
CIREBON – SMP Negeri 7 Kota Cirebon terus mengembangkan berbagai inovasi lingkungan hidup melalui program Adiwiyata. Upaya tersebut mendapat perhatian dari tim pendamping Pertamina yang bekerja sama dengan Universitas Pertamina Balongan melalui kunjungan kerja untuk mengevaluasi perkembangan program lingkungan dan kreativitas siswa, Selasa (13/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau secara langsung sejumlah kegiatan unggulan sekolah, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi produk bermanfaat hingga pengembangan program ketahanan pangan dan kewirausahaan. Berbagai inovasi itu menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 7 Cirebon dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah praktik massal pembuatan eco-enzyme yang melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami cara mengolah limbah organik rumah tangga, terutama sisa sayuran dan kulit buah, agar memiliki nilai guna dan tidak langsung berakhir sebagai sampah.
Kepala SMP Negeri 7 Cirebon, Euis Sulastri, MPd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembelajaran teori. Para siswa juga mendapatkan pengalaman praktik dalam memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, pembiasaan mengolah sampah sejak di bangku sekolah diharapkan mampu membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, kegiatan tersebut mendorong peserta didik untuk lebih kreatif dalam melihat potensi bahan-bahan yang selama ini dianggap tidak berguna.
Kembangkan Produk Sabun Resik Pitu
Selain menyaksikan praktik pembuatan eco-enzyme, rombongan juga meninjau berbagai produk inovasi yang dikembangkan secara mandiri oleh warga sekolah. Salah satunya adalah produk sabun bertajuk Resik Pitu, yang memanfaatkan bahan hasil pengolahan limbah organik sebagai bagian dari inovasi kebersihan ramah lingkungan.
Salah satu bahan yang dikembangkan adalah eco-enzyme essence dari kulit buah, seperti jeruk. Bahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pengembangan produk sabun cuci tangan, sabun cuci piring, hingga cairan pembersih lantai dengan label Resik Pitu.
Inovasi ini menunjukkan upaya sekolah dalam menghubungkan edukasi lingkungan dengan kegiatan produktif. Siswa tidak hanya belajar memilah dan mengolah sampah, tetapi juga mengenal proses pengembangan produk yang memiliki manfaat praktis.
SMP Negeri 7 Cirebon juga mengolah limbah sayuran dan memanfaatkan air cucian beras untuk dijadikan pupuk cair. Produk tersebut digunakan untuk membantu menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah.
Melalui berbagai kegiatan ini, sekolah berupaya membangun pola pikir bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan produk kreatif.
Dukung Ketahanan Pangan dan Kewirausahaan
Program lingkungan di SMP Negeri 7 Cirebon tidak terbatas pada pengolahan sampah. Sekolah juga mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan kewirausahaan melalui kebun hidroponik melon dan semangka, budidaya ikan lele, serta peternakan ayam petelur.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal proses produksi pangan, perawatan tanaman, hingga pengelolaan usaha sederhana. Dengan demikian, pendidikan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan dan jiwa kewirausahaan peserta didik.
Pengembangan program-program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina serta dinas terkait.
Ketertarikan Pertamina terhadap SMP Negeri 7 Cirebon berawal dari aktivitas dan prestasi lingkungan sekolah yang terpantau melalui situs web serta media sosial. Perkembangan tersebut kemudian mendorong keterlibatan Pertamina sebagai mitra CSR, pendamping, sekaligus sponsor dalam mendukung implementasi dan perluasan berbagai inovasi yang dijalankan sekolah.
Buka Peluang Dukungan Program Lingkungan
Kunjungan tersebut juga dihadiri perwakilan dinas terkait. Selain melihat inovasi yang telah berjalan, rombongan meninjau lokasi pembibitan dan peternakan lele untuk memetakan potensi pengembangan program serta merencanakan bentuk dukungan lanjutan bagi sekolah.
Evaluasi langsung ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan sekolah sekaligus memperkuat keberlanjutan program lingkungan yang sudah dikembangkan.
Melalui pendampingan dan kolaborasi lintas pihak, SMP Negeri 7 Cirebon berupaya mempertahankan konsistensi program Adiwiyata dengan menghadirkan kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif. Mulai dari pengolahan limbah organik, produksi sabun, pemanfaatan pupuk cair, hingga budidaya tanaman dan hewan, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lingkungan yang aplikatif.
Kolaborasi antara sekolah, Pertamina, Universitas Pertamina Balongan, dan dinas terkait diharapkan dapat memperluas manfaat inovasi tersebut. Dengan dukungan yang berkelanjutan, program lingkungan di SMP Negeri 7 Cirebon berpotensi menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan sekaligus mendorong kreativitas dan kemandirian siswa. (abd)














