Anggaran Rp155 Juta Digelontorkan! Desa Sidamulya Bangun Sumur Bor untuk Petani

Desa Sidamulya Kuningan membangun sumur bor senilai Rp155,7 juta dari APBN 2026 untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air dan meningkatkan produksi.

KUNINGAN – Pemerintah Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, membangun fasilitas irigasi perpompaan berupa sumur bor dengan anggaran mencapai Rp155,7 juta. Infrastruktur pertanian yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan air sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian milik masyarakat.

Pembangunan sumur bor tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan pengairan yang selama ini dihadapi petani, terutama ketika memasuki musim kemarau. Keterbatasan pasokan air berpotensi menghambat aktivitas pertanian, bahkan dapat memengaruhi hasil panen apabila kebutuhan pengairan tidak terpenuhi.

Melalui pembangunan sarana irigasi perpompaan ini, para petani di Desa Sidamulya diharapkan memiliki alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian secara lebih berkelanjutan.

Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas tersebut mencapai Rp155.700.000. Dana sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Program ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Penyalurannya dilakukan secara berjenjang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan.

Sementara itu, pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan dilakukan secara swakelola oleh Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) Kelompok Tani Mekar Jaya 2.

Berdasarkan rencana pelaksanaan, pekerjaan konstruksi sumur bor tersebut ditargetkan berlangsung selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2026. Selama periode tersebut, tim pelaksana diharapkan dapat menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan sesuai perencanaan dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Sumur Bor Jadi Solusi Pengairan Saat Kemarau

Kepala Desa Sidamulya, Omon, mengatakan pembangunan sumur bor menjadi salah satu prioritas untuk mendukung kebutuhan dasar sektor pertanian di wilayahnya.

Menurutnya, ketersediaan air merupakan faktor penting yang menentukan keberlangsungan kegiatan usaha tani. Terlebih, petani membutuhkan kepastian pasokan air agar lahan pertanian tetap produktif meskipun terjadi penurunan debit air pada jaringan irigasi konvensional.

Dengan adanya fasilitas irigasi perpompaan, diharapkan kebutuhan air untuk lahan pertanian warga dapat lebih terjamin.

“Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi para petani di Desa Sidamulya. Kami berharap keberadaan fasilitas sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata dalam menunjang kegiatan pertanian masyarakat, khususnya pada saat musim kemarau,” ujar Omon.

Ia menilai dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian di tingkat desa.

Menurutnya, pembangunan sarana pengairan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sektor pertanian. Sebab, ketersediaan air yang memadai dapat membantu petani menjaga keberlangsungan masa tanam dan mengurangi risiko terganggunya produksi akibat kekurangan air.

Karena itu, Omon berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan standar teknis yang berlaku.

Ia juga mengingatkan tim pelaksana agar menggunakan anggaran sesuai peruntukannya serta memastikan hasil pembangunan benar-benar memenuhi kebutuhan petani.

“Kami berharap pengerjaan ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan hasilnya sesuai dengan perencanaan. Yang terpenting, fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk membantu kelancaran pengairan lahan pertanian,” tegasnya.

Kelompok Tani Diminta Aktif Merawat Fasilitas

Selain mengejar penyelesaian pembangunan, Pemerintah Desa Sidamulya juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pemanfaatan fasilitas sumur bor tersebut.

Omon menegaskan, pemeliharaan dan pengelolaan setelah pembangunan selesai menjadi tanggung jawab penting yang harus diperhatikan bersama. Infrastruktur pertanian yang dibangun menggunakan anggaran negara perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan dan tetap bisa digunakan dalam jangka panjang.

Untuk itu, ia meminta pengurus serta anggota kelompok tani berperan aktif dalam merawat fasilitas sumur bor beserta perangkat pompa pendukungnya.

Pengelolaan yang baik dinilai penting agar sarana irigasi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Keterlibatan kelompok tani juga diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun. Dengan demikian, keberadaan infrastruktur tersebut tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi aset penting untuk menunjang aktivitas pertanian Desa Sidamulya pada masa mendatang.

Melalui pembangunan sumur bor senilai Rp155,7 juta ini, Pemerintah Desa Sidamulya berharap persoalan keterbatasan air pertanian dapat semakin teratasi. Pada akhirnya, ketersediaan sumber air yang lebih terjamin diharapkan mampu mendukung produktivitas lahan, menjaga keberlangsungan usaha tani, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. (iim)