Rofia D’Academy 8 Pulang ke Kuningan, Ratusan Warga Cipetir Beri Sambutan Meriah

Rofia kembali ke Desa Cipetir Kuningan dan disambut ribuan warga

KUNINGAN – Kepulangan Rofia, penyanyi asal Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, disambut meriah oleh masyarakat, Sabtu (26/9/2026).

Ratusan warga berkumpul di Lapangan Bola Desa Cipetir untuk menyambut penyanyi muda tersebut setelah menjalani perjalanan di ajang D’Academy 8 Indosiar hingga berhasil menembus babak Top 17.

Suasana penuh antusiasme terlihat saat Rofia kembali ke kampung halamannya. Warga datang untuk memberikan dukungan sekaligus menyampaikan rasa bangga atas pencapaiannya di panggung musik dangdut nasional.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani turut hadir dan memberikan apresiasi atas perjuangan Rofia. Menurutnya, kehadiran Rofia di D’Academy 8 telah membawa nama Kabupaten Kuningan, khususnya Desa Cipetir, ke tingkat nasional.

“Terima kasih kepada Neng Rofia yang sudah membawa harum nama Kabupaten Kuningan, khususnya Desa Cipetir. Apa yang sudah dicapai merupakan kebanggaan bagi kita semua,” ujar Tuti.

Tuti menilai keberhasilan Rofia tidak semata-mata dilihat dari posisi akhir dalam kompetisi. Perjalanan panjang yang dilalui sejak audisi hingga Top 17 menjadi pengalaman sekaligus prestasi yang patut diapresiasi.

“Walaupun Rofia hanya sampai Top 17, Rofia tetap selalu di hati kita, di hati masyarakat Jawa Barat dan Kuningan. Kehadirannya sudah mengharumkan nama baik Kuningan,” katanya.

Ia pun mendorong Rofia agar tidak berhenti berkarya setelah mengikuti D’Academy 8. Semangat untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan dinilai penting sebagai bekal untuk melanjutkan karier di dunia musik.

“InsyaAllah dengan semangat, terus berlatih dan ketulusan untuk berkembang, ke depan Rofia akan mendapatkan hasil yang maksimal,” tutur Tuti.

Dukungan terhadap Rofia juga datang dari tokoh seni asal Ciawigebang, H Akang Gaya. Ia hadir bersama putrinya, Lia Yulianengsih AMdKeb, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Kuningan.

H Akang Gaya mengapresiasi perjalanan Rofia sejak mengikuti audisi hingga mampu bertahan di D’Academy 8 dan mencapai Top 17.

Menurutnya, perjuangan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Kuningan yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, khususnya musik dangdut.

“Rofia sudah memberikan kebanggaan untuk Kuningan. Perjalanannya harus menjadi motivasi bagi anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang seni dan musik,” ungkapnya.

Ia berharap keberhasilan Rofia dapat menjadi pemicu munculnya lebih banyak penyanyi muda berbakat dari Kabupaten Kuningan.

“InsyaAllah banyak bibit-bibit penyanyi muda di Kuningan. Mudah-mudahan ke depan ada lagi yang bisa mengikuti jejak Neng Rofia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lia Yulianengsih. Ia memberikan dukungan kepada Rofia dan berharap perjalanan Rofia di panggung nasional dapat menginspirasi anak-anak muda Kuningan untuk berani mengembangkan potensi serta mengejar prestasi.

Penyambutan Rofia di Lapangan Bola Desa Cipetir berlangsung meriah. Warga tidak hanya datang untuk melihat kepulangan sang penyanyi, tetapi juga memberikan dukungan moral setelah perjuangannya di ajang D’Academy 8.

Bagi masyarakat Cipetir, capaian Top 17 bukan menjadi akhir perjalanan Rofia. Prestasi tersebut justru menjadi momentum untuk terus mengasah kemampuan dan melanjutkan langkah di dunia musik.

Perjalanan Rofia di D’Academy 8 pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Desa Cipetir dan Kabupaten Kuningan. (ags)