Revitalisasi Tugu Bola Dunia Kuningan Jadi Sorotan, DPRD Turun Tangan

Revitalisasi Tugu Bola Dunia disoal DPRD Kuningan. Komisi III turun ke lokasi, dalami anggaran, proses pekerjaan, dan rencana pembangunan Tugu Kuda.

KUNINGAN – Revitalisasi Tugu Bola Dunia di Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Kuningan, kembali menjadi sorotan. Polemik mengenai penataan ikon kawasan tersebut kini mendapat perhatian dari DPRD Kuningan.

Komisi III DPRD Kuningan turun langsung ke lokasi pada Rabu (7/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus menggali informasi mengenai proses revitalisasi yang sebelumnya sempat menuai perdebatan di tengah masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kuningan, H Didit Pamungkas, mengatakan kunjungan lapangan dilakukan setelah pihaknya mendapat tugas dari pimpinan DPRD untuk menindaklanjuti persoalan yang berkembang.

Menurut Didit, DPRD tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang berkembang. Karena itu, kondisi di lapangan perlu dilihat secara langsung, termasuk proses pekerjaan, penggunaan anggaran, hingga rencana penataan kawasan tersebut ke depan.

“Kami melaksanakan kunjungan ke lokasi tugu yang diperbaiki yang kemarin menjadi polemik. Setelah audiensi, kami mendapatkan tugas dari pimpinan untuk menindaklanjuti dan melihat secara langsung kondisi di lokasi,” ujar Didit.

Ia menjelaskan, Komisi III masih mengumpulkan berbagai informasi dan dokumen yang berkaitan dengan revitalisasi Tugu Bola Dunia. Data tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan kepada pimpinan DPRD Kuningan.

“Kami mengumpulkan bahan keterangan, bagaimana proses awalnya, bagaimana anggarannya, dan bagaimana ke depannya. Nanti kami sampaikan secara resmi kepada pimpinan,” katanya.

Didit menegaskan, hasil kunjungan tersebut belum menjadi keputusan akhir DPRD. Komisi III masih berada dalam tahap pendalaman dan akan menampung keterangan dari berbagai pihak sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Penataan Jalan Soekarno-Hatta

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kuningan, Putu Bagiasna, menjelaskan bahwa penataan Tugu Bola Dunia sebenarnya merupakan bagian dari rencana yang lebih luas.

Menurut Putu, pemerintah daerah tengah menata koridor Jalan Soekarno-Hatta yang menjadi salah satu jalur protokol menuju kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Penataan kawasan tersebut, kata dia, dilakukan karena kondisi sejumlah infrastruktur sudah cukup lama belum mendapatkan pembenahan secara optimal. Salah satunya berkaitan dengan trotoar dan fasilitas pendukung di sepanjang koridor jalan.

“Awal niat kami di PUTR itu ingin menata koridor Jalan Soekarno-Hatta ini. Karena memang sudah hampir lima tahun lebih tidak tertata, baik trotoar maupun infrastruktur lainnya,” jelas Putu.

Ia mengatakan, konsep penataan tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika. Faktor keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan juga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menentukan desain kawasan.

Kondisi lalu lintas, termasuk karakteristik jalan dan bagian tikungan, turut diperhitungkan agar penataan tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga mendukung fungsi jalan dan keselamatan masyarakat.

Tugu Bola Dunia Akan Diganti Tugu Kuda

Dalam konsep penataan tersebut, Pemkab Kuningan berencana mengganti ikon Tugu Bola Dunia dengan Tugu Kuda.

Pergantian ikon itu disebut berkaitan dengan upaya pemerintah daerah menghadirkan identitas lokal pada ruang-ruang publik. Kuda dinilai memiliki keterkaitan dengan karakter dan simbol yang ingin ditampilkan Kabupaten Kuningan.

Putu mengatakan, pemerintah daerah ingin menghadirkan sejumlah ikon yang dianggap merepresentasikan identitas Kuningan. Hal itu juga dikaitkan dengan semangat pembangunan daerah melalui tagline “Kuningan Melesat”.

“Jadi sesuai dengan tagline kita Kuningan Melesat, pemerintah daerah ingin menampilkan ikon-ikon yang menjadi ciri khas Kota Kuningan. Di antaranya ikan dan kuda, yang ditampilkan di ruang-ruang publik,” ujarnya.

Rencana perubahan ikon tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan di masyarakat. Revitalisasi Tugu Bola Dunia pun menjadi bahan pembicaraan karena menyangkut perubahan salah satu penanda kawasan di Jalan Soekarno-Hatta.

Putu mengakui adanya perbedaan pandangan terkait rencana tersebut. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika pembangunan yang harus diterima pemerintah.

“Adapun polemiknya, ya kita harus menerima apa yang menjadi perbedaan-perbedaan di masyarakat,” katanya.

Pembangunan Tugu Kuda Tetap Dilanjutkan

Meski sempat menuai polemik, Dinas PUTR Kuningan memastikan rencana pembangunan Tugu Kuda tetap berlanjut.

Putu menjelaskan, pekerjaan awal penataan kawasan telah dilakukan menggunakan anggaran murni. Sementara itu, pembangunan patung kuda direncanakan masuk dalam perubahan anggaran.

Pemkab Kuningan juga harus memperhatikan kualitas konstruksi dan hasil akhir patung agar ikon baru tersebut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kualitas yang sesuai dengan konsep penataan kawasan.

“Tetap dilanjutkan kudanya. Untuk kudanya saja ada di perubahan anggaran. Tambahannya sekitar Rp50 juta,” kata Putu.

Dengan adanya kunjungan Komisi III DPRD Kuningan, polemik revitalisasi Tugu Bola Dunia disoal kini masih dalam tahap pendalaman. DPRD akan menyampaikan hasil penelusuran kepada pimpinan sebagai bahan pembahasan lebih lanjut.

Di sisi lain, Pemkab Kuningan tetap menjalankan konsep penataan koridor Jalan Soekarno-Hatta, termasuk rencana menghadirkan Tugu Kuda sebagai ikon baru kawasan tersebut.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pembahasan DPRD serta proses penganggaran pembangunan Tugu Kuda dalam perubahan anggaran daerah. (ags)