JEDDAH – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Muhammad Anis Matta mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menuntut akuntabilitas Israel atas berbagai kejahatan kemanusiaan dan tindakan terorisme yang dilakukan di wilayah Palestina.
Desakan tersebut disampaikan Anis Matta saat mewakili Pemerintah Indonesia dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Luar Biasa OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/8/2026).
Dalam forum tersebut, Anis Matta juga meminta agar kekerasan yang dilakukan para pemukim ilegal Israel di wilayah Palestina dikategorikan sebagai tindakan terorisme.
Anis mengatakan, ketika perhatian dunia tengah teralihkan oleh perang regional di jantung Dunia Islam, Israel justru memanfaatkan situasi tersebut untuk meningkatkan berbagai tindakan kekerasan dan kejahatan kemanusiaan.
“Baik dengan membunuh lebih banyak saudara kita di Palestina maupun saudara kita di Lebanon, Suriah, dan Iran; melanggar kesucian Masjid Al Aqsa; dan atau memperluas permukiman ilegal dan merebut lebih banyak tanah Palestina,” kata Anis dalam pernyataannya pada sesi konferensi.
Karena itu, Anis menegaskan OKI harus mengambil langkah nyata untuk menuntut pertanggungjawaban Israel.
“Organisasi ini harus terus bekerja dengan segala kemampuan dan mekanisme yang dimiliki untuk menuntut akuntabilitas Israel atas kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan, serta mengategorikan tindakan kekerasan para pemukim ilegal sebagai tindakan terorisme,” tegasnya.
KTM Luar Biasa ke-23 OKI digelar untuk memilih Sekretaris Jenderal OKI sekaligus membahas berbagai perkembangan terkini di dunia Islam, terutama situasi Palestina dan dinamika geopolitik yang meluas akibat konflik regional.
Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota OKI sepakat memilih Ismail Ould Cheikh Ahmed dari Mauritania sebagai Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031.
Anis menilai OKI tidak akan mampu membangun kewibawaan dan memperkuat alasan keberadaannya hanya melalui pernyataan serta kecaman. Menurutnya, organisasi tersebut harus menunjukkan tindakan nyata dan melakukan upaya berkelanjutan di lapangan.
“Hanya tindakan nyata yang menunjukkan ketulusan niat dan arah yang akan dapat menguatkan OKI,” ujarnya.
Indonesia merupakan salah satu negara pendiri OKI dan selama ini aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sikap tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa.
Dalam sejumlah kesempatan, Anis Matta juga menyampaikan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina merupakan kewajiban agama yang lebih luas sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan. (Abd)













