
CIREBON – Prestasi membanggakan ditorehkan petinju muda asal Kota Cirebon, Jasmine Cetah. Atlet Bara Boxing Cirebon tersebut berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 yang berlangsung di Pluit Village Mall, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2026.
Jasmine memastikan gelar juara setelah menaklukkan petinju asal Kalimantan Barat (Kalbar) pada partai final kelas 54 kilogram. Kemenangan itu mengantarkannya ke podium tertinggi sekaligus mengharumkan nama Kota Cirebon di tengah persaingan atlet tinju dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa atlet muda dari Kota Cirebon mampu bersaing di level nasional. Lebih dari sekadar medali, pencapaian Jasmine juga mencerminkan hasil latihan, kedisiplinan, serta proses pembinaan yang dijalaninya bersama Bara Boxing Cirebon.
Jasmine Cetah Lewati Pertandingan Ketat Menuju Final
Perjalanan Jasmine untuk meraih medali emas Kejurnas Tinju 2026 tidak berlangsung mudah. Ia harus melewati sejumlah pertandingan dengan menghadapi petinju dari Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah sebelum memastikan tiket ke partai puncak.
Setiap pertandingan menjadi ujian bagi kemampuan teknik, ketahanan fisik, konsentrasi, dan mental bertandingnya. Di tengah persaingan yang ketat, Jasmine mampu mempertahankan performanya hingga mencapai babak final.
Pada laga penentuan, petinju muda tersebut kembali berhadapan dengan wakil Kalimantan Barat. Jasmine berhasil memanfaatkan kesempatan itu untuk menuntaskan perjuangannya dengan kemenangan dan memastikan medali emas di kelas 54 kilogram.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Jasmine sekaligus memberikan motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Kota Cirebon untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Jasmine merupakan atlet Bara Boxing Cirebon yang berada dalam pembinaan Korem 063 Sunan Gunung Jati. Prestasinya menunjukkan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dalam mempersiapkan atlet daerah agar mampu menghadapi persaingan yang lebih luas.
Berangkat ke Kejurnas dengan Biaya Mandiri
Di balik keberhasilan Jasmine membawa pulang medali emas, terdapat tantangan yang dihadapi tim dalam mempersiapkan atlet menuju kejuaraan nasional. Salah satunya berkaitan dengan pembiayaan keberangkatan dan keikutsertaan dalam kompetisi.
Owner Bara Boxing Club Cirebon, Subagja, mengatakan bahwa keikutsertaan dua atletnya dalam Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan. Ajang tersebut juga dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan atlet saat berhadapan dengan lawan dari berbagai daerah.
Namun, ia mengungkapkan bahwa keberangkatan tim ke Jakarta dilakukan dengan biaya mandiri karena tidak memperoleh pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Keikutsertaan atlet dalam kejuaraan nasional ini merupakan bagian dari pembinaan sekaligus untuk menguji kemampuan mereka menghadapi persaingan di level nasional. Namun, keberangkatan ke Jakarta kami lakukan dengan biaya mandiri karena tidak mendapat pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ungkap Subagja, Senin (26/10/2026).
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Bara Boxing Cirebon tetap berupaya memberikan kesempatan kepada atletnya untuk bertanding. Menurut Subagja, pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah menjadi bekal penting bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah membantu sehingga kedua atlet Bara Boxing Cirebon dapat mengikuti kejuaraan tersebut.
Secara khusus, Subagja mengapresiasi dukungan Ketua KONI Kota Cirebon Handarujati Kalamullah dan Wali Kota Cirebon Effendi Edo.
“Saya mengapresiasi dukungan Ketua KONI Kota Cirebon Handarujati Kalamullah dan Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang turut membantu, sehingga kedua atlet dapat mengikuti kejuaraan tersebut,” tambahnya.
Dukungan berbagai pihak dinilai memiliki peran penting dalam membuka peluang bagi atlet daerah untuk memperoleh pengalaman bertanding di level nasional. Kesempatan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga tinju di Kota Cirebon.
Revi Tambah Pengalaman di Kelas 46 Kilogram
Selain Jasmine Cetah, Bara Boxing Cirebon juga mengirimkan atlet lainnya, yakni Revi, yang turun di kelas 46 kilogram.
Dalam kejuaraan tersebut, Revi berhasil mencatatkan satu kemenangan saat menghadapi petinju asal Maluku. Namun, langkahnya harus terhenti setelah mengalami kekalahan dari petinju Jawa Tengah.
Meski belum berhasil meraih medali, keikutsertaan Revi tetap menjadi bagian penting dalam proses pengembangan atlet. Pertandingan di tingkat nasional memberinya kesempatan untuk mengukur kemampuan, mengenali kekurangan, dan memperoleh pengalaman menghadapi lawan dengan karakter bertanding yang berbeda.
Hasil yang diraih kedua atlet tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pengelola Bara Boxing Cirebon dalam mempersiapkan program latihan selanjutnya.
Keberhasilan Jasmine meraih emas dan pengalaman yang diperoleh Revi memperlihatkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses peningkatan kemampuan secara bertahap.
Ke depan, dukungan pembiayaan, fasilitas latihan, serta kesempatan mengikuti kompetisi menjadi sejumlah faktor yang dapat membantu atlet muda daerah berkembang lebih optimal.
Medali emas yang diraih Jasmine Cetah di Kejurnas Tinju 2026 pun menjadi catatan positif bagi olahraga Kota Cirebon. Prestasi tersebut diharapkan dapat memacu semangat atlet muda lainnya untuk terus berlatih, meningkatkan kualitas diri, dan membawa nama daerah ke panggung nasional. (its)















