Terbaru di Calmara Cafe Kuningan, Intimate Wedding dan Lesehan Panorama Ciremai

Hadir dengan fasilitas baru, Calmara Cafe Kuningan tambah spot untuk lesehan dan intimate wedding

KUNINGAN – Calmara Cafe, Resto & Resort di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, terus mengembangkan konsep destinasi kuliner berbasis panorama alam. Terbaru, Calmara menghadirkan area baru yang memadukan konsep lesehan untuk bersantai dan bersantap dengan venue intimate wedding.

Area baru tersebut resmi diperkenalkan melalui prosesi gunting pita pada Minggu (20/9/2026). Kehadiran spot ini menjadi bagian dari pengembangan fasilitas Calmara untuk memberikan pilihan ruang yang lebih fleksibel bagi pengunjung, baik untuk menikmati hidangan, berkumpul bersama keluarga dan sahabat, maupun menggelar acara privat.

Head Operation Calmara Cafe, Andi mengatakan area baru tersebut memang dirancang memiliki fungsi ganda. Selain menjadi area lesehan dengan kapasitas terbatas, lokasi itu dipersiapkan untuk mendukung konsep intimate wedding dengan dekorasi yang dapat disesuaikan.

“Area ini untuk lesehan, termasuk nanti untuk area intimate wedding. Untuk dekorasi dan hiasan pengantin juga bisa disiapkan. Untuk sekarang, area ini menjadi tambahan fasilitas bagi pengunjung, khususnya anak-anak muda yang ingin nongkrong,” ujar Andi.

Menurut dia, area tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 hingga 12 orang. Jumlah yang tidak terlalu besar justru membuat ruang tersebut lebih privat dan sesuai dengan konsep intimate yang mengedepankan kedekatan antarpengunjung.

Konsep intimate wedding sendiri berkembang seiring perubahan preferensi pasangan yang menginginkan pesta pernikahan dengan jumlah tamu lebih terbatas, suasana lebih personal, serta interaksi yang lebih dekat dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Sejumlah pelaku industri hospitality juga mulai menghadirkan venue yang fleksibel, mulai dari taman, area terbuka, hingga restoran sebagai pilihan tempat pernikahan.
Konsep serupa kemudian diterjemahkan Calmara melalui ruang yang tidak terlalu formal. Area lesehan memungkinkan pengunjung menikmati makanan dengan suasana lebih santai, sekaligus memanfaatkan lanskap alam sebagai bagian dari pengalaman bersantap.

Pilihan ini semakin menarik ketika sore berganti malam. Dari kawasan Calmara, pengunjung dapat menikmati lanskap kaki Gunung Ciremai, perbukitan dan hamparan persawahan Desa Kaduela. Dari ketinggian sekitar 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut, panorama juga mengarah lebih jauh hingga Gunung Kuda di wilayah Majalengka, kawasan Indramayu, serta wilayah Pantura Kabupaten Cirebon.

Saat malam, karakter kawasan berubah dengan hadirnya kerlap-kerlip city light dari kejauhan. Perpaduan udara pegunungan, panorama malam, pencahayaan area dan konsep duduk santai membuat pengalaman makan tidak hanya bertumpu pada hidangan, tetapi juga suasana.

Konsep tersebut sejalan dengan perkembangan gaya bersantap di restoran dan destinasi kuliner yang semakin mengedepankan dining experience. Pengunjung tidak hanya mencari makanan, tetapi juga suasana, kenyamanan, ruang untuk bersosialisasi, serta pengalaman yang bisa dinikmati dan diabadikan.

Lokasi Calmara juga menjadi nilai tambah karena berada tepat berdampingan dengan objek wisata Sideland. Posisi tersebut membuat kawasan Kaduela memiliki pilihan aktivitas yang saling melengkapi, mulai dari rekreasi, kuliner, hingga penginapan.
Calmara sendiri sejak awal dikembangkan sebagai destinasi terpadu yang menggabungkan cafe, restoran, resort dan layanan catering dalam satu kawasan bernuansa persawahan dan pegunungan.

Konsep tersebut juga tercantum dalam profil resmi Calmara yang menyediakan restoran, penginapan, venue kegiatan, catering, private room hingga meeting room.

“Selain cafe dan restoran, kita juga menyediakan catering, snack box, nasi kotak, wedding package, intimate wedding, dan resort atau penginapan,” kata Andi.

Untuk penginapan, saat ini Calmara memiliki enam kamar dan masih melakukan penambahan kamar. Pilihan kamar terdiri dari tipe VIP dan reguler, dengan tarif yang disampaikan pengelola berada pada kisaran Rp400.000 hingga Rp500.000 per malam, menyesuaikan periode weekday dan weekend.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan untuk memperluas fungsi Calmara sebagai destinasi wisata. Di antaranya meeting room, area taman, gazebo, ruang privat serta area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga, komunitas maupun pertemuan.
Calmara juga memiliki kerja sama dengan pengelola wisata sekitar. Bagi tamu yang menginap, akses kolam renang Sideland termasuk dalam fasilitas yang diberikan sesuai paket yang berlaku.

Dari sisi kuliner, Calmara mempertahankan ikan air tawar sebagai salah satu identitas menunya. Gurame Bakar Hotplate menjadi salah satu menu yang paling menonjol, disajikan panas menggunakan hotplate dengan bumbu pilihan.

Pilihan lain yang menjadi andalan antara lain Gurame Saus Asam Manis, Gurame Goreng Pecak, Gurame Bakar Jimbaran, Nila Bakar Eksotis, Nila Goreng Pecak, Nila Bakar Kecap dan Nila Bakar Jimbaran.

Menu ikan tersebut juga membawa unsur lokal karena bahan bakunya menggunakan ikan dari petani Kuningan. Sebelumnya, Calmara memang memperkenalkan sajian nila dan gurame bakar hotplate sebagai menu unggulan dengan pendekatan kuliner berbasis potensi lokal.

Selain olahan ikan, tersedia pula steak, sup iga, iga bakar serta beragam menu tradisional dan pilihan kuliner lainnya. Kisaran harga makanan yang disampaikan pengelola berada mulai Rp15.000 hingga sekitar Rp90.000, tergantung jenis menu.

Tidak berhenti pada kuliner, Calmara juga menghadirkan layanan catering untuk berbagai kebutuhan, termasuk nasi kotak, snack box dan paket pernikahan. Konsep venue dapat dikembangkan untuk acara berskala kecil hingga kegiatan keluarga dan komunitas.

Untuk melengkapi suasana malam, Calmara juga menghadirkan live music pada malam Minggu. Pertunjukan band dijadwalkan mulai sekitar pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Calmara Cafe, Resto & Resort beroperasi setiap hari dengan layanan mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB. Dengan penambahan spot baru tersebut, kawasan ini memperluas pilihan pengalaman bagi wisatawan, dari sekadar menikmati hidangan hingga bersantai, menginap dan menggelar acara privat dengan lanskap alam Kaduela sebagai latarnya. (Bubud Sihabudin)