampingi Perusahaan Daftar Magang Hub
Yasin menjelaskan, pendampingan dalam coaching clinic mencakup sejumlah tahapan pendaftaran secara digital. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan akun Siap Kerja, akun Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), hingga proses pendaftaran akun Magang Hub.
Melalui pendampingan tersebut, Kemenaker berharap calon penyelenggara dapat menyelesaikan kendala teknis yang berpotensi menghambat proses pendaftaran.
Program Magang Hub sendiri telah memasuki Batch 3. Pada pelaksanaan sebelumnya, program pemagangan nasional tersebut telah memfasilitasi sekitar 100.000 masyarakat Indonesia.
Kemenaker berharap pelaksanaan batch terbaru dapat memperluas keterlibatan perusahaan dan instansi dalam menyediakan kesempatan pemagangan bagi masyarakat, terutama lulusan baru yang membutuhkan pengalaman kerja sebagai bekal memasuki dunia profesional.
Partisipasi perusahaan dinilai penting untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi para pencari kerja. Melalui pemagangan, peserta diharapkan dapat mengenal lingkungan kerja secara langsung sekaligus mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang diminati.
13 Puskesmas BLUD Kota Cirebon Ikut Mendaftar
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Maruf Nuryasa AP, mengapresiasi kolaborasi Kemenaker dalam menyosialisasikan dan memfasilitasi pendaftaran Program Pemagangan Nasional di wilayah III Cirebon.
Menurut Maruf, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan maupun instansi untuk terlibat dalam peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Kegiatan ini menargetkan sekitar 100 peserta dari unsur perusahaan di wilayah III Cirebon. Mereka diharapkan berpartisipasi aktif dalam menyediakan kesempatan pemagangan dan membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keterlibatan puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Kota Cirebon.
Maruf menyebutkan, sebanyak 13 puskesmas telah mendaftarkan diri sebagai calon penyelenggara dalam Program Magang Hub.
“Puskesmas Kota Cirebon karena berstatus BLUD, sampai hari ini yang mendaftar sebanyak 13 puskesmas,” ujar Maruf.
Keikutsertaan belasan puskesmas tersebut menjadi langkah untuk membuka peluang pemagangan di sektor pelayanan kesehatan. Kebutuhan tenaga kerja di fasilitas kesehatan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Melalui program ini, tenaga kesehatan muda berpeluang mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mereka memahami proses kerja, meningkatkan keterampilan profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Meski demikian, pendaftaran sebagai calon penyelenggara tidak serta-merta berarti seluruh kebutuhan tenaga kesehatan telah terpenuhi. Pelaksanaan pemagangan tetap perlu mengikuti ketentuan program dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan.
Buka Peluang Kerja bagi Lulusan Baru
Maruf berharap semakin banyak perusahaan dan instansi di wilayah III Cirebon yang bergabung dalam Program Magang Hub. Dengan keterlibatan berbagai sektor, kesempatan pemagangan diharapkan semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak pencari kerja.
Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat bagi lulusan baru atau fresh graduate yang kerap menghadapi tantangan ketika memasuki dunia kerja karena keterbatasan pengalaman profesional.
Di sisi lain, perusahaan dan instansi penyelenggara berkesempatan mengenalkan lingkungan kerja kepada peserta sekaligus mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Keterlibatan 13 puskesmas berstatus BLUD di Kota Cirebon memperlihatkan bahwa peluang pemagangan tidak hanya terbatas pada sektor industri dan perusahaan swasta. Fasilitas pelayanan publik, termasuk bidang kesehatan, juga dapat mengambil bagian dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompeten.
Melalui sinergi antara Kemenaker, Disnaker, perusahaan, dan fasilitas kesehatan, Program Magang Hub diharapkan mampu memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal serta memperluas akses pengalaman kerja bagi generasi muda di wilayah Ciayumajakuning. (abd)
















