
MAJALENGKA – Nama Jenderal Pol Suyudi Ario Seto kini berada di pucuk pimpinan Polri setelah dipercaya menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Jauh sebelum menduduki jabatan tersebut, Suyudi pernah memimpin Polres Majalengka. Meski hanya sekitar enam bulan, gaya kepemimpinannya masih membekas bagi sejumlah anggota yang pernah mendampinginya.
Salah satunya Ipda Endri Wibowo, yang saat itu bertugas sebagai ajudan Suyudi dan kini menjabat Kanit Gakkum Satlantas Polres Majalengka.
Endri mengingat Suyudi sebagai sosok yang memiliki ritme kerja sangat padat. Hampir setiap hari, aktivitasnya dimulai sejak pagi buta dan berakhir larut malam.
“Luar biasa, beliau itu sangat aktif. Kinerjanya juga tidak mengenal waktu. Saya mendampingi beliau mulai pukul 05.00, terkadang sampai pukul 23.00,” kata Endri.
Menurut Endri, Suyudi bukan tipe pimpinan yang banyak menghabiskan waktu di belakang meja. Selama bertugas di Majalengka, ia justru lebih sering berada di lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan pelayanan kepolisian.
“Selama sekitar enam bulan di sini, Bapak jarang di kantor. Lebih sering di luar, bekerja bersama masyarakat. Ngariyung bareng masyarakat di setiap desa. Bapak menjelajahi semua desa,” ujarnya.
Berbagai kegiatan dilakukan Suyudi, mulai dari sambang desa, bersilaturahmi dengan warga, hingga bertemu kepala desa, camat, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Tak hanya masyarakat yang menjadi perhatian. Kedisiplinan anggota juga menjadi salah satu fokus Suyudi ketika memimpin Polres Majalengka.
Endri mengatakan, pengecekan personel bahkan dilakukan sejak pagi. Suyudi memastikan anggota berada di lapangan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan, termasuk di tingkat polsek.
“Disiplin mati orangnya,” kata Endri.
Ia bahkan mengingat satu kebiasaan Suyudi yang menurutnya menunjukkan tingginya perhatian terhadap kedisiplinan anggota.
Saat personel lalu lintas hendak melaksanakan pengecekan pagi di jalan, Suyudi disebut sudah lebih dulu berada di lokasi.
“Ketika anggota lantas mau melaksanakan pengecekan PH pagi di jalan, Bapak sudah berdiri lebih dulu. Sekitar pukul 05.30,” ungkapnya.
Suyudi juga rutin mengecek kondisi polsek-polsek, khususnya wilayah yang kekurangan personel. Menurut Endri, hal itu dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan meski keterbatasan anggota menjadi tantangan.
“Jadi, anggota PJU tidak ada yang keluar kota. Semuanya fokus pada pelayanan kepada masyarakat. Termasuk di polsek, harus ada anggota yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Di luar agenda kedinasan, sejumlah kegiatan bersama masyarakat juga menjadi bagian dari rutinitas Suyudi. Di antaranya Jumat Keliling, Jumat Berkah, bersepeda, menyapa warga, hingga ngariyung bersama masyarakat.
“Setiap hari kinerjanya berkesan. Selama dinas, banyak kegiatan bersama masyarakat. Mulai Jumat Keliling, Jumat Berkah, bersepeda, sapa warga, hingga ngariyung bareng warga. Semua itu Bapak laksanakan,” ujar Endri.
Padatnya aktivitas tersebut membuat Endri merasa masa enam bulan mendampingi Suyudi di Majalengka berlangsung jauh lebih panjang.
“Enam bulan serasa setahun karena padatnya kegiatan. Seperti yang saya bilang, mulai pukul 05.00, terkadang sampai pukul 02.00 dini hari atau pukul 00.00. Bapak kadang kurang istirahat karena kinerjanya luar biasa,” katanya.
Endri juga mengingat bagaimana Suyudi kerap mengutamakan tugas pelayanan masyarakat dibandingkan waktu istirahat.
“Bapak tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Terkadang sampai lupa waktu. Ketika sakit, baru beliau berhenti. Kalau tidak sakit, beliau tidak pernah berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Bagi Endri, pola kerja tersebut menjadi salah satu kenangan paling kuat selama mendampingi Suyudi di Polres Majalengka.
Kini, setelah Suyudi dipercaya memimpin institusi Polri, Endri hanya menitipkan satu pesan kepada mantan komandannya tersebut.
“Untuk beliau, tetap jaga kesehatan. Jangan lupa banyak minum dan istirahat yang cukup,” pesan Endri. (ono)















