KUNINGAN – Kopi asal Kabupaten Kuningan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Beragam varietas kopi yang dibudidayakan petani lokal memiliki karakter cita rasa khas dan mendapat apresiasi tinggi dari konsumen.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Toni Kusmanto, mengatakan kualitas kopi Kuningan tidak terlepas dari kondisi geografis daerah.
Menurutnya, struktur tanah, ketinggian lahan, serta kondisi lingkungan menjadi faktor yang memengaruhi karakter rasa kopi yang dihasilkan petani.
“Untuk semua jenis kopi di Kuningan itu rata-rata mendapat penilaian hingga 9 poin. Ini tentu menjadi kebanggaan kita dalam mengembangkan usaha tersebut,” ujar Toni.
Potensi kopi di Kabupaten Kuningan terbagi dalam tiga varietas utama, yakni Liberika, Robusta, dan Arabika. Ketiganya tumbuh di wilayah dengan karakter geografis yang berbeda.
Kopi Liberika memiliki karakter rasa yang unik dan banyak dibudidayakan di kawasan Kecamatan Darma. Desa Cipasung menjadi salah satu sentra pengolahan kopi Liberika hingga menjadi produk siap minum.
Sementara itu, kopi Robusta lebih banyak tumbuh di wilayah dengan ketinggian di bawah 750 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sentra perkebunannya antara lain berada di wilayah selatan Kuningan, seperti Kecamatan Ciwaru, Subang, dan Cilebak.
Adapun kopi Arabika berkembang optimal di wilayah dengan ketinggian di atas 750 mdpl. Perkebunan Arabika tersebar di sejumlah kawasan, mulai dari wilayah barat, Kadugede, Cigugur, Cilimus, hingga lereng Gunung Ciremai.
Tak hanya memiliki keunggulan dari sisi cita rasa, produksi kopi Kuningan juga cukup besar. Toni menyebut total hasil panen kopi siap konsumsi di Kabupaten Kuningan mencapai sekitar 1.700 ton dalam satu musim panen.
Besarnya produksi tersebut menjadi peluang bagi petani dan pelaku usaha untuk memperluas pemasaran kopi Kuningan. Dengan kekayaan varietas dan karakter rasa yang beragam, kopi Kuningan dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas.
Pengembangan sektor kopi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan, tetapi juga memperkuat identitas produk lokal Kuningan di pasar nasional hingga internasional. (iim)














