
CIREBON – Keceriaan perlahan kembali terlihat dari wajah Lovanya Evelyn Kautsar. Setelah sempat menjalani pembelajaran dari rumah akibat kecelakaan maut di kawasan Gronggong, siswi SDN Guntur, Kota Cirebon, itu kini kembali belajar bersama teman-teman sekelasnya.
Sekitar satu bulan terakhir, Lovanya kembali merasakan suasana sekolah yang sempat dirindukannya. Meski masih menggunakan kursi roda dalam proses pemulihan, ia mengaku senang bisa kembali mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Bagi Lovanya, bertemu teman-teman menjadi salah satu hal yang paling membahagiakan setelah cukup lama tidak bersekolah secara langsung. Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti ketika kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
“Senang bisa ketemu teman-teman dan belajar bersama lagi,” tuturnya saat ditemui di ruang kelas VI SDN Guntur, Jumat (16/10/2026).
Kembalinya Lovanya ke sekolah menjadi langkah penting dalam menjalani kehidupan setelah peristiwa tragis yang mengubah hidupnya. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa ayah, ibu, serta adik bayinya. Kini, di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, ia berusaha kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan menatap masa depan.
Ingin Melanjutkan Sekolah ke SMP Negeri 5 Kota Cirebon
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapinya, Lovanya tetap memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, ia berharap dapat melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 5 Kota Cirebon.
Keinginan tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya tetap bersemangat menjalani hari-hari di sekolah. Ia ingin kembali belajar, bertemu teman-teman, serta melanjutkan pendidikan seperti anak-anak seusianya.
Bukan hanya menentukan sekolah lanjutan, Lovanya juga sudah memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan. Ia ingin menjadi perawat agar kelak dapat membantu orang lain.
Cita-cita itu menjadi bagian dari harapan yang terus dibawanya selama menjalani masa pemulihan. Di usianya yang masih belia, keinginan untuk menolong sesama menunjukkan bahwa ia masih memiliki tujuan yang ingin diraih melalui pendidikan.
Semangat Lovanya juga terlihat ketika Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo, berkunjung bersama jajaran Dinas Pendidikan dan guru ke sekolahnya.
Noviyanti mengatakan, sebelumnya ia menerima informasi bahwa kondisi psikologis Lovanya sempat menurun ketika melihat foto-foto keluarganya yang telah meninggal dunia.
Kehilangan orang-orang terdekat tentu menjadi pengalaman berat bagi seorang anak. Karena itu, dukungan dari lingkungan sekitar dinilai penting agar Lovanya dapat menjalani proses pemulihan sekaligus kembali membangun semangat untuk beraktivitas.
Namun, saat dikunjungi di sekolah, Lovanya mulai menunjukkan keceriaan. Ia terlihat bersemangat ketika berbincang mengenai kegiatan belajar dan rencana melanjutkan pendidikan.
“Dia masih bersemangat karena ingin melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 5,” kata Noviyanti.
Dinas Pendidikan Koordinasikan Kelanjutan Pendidikan Lovanya
Noviyanti menyebut Forum Anak Kota Cirebon telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon mengenai rencana pendidikan lanjutan Lovanya.
Meski demikian, proses penerimaan ke sekolah tujuan tetap perlu mengikuti ketentuan yang berlaku. Apabila diperlukan kebijakan khusus, hal tersebut akan dibicarakan lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan dinas terkait.
Koordinasi ini diharapkan dapat membantu Lovanya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku serta kebutuhan selama menjalani pemulihan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih, mengatakan bahwa sekolah perlu memberikan dukungan kepada anak-anak dengan kebutuhan yang berbeda agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan pendidikan.
Kunjungan ke SDN Guntur juga menjadi kesempatan bagi jajaran terkait untuk melihat secara langsung kondisi Lovanya setelah kembali belajar di sekolah.
Menurut Ade, dukungan dari lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Perhatian tersebut tidak hanya diperlukan bagi Lovanya, tetapi juga bagi siswa lain agar tumbuh dalam lingkungan yang saling menghargai dan mendukung.
Kehadiran teman-teman sekelas menjadi bagian penting dalam keseharian Lovanya. Di tengah proses pemulihan, kesempatan untuk kembali berinteraksi, belajar bersama, dan merasakan kebersamaan di sekolah diharapkan dapat membantu menjaga semangatnya.
Ade pun mengingatkan para siswa agar saling menyayangi dan memberikan dukungan kepada teman-teman mereka, termasuk kepada Lovanya yang saat ini masih menggunakan kursi roda.
Perhatian dari guru, teman sebaya, dan lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi Lovanya untuk kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman.
Di tengah kehilangan besar yang dialaminya, Lovanya masih menyimpan harapan tentang masa depan. Ia ingin melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 5 Kota Cirebon dan mewujudkan cita-citanya menjadi perawat agar bisa menolong orang lain.
Semangat untuk kembali belajar tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak yang menghadapi situasi sulit tetap membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan dukungan untuk melanjutkan pendidikan serta meraih cita-cita mereka. (ade)















