Siswa SMPN 17 Torehkan Prestasi Bidang Olahraga

Siswa SMP Negeri 17 Kota Cirebon raih prestasi di bidang olahraga gulat

CIREBON — Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMP Negeri 17 Kota Cirebon. Meski berada di kawasan permukiman Kelurahan Harjamukti, sejumlah siswa sekolah tersebut mampu bersaing dan meraih prestasi di berbagai cabang olahraga.

Dua di antaranya adalah siswa kelas 9, Sehsa Putri Bustono dan Rehan Maulana. Keduanya menorehkan prestasi di cabang olahraga berbeda.

Sehsa berhasil meraih juara pertama cabang olahraga gulat. Selain itu, ia juga meraih juara ketiga lompat tinggi dan juara ketiga lompat jauh.

Bagi Sehsa, gulat awalnya bukan cabang olahraga yang menarik perhatiannya. Ia mulai mengenal dan menekuni olahraga tersebut setelah mendapat kesempatan mengikuti latihan.

“Awalnya saya tidak tertarik dengan gulat. Setelah mencoba dan ternyata menang, saya mulai tertarik untuk menekuninya,” ujarnya.

Sehsa mulai mengikuti latihan gulat sejak Januari. Dalam latihan, ia lebih banyak menjalani latihan fisik sekaligus mempelajari teknik dasar, termasuk teknik jatuhan.

“Latihannya lebih banyak fisik, kemudian teknik-teknik dasar seperti teknik jatuhan. Saya latihan rutin di GOR,” ungkapnya.

Ia mengaku salah satu alasan tertarik menekuni gulat karena persaingan di kategori putri masih cukup terbuka.

“Saya melihat belum banyak perempuan yang tertarik mengikuti gulat. Jadi saya ingin mencoba dan membuktikan kemampuan saya,” tambahnya.

Selain gulat, Sehsa juga pernah mengikuti sejumlah perlombaan, seperti sepatu roda, lari, dan lompat jauh.

“Selain gulat saya pernah ikut sepatu roda, lari, dan lompat jauh. Untuk beberapa perlombaan memang belum berhasil juara,” pungkasnya.

Sementara itu, Rehan Maulana menorehkan prestasi di cabang atletik. Ia berhasil meraih juara kedua dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) bidang atletik.

Kecintaan Rehan terhadap olahraga lari sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mulai serius berlatih ketika duduk di kelas 6.

“Saya sudah suka lari sejak SD, mulai serius sejak kelas 6,” ujarnya.

Dalam latihan, Rehan terbiasa mengejar catatan waktu. Ia berlatih lari sekitar dua kali dalam sepekan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

“Latihannya mengejar waktu. Jadi kalau lari 60 meter, waktunya harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Selain latihan kecepatan, Rehan juga menjalani latihan fisik untuk menunjang kemampuan atletiknya.

“Ada latihan fisik juga, seperti push-up. Latihannya biasanya di sekolah, kadang juga di GOR,” ungkapnya.

Rehan mengatakan, keinginannya menekuni olahraga lari salah satunya didorong oleh keinginan untuk membuktikan kemampuan diri.

“Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa. Saya juga memang suka lari,” katanya.

Sosok atlet dunia Usain Bolt juga menjadi salah satu atlet yang dikaguminya.

“Saya suka Usain Bolt,” ujarnya.

Guru Olahraga SMP Negeri 17 Kota Cirebon, Dedi Harsono, mengatakan prestasi yang diraih para siswa tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan sekolah. Salah satunya melalui pembentukan kelas olahraga untuk menjaring dan mengembangkan siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga.

“Alhamdulillah, kami ingin SMP Negeri 17 dikenal melalui prestasi olahraga. Karena itu, bersama tim guru olahraga kami membentuk kelas olahraga,” katanya.

Menurut Dedi, siswa yang memiliki potensi olahraga mulai diseleksi sejak kelas 7. Mereka kemudian ditempatkan dalam kelas khusus olahraga untuk mendapatkan pembinaan lebih terarah.

“Dari kelas 7 kami melakukan seleksi. Siswa yang memiliki potensi kami tempatkan dalam satu kelas yang disebut kelas olahraga,” tambahnya.

Pembinaan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Siswa juga diberikan kesempatan berlatih pada waktu tertentu di sekolah.

“Ketika ada jam kosong dan tidak ada guru, mereka diwajibkan membawa kaos olahraga dan celana training. Jadi mereka tidak hanya berlatih sore, tetapi pagi atau di sela-sela waktu sekolah juga bisa mengasah kemampuan,” ungkapnya.

Terkait prestasi Sehsa di cabang gulat, Dedi menilai keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil pembinaan guru. Menurutnya, Sehsa memang memiliki bakat, kemauan, dan semangat untuk berprestasi.

“Sebenarnya Sehsa dan Rehan ini bukan saya yang membentuk. Mereka memang memiliki bakat, kemauan, dan semangat yang luar biasa untuk mencapai prestasi,” ujarnya.

Dedi menegaskan, peran guru olahraga lebih pada memberikan fasilitas, pendampingan, dan dukungan terhadap kemampuan siswa.

“Kami sebagai guru olahraga hanya memfasilitasi. Ketika mereka latihan sore atau mempersiapkan pertandingan, kami selalu memberikan dukungan dan mendampingi,” tegasnya.

Ia menilai prestasi Rehan di ajang O2SN juga menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 17 mampu bersaing dengan sekolah lain di Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, Rehan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain yang selama ini dianggap memiliki kemampuan olahraga yang bagus,” pungkasnya.

Prestasi Sehsa dan Rehan menjadi bukti bahwa kemampuan dan potensi siswa tidak ditentukan oleh lokasi sekolah. Dari kawasan permukiman di Kelurahan Harjamukti, siswa SMP Negeri 17 Kota Cirebon mampu menunjukkan kemampuan sekaligus mengharumkan nama sekolah melalui prestasi olahraga. (its)