CIREBON – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial. Di Cirebon, nuansa kemerdekaan turut hadir melalui kompetisi olahraga biliar.
Sebanyak 64 pemain dari berbagai daerah di wilayah Ciayumajakuning ambil bagian dalam Tournament 9 Ball Lionsport yang digelar Lionsport Billiard Cirebon. Turnamen tersebut menjadi ajang bagi para pencinta biliar untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antarpemain.
Kompetisi yang berlangsung selama satu hari itu diikuti pemain dari berbagai tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga pemain yang sudah berpengalaman.
Owner Lionsport Billiard Cirebon, Reynaldi Saputra Pangkerego, mengatakan Tournament 9 Ball Lionsport merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun.
Pada gelaran kali ini, pertandingan menggunakan sistem handicap dengan format single elimination race to 4 dan voor frame race to 5.
Menurut Reynaldi, penerapan handicap bertujuan menciptakan pertandingan yang lebih seimbang dan kompetitif. Sistem tersebut memungkinkan pemain dengan tingkat kemampuan berbeda tetap memiliki kesempatan untuk bersaing.
“Handicap diterapkan agar pertandingan lebih adil dan kompetitif. Dengan sistem ini, pemain pemula hingga menengah tetap bisa bertanding dengan beban atau aturan yang disetarakan,” ujar Reynaldi.
Dari total 110 orang yang mendaftar, panitia akhirnya membatasi jumlah peserta sesuai kuota yang tersedia. Sebanyak 64 pemain kemudian dinyatakan berhak mengikuti turnamen.
Para peserta berasal dari tujuh tim se-Ciayumajakuning serta kategori umum. Mereka bertanding dalam kategori HC 3B, 3N, dan 3A.
Antusiasme peserta juga cukup tinggi. Tidak hanya dari sisi jumlah pendaftar, rentang usia pemain yang mengikuti kompetisi pun cukup beragam.
Peserta termuda tercatat berusia 12 tahun, sedangkan pemain tertua berusia sekitar 50 tahun. Meski demikian, mayoritas peserta berada pada rentang usia 21 hingga 30 tahun.
Persaingan semakin ketat ketika memasuki babak akhir. Setelah melalui pertandingan demi pertandingan, Reno Kidal dari tim Lionsport berhasil keluar sebagai juara.
Posisi runner-up ditempati Andila dari tim Zone. Sementara itu, dua pemain dari tim Lionsport, yakni Arip dan Destiyan, berhasil menembus babak semifinal.
Selain juara dan runner-up, panitia juga memberikan penghargaan kepada pemain yang berhasil masuk jajaran Top 8. Mereka adalah Pandu dari tim Veloza, Ujang Ghorst, Alfa dari tim Lionsport, serta Faqih dari tim Barracuda.
“Selamat kepada para juara. Tingkatkan terus kemampuan dan skill,” kata Reynaldi.
Lionsport Siapkan Turnamen 10 Ball
Tournament 9 Ball bukan menjadi satu-satunya kompetisi yang disiapkan Lionsport Billiard Cirebon. Sepanjang tahun, tempat tersebut rutin menggelar sejumlah turnamen sebagai wadah bagi para pemain untuk berkompetisi.
Dalam satu tahun, sedikitnya terdapat tiga turnamen besar dan enam turnamen kecil yang diselenggarakan.
Turnamen besar berikutnya direncanakan berlangsung pada November atau Desember 2026 sekaligus menjadi bagian dari peringatan hari jadi Lionsport Billiard Cirebon.
Menariknya, pada agenda tersebut Lionsport untuk pertama kalinya akan menggelar 10 Ball Tournament.
“Format turnamen ini cukup jarang digelar di Cirebon. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda kepada para pemain,” ujar Reynaldi.
Ia menjelaskan, variasi format pertandingan menjadi salah satu kebutuhan para pemain biliar. Selain mengharapkan sistem handicap yang transparan, para pemain juga membutuhkan kompetisi dengan format berbeda untuk menguji kemampuan mereka.
Karena itu, Lionsport berupaya menghadirkan variasi dalam setiap turnamen yang digelar.
Dalam waktu dekat, Lionsport juga akan mengadakan fun game double pada 13 September 2026. Kompetisi tersebut akan dibatasi untuk 64 pemain atau 32 tim.
Dorong Munculnya Atlet Biliar Muda Cirebon
Berbagai kompetisi yang digelar Lionsport tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang. Lebih dari itu, turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pencarian bibit atlet biliar dari Cirebon.
Reynaldi menilai potensi pemain muda di Cirebon, khususnya Kabupaten Cirebon, cukup besar. Namun, ia menyebut olahraga biliar masih membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah.
Menurutnya, dukungan terhadap pembinaan atlet menjadi penting agar para pemain muda memiliki kesempatan untuk berkembang dan membawa nama daerah dalam kompetisi yang lebih tinggi.
“Cabor biliar belum mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Kami hadir sebisa mungkin untuk turut mendorong lahirnya bibit-bibit atlet biliar agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (apr)













