
CIREBON – Kompetisi futsal pelajar Al-Azhar Cup (ALCUP) ke-25 tahun 2026 resmi digelar di Kota Cirebon. Turnamen yang menjadi salah satu agenda olahraga antarsekolah keluarga besar Al-Azhar ini berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 8-10 Oktober 2026.
Tahun ini, Al-Azhar Cup diikuti sebanyak 50 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Kontingen peserta datang dari sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Sumatra, Kalimantan hingga berbagai kota di Pulau Jawa.
Dari Sumatra, peserta antara lain berasal dari Palembang, Bengkulu, Pangkalpinang dan Riau. Sementara dari Kalimantan terdapat perwakilan dari Pontianak dan Samarinda. Adapun peserta dari Pulau Jawa berasal dari berbagai wilayah, mulai dari bagian barat hingga timur.
Ketua Panitia Al-Azhar Cup ke-25, Ucu Supardi SAg, mengatakan turnamen tahun ini melibatkan ratusan atlet pelajar dan official yang siap bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kompetisi bergengsi ini melibatkan ribuan partisipan yang siap berlaga dengan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Ucu.
Ia menjelaskan, jumlah atlet yang mengikuti kompetisi mencapai 612 pemain. Selain itu, terdapat 102 pelatih dan official yang mendampingi masing-masing tim selama turnamen berlangsung.
Tidak hanya memperebutkan gelar juara, Al-Azhar Cup ke-25 juga menyediakan sejumlah penghargaan individu. Di antaranya juara pertama hingga keempat, the best player, top scorer, serta best coach.
Menurut Ucu, penyelenggaraan Al-Azhar Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun karakter dan mempererat hubungan antarpelajar dari berbagai daerah.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Cirebon, dinilai menjadi bagian penting dalam kelancaran penyelenggaraan turnamen.
“Dengan sinergi tersebut, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang beradab, memiliki wawasan global, serta sehat secara jasmani maupun rohani,” ujarnya.
Kemeriahan Al-Azhar Cup ke-25 juga semakin terasa dengan kehadiran sekitar 1.000 orang yang terdiri dari orang tua, official dan penggembira dari berbagai daerah.
Digelar di Tiga Lapangan
Seluruh pertandingan Al-Azhar Cup ke-25 dilaksanakan di tiga lokasi utama di Kota Cirebon. Ketiganya yakni Lapangan Kampus Al-Azhar Cirebon, Lapangan Futsal Karisma dan Lapangan Futsal BSB.
Selama tiga hari kompetisi, panitia menyiapkan total 121 pertandingan. Jumlah tersebut terdiri dari 105 pertandingan fase penyisihan grup dan 16 pertandingan pada fase gugur.
Ketua Yayasan Siti Chodidjah, Emirzal Hamdani Ak, mengatakan Kota Cirebon merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Al-Azhar Cup edisi ke-25.
Menurutnya, kehadiran kontingen dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti kuatnya tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di lingkungan keluarga besar Al-Azhar.
“Kontingen-kontingen hebat dari berbagai penjuru tanah air menjadi bukti nyata eratnya tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara keluarga besar Al-Azhar se-Indonesia,” kata Emirzal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon, Polres Cirebon Kota, instansi terkait, Direktorat Dikdasmen YPI Al-Azhar Pusat dan seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan turnamen.
Tekankan Sportivitas dan Anti-Bullying
Emirzal menegaskan bahwa Al-Azhar Cup bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan piala. Lebih dari itu, turnamen tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar tentang sportivitas, persahabatan dan rasa hormat.
Nilai tersebut sejalan dengan tiga nilai utama Olimpiade atau Tri Core Value, yakni excellence, friendship dan respect.
Nilai excellence mendorong peserta untuk memberikan kemampuan terbaik, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan, serta menjalani proses secara jujur.
Sementara friendship menjadikan olahraga sebagai jembatan untuk saling mengenal dan memahami meski berasal dari daerah serta latar belakang budaya yang berbeda.
Adapun respect mengajarkan peserta untuk menghormati diri sendiri, rekan satu tim, lawan, perangkat pertandingan hingga aturan permainan.
Emirzal juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak melakukan perundungan atau bullying selama kompetisi.
“Di arena pertandingan tidak boleh ada perundungan maupun kekerasan, baik dalam bentuk kata-kata maupun tindakan fisik,” tegasnya.
Ia berharap para siswa Al-Azhar dapat menjadi generasi yang saling menghormati, menyayangi dan melindungi. Menurutnya, seorang juara sejati bukan hanya ditentukan dari siapa yang berhasil mengangkat piala, tetapi juga siapa yang mampu mengendalikan ego dan menunjukkan sikap terbaik selama pertandingan.
Pemkot Cirebon Buka Peluang Turnamen Basket Al-Azhar
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo menyampaikan apresiasi karena Kota Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah Al-Azhar Cup ke-25.
Ia mengaku memiliki kedekatan dengan lingkungan Al-Azhar karena sejumlah anggota keluarganya bersekolah di lembaga pendidikan tersebut.
“Cucu dan keponakan saya semuanya di Al-Azhar,” ujar Effendi Edo.
Effendi Edo bahkan berharap Cirebon kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan olahraga Al-Azhar lainnya, termasuk turnamen basket tingkat nasional.
Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon terbuka untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak selama memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut mengangkat nama Kota Cirebon.
“Insyaallah kami akan melakukan yang terbaik. Futsal ke-25 ini bisa diselenggarakan secara sukses dengan kerja sama Al-Azhar Cirebon dengan Al-Azhar pusat,” pungkasnya. (abd)















