684 Barang Tertinggal di Kereta Api dan Stasiun, Nilainya Tembus Rp702 Juta

KAI Daop 3 Cirebon mencatat 684 barang tertinggal senilai Rp702 juta hingga September 2026. Simak rincian temuan dan cara melaporkannya.

CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat sebanyak 684 barang tertinggal di kereta api maupun area stasiun selama periode Januari hingga September 2026. Total estimasi nilai barang temuan tersebut mencapai Rp702,58 juta.

Dari ratusan barang yang ditemukan, sebagian besar telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya melalui layanan Lost and Found atau layanan penanganan barang tertinggal milik KAI. Layanan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan selama menggunakan transportasi kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk memastikan barang yang tertinggal dapat diamankan dan dikembalikan kepada pemiliknya sesuai prosedur yang berlaku.

Menurut dia, pelayanan kepada pelanggan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan. Kepedulian terhadap barang bawaan yang tertinggal juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Bagi KAI, kenyamanan pelanggan tidak hanya diwujudkan melalui perjalanan yang aman dan tepat waktu, tetapi juga melalui kepedulian terhadap barang-barang yang tertinggal. Kami berupaya memastikan setiap barang temuan dapat terdata, diamankan, dan dikembalikan kepada pemiliknya sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Muhibbuddin.

Ratusan Barang Tertinggal Berhasil Dikembalikan

Berdasarkan data KAI Daop 3 Cirebon, dari total 684 barang temuan selama sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 617 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya.

Sementara itu, 31 barang berupa makanan telah dimusnahkan karena kondisinya sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Adapun 36 barang lainnya masih dalam proses penanganan dan belum dikembalikan kepada pemiliknya.

Jika dilihat dari jenisnya, barang temuan tersebut terdiri atas 358 barang kategori biasa, 259 barang berharga, dan 67 temuan berupa makanan.

Data tersebut menunjukkan bahwa barang yang tertinggal di lingkungan perkeretaapian memiliki jenis dan karakteristik yang beragam. Karena itu, setiap temuan perlu ditangani dengan memperhatikan jenis, kondisi, serta prosedur pengamanan yang berlaku.

Khusus barang berharga, proses penanganan menjadi bagian penting untuk memastikan barang tetap aman hingga dapat diserahkan kepada pemilik yang benar. Melalui layanan Lost and Found, KAI berupaya membantu pelanggan yang kehilangan barang selama perjalanan maupun ketika berada di stasiun.

Cara Melaporkan Barang yang Tertinggal di Kereta Api

KAI Daop 3 Cirebon mengingatkan pelanggan agar lebih teliti saat turun dari kereta api maupun meninggalkan area stasiun. Pemeriksaan sederhana sebelum meninggalkan tempat duduk dapat membantu mengurangi risiko kehilangan barang.

Pelanggan disarankan memeriksa kembali seluruh barang bawaan, termasuk tas, dompet, telepon seluler, dokumen penting, dan barang lainnya. Area yang perlu diperhatikan antara lain tempat duduk, rak bagasi, serta ruang di sekitar tempat pelanggan berada selama perjalanan.

Apabila menemukan barang milik orang lain yang tertinggal, pelanggan diimbau segera melaporkannya kepada petugas KAI di stasiun. Langkah tersebut membantu petugas melakukan pendataan dan pengamanan agar barang dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Sementara itu, pelanggan yang merasa kehilangan barang dapat segera menghubungi petugas KAI untuk menyampaikan informasi mengenai barang tersebut. Keterangan seperti jenis barang, ciri-ciri khusus, lokasi terakhir barang terlihat, serta waktu kejadian dapat membantu proses penelusuran.

Muhibbuddin mengajak seluruh pelanggan untuk membiasakan diri memeriksa barang bawaan sebelum mengakhiri perjalanan. Namun, apabila barang terlanjur tertinggal, pelanggan diharapkan tidak ragu melapor kepada petugas agar proses pencarian dapat segera dilakukan.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk lebih teliti terhadap barang bawaannya. Namun, apabila ada barang yang tertinggal, jangan ragu untuk segera melapor kepada petugas KAI. Kami akan membantu proses penelusuran dan pengembalian barang sesuai ketentuan. Terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang terus menggunakan layanan kereta api,” tuturnya.

Melalui layanan Lost and Found, KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. KAI juga mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap barang bawaan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu perjalanan menjadi lebih tenang.

Dengan dukungan petugas dan partisipasi pelanggan, penanganan barang tertinggal di kereta api maupun stasiun diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga barang temuan memiliki peluang lebih besar untuk kembali kepada pemiliknya. (abd)