Antusias Sambut Bantuan Becak Listrik, Rusmin Berharap Bisa Angkut Lebih Banyak Penumpang

Warga Indramayu antusias sambut bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo

INDRAMAYU – Program bantuan becak listrik membawa harapan baru bagi para pengayuh becak konvensional di Kabupaten Indramayu. Kehadiran kendaraan ramah lingkungan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah. Selain meringankan pekerjaan, bantuan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan penghasilan para penerimanya.

Salah satu warga yang merasakan manfaat program tersebut adalah Rusmin, 67, warga Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan menerima bantuan becak listrik yang dinilai dapat membantu aktivitasnya sehari-hari sebagai pengayuh becak.

Antusias sambut bantuan becak listrik itu terlihat ketika Rusmin mengikuti tahapan verifikasi data penerima sekaligus pelatihan pengoperasian kendaraan pada Jumat (16/10). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting sebelum bantuan diserahkan secara resmi kepada para penerima manfaat.

Bagi Rusmin, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru, melainkan peluang untuk menjalani pekerjaan dengan lebih ringan di usia yang tidak lagi muda. Selama bertahun-tahun, ia harus mengandalkan kekuatan kaki untuk mengayuh becak, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain demi mendapatkan penumpang.

Dengan adanya bantuan tersebut, ia berharap bisa tetap produktif tanpa harus mengeluarkan tenaga sebesar ketika menggunakan becak konvensional.

“Alhamdulillah, tidak ada kesulitan sama sekali. Saya sangat senang dan makin semangat untuk mencari langganan. Kalau tadinya sehari dapat lima penumpang, dengan adanya becak listrik, harapannya bisa dapat lebih banyak penumpang lagi,” ujar Rusmin.

Penghasilan Rp50 Ribu Sehari, Becak Listrik Jadi Harapan Baru

Sebelum mendapatkan bantuan becak listrik, Rusmin sehari-hari mangkal di kawasan Pasar Trisi. Lokasi tersebut menjadi salah satu tempatnya menunggu penumpang yang membutuhkan jasa transportasi untuk berbagai keperluan.

Selain mengantar masyarakat di sekitar pasar, Rusmin juga kerap melayani perjalanan anak-anak menuju sekolah. Pekerjaan itu menjadi bagian dari rutinitasnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Namun, penghasilan sebagai pengayuh becak tidak selalu dapat dipastikan. Jumlah uang yang dibawa pulang bergantung pada banyaknya penumpang yang menggunakan jasanya setiap hari.

Rusmin mengungkapkan, pendapatannya selama ini berkisar Rp50.000 per hari. Nominal tersebut pun tidak selalu sama karena tarif angkutan yang diberikan penumpang bersifat sukarela.

Kondisi itu membuatnya harus tetap berusaha mendapatkan penumpang sebanyak mungkin agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Di tengah persaingan dengan berbagai moda transportasi lainnya, kemampuan menjangkau lebih banyak pelanggan menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan penghasilan.

Karena itu, bantuan becak listrik disambut sebagai kesempatan untuk memperbaiki kondisi ekonominya. Rusmin berharap kendaraan tersebut dapat membuatnya lebih leluasa melayani penumpang tanpa cepat kelelahan.

Menurutnya, penggunaan becak listrik memberikan keuntungan karena ia tidak perlu lagi mengayuh kendaraan sepenuhnya dengan tenaga sendiri. Dengan beban fisik yang lebih ringan, ia berharap dapat melayani perjalanan yang lebih jauh dan menjangkau calon pelanggan di luar lokasi mangkal biasanya.

Selain membantu pengemudi, Rusmin juga berharap kendaraan tersebut memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jasanya.

“Bekerja lebih ringan karena tidak perlu mengayuh. Saya bisa mencari dan mengantar penumpang lebih jauh, sementara penumpang juga lebih nyaman. Mudah-mudahan penghasilan juga bisa meningkat,” katanya.

Harapan tersebut menjadi gambaran bagaimana bantuan sarana transportasi dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat kecil. Bagi pengayuh becak seperti Rusmin, kemudahan bekerja dan peluang memperoleh tambahan penumpang menjadi hal penting untuk menjaga keberlangsungan mata pencaharian.

Meski demikian, peningkatan pendapatan tetap bergantung pada permintaan jasa transportasi, jumlah penumpang, serta kemampuan penerima memanfaatkan kendaraan untuk kegiatan produktif.

Pendataan Penerima Dilakukan di Berbagai Wilayah Indramayu

Sementara itu, tokoh masyarakat Indramayu, H Kasan Basari, mengatakan pemerataan penyaluran bantuan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program becak listrik tersebut.

Menurutnya, pendataan dan penjaringan calon penerima dilakukan secara langsung di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu. Langkah ini bertujuan menjangkau masyarakat yang dinilai membutuhkan dukungan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Proses pendataan mencakup sejumlah kawasan di bagian barat, timur, hingga selatan Kabupaten Indramayu. Beberapa titik yang menjadi lokasi penjaringan calon penerima di antaranya Kecamatan Patrol, Jatibarang, Losarang, serta kawasan perkotaan Indramayu.

Melalui proses tersebut, calon penerima bantuan dapat diverifikasi sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas becak listrik.

Tahapan verifikasi menjadi penting agar penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Selain memastikan kesesuaian data calon penerima, proses ini juga memberikan kesempatan kepada penerima untuk memahami tanggung jawab dalam menggunakan fasilitas yang diberikan.

Kasan menjelaskan, penerima manfaat juga diwajibkan menandatangani dokumen komitmen. Dokumen tersebut menjadi bentuk tanggung jawab agar becak listrik benar-benar digunakan untuk menunjang pekerjaan dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Bantuan yang diberikan tidak diperuntukkan bagi kepentingan jual beli. Karena itu, para penerima diharapkan tidak menyalahgunakan kendaraan yang telah dipercayakan kepada mereka.

“Sanksi atau aturan terkait penyelewengan nantinya menjadi kewenangan penuh pihak pusat. Kami mengimbau kepada warga penerima agar merawat, menjaga, dan memanfaatkan becak listrik ini sebaik mungkin untuk menjemput rezeki,” kata Kasan.

Ia berharap masyarakat yang menerima bantuan dapat menjaga kondisi kendaraan, memahami aturan pemanfaatannya, serta menggunakan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab.

Dengan pemanfaatan yang tepat, bantuan becak listrik diharapkan tidak berhenti sebagai program penyerahan kendaraan semata. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu mendukung keberlangsungan usaha para pengayuh becak, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan harian dari jasa angkutan tradisional.

Pelatihan oleh PT Pindad Sebelum Penyerahan Resmi

Sebelum unit becak listrik diserahkan kepada penerima, calon penerima terlebih dahulu mengikuti pelatihan pengoperasian yang dilakukan oleh tim dari Jakarta, yakni PT Pindad.

Pelatihan tersebut ditujukan untuk memastikan para penerima memahami cara menggunakan kendaraan dengan benar. Pemahaman mengenai pengoperasian menjadi bekal penting agar kendaraan dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman ketika mulai digunakan untuk melayani penumpang.

Rusmin mengaku tidak mengalami kendala berarti saat mencoba becak listrik setelah memperoleh arahan dari petugas. Penjelasan yang diberikan selama pelatihan membantunya memahami cara menggunakan kendaraan tersebut.

Pengalaman itu turut menambah keyakinannya untuk memanfaatkan bantuan tersebut sebagai sarana mencari nafkah. Ia pun berharap dapat segera menggunakan becak listrik untuk kembali melayani pelanggan, terutama di kawasan Pasar Trisi dan sekitarnya.

Adapun penyerahan unit becak listrik kepada para penerima bantuan direncanakan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Indramayu. Penyerahan secara simbolis akan dilaksanakan setelah seluruh proses verifikasi selesai dan jadwal resmi dari tim pusat di Jakarta ditetapkan.

Hingga Jumat (16/10), proses verifikasi data dan pelatihan pengoperasian masih berlangsung. Dengan demikian, jadwal penyerahan resmi masih menunggu penyelesaian tahapan tersebut.

“Insya Allah dalam waktu dekat, ya! Sekarang masih tahap verifikasi dan pelatihan pengoperasian oleh tim dari Jakarta, yaitu PT Pindad. Untuk penyerahan nanti dilakukan secara simbolis di Pendopo Indramayu,” pungkas Kasan.

Program bantuan becak listrik ini menjadi harapan bagi para pengayuh becak di Indramayu untuk menjalankan pekerjaan dengan lebih ringan. Bagi Rusmin, kendaraan tersebut diharapkan dapat membuka peluang mendapatkan lebih banyak penumpang sekaligus menjaga penghasilannya agar tetap mampu menopang kebutuhan keluarga.

Ke depan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersalurkannya bantuan kepada penerima yang memenuhi persyaratan. Pemanfaatan kendaraan secara berkelanjutan, perawatan yang baik, serta kemampuan penerima mengembangkan layanan juga menjadi faktor penting agar manfaat bantuan dapat dirasakan dalam jangka panjang. (oni)