KDMP Citemu Belum Beroperasi, Gerai Selesai Dibangun tetapi Unit Usaha Belum Jelas

KDMP Citemu sudah selesai dibangun tapi belum juga beroperasi

CIREBON – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, hingga kini belum mulai beroperasi. Meski bangunan gerai telah rampung dan manajer sudah tersedia, pengelola masih menunggu kepastian mengenai jenis usaha yang akan dijalankan.

KDMP Citemu direncanakan terintegrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kolaborasi kedua program tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, terutama warga yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor kelautan dan perikanan.

Kuwu Desa Citemu, Herintiano, mengatakan rencana integrasi KDMP dengan KNMP menjadi bagian dari upaya pengembangan ekonomi desa. Menurutnya, keberadaan koperasi diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan berbagai kebutuhan dan layanan usaha.

“Rencananya KDMP Citemu juga akan terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.

Namun, hingga saat ini, pemerintah desa belum memperoleh kepastian mengenai unit usaha yang nantinya akan dijalankan KDMP Citemu. Informasi yang diterima menyebutkan koperasi tersebut berpotensi menyediakan sejumlah layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Beberapa jenis usaha yang direncanakan antara lain gerai sembako, klinik, layanan simpan pinjam, serta penyediaan kebutuhan pupuk dan pertanian. Meski demikian, jenis usaha tersebut masih menunggu kejelasan lebih lanjut sebelum koperasi dapat menjalankan aktivitas operasionalnya.

Dari sisi sumber daya manusia, KDMP Citemu sebenarnya telah memiliki manajer. Pengelola tersebut juga sudah datang bersama sejumlah manajer KDMP dari desa lain di Kabupaten Cirebon.

Kehadiran manajer menjadi salah satu modal awal untuk mempersiapkan pengelolaan koperasi. Akan tetapi, kesiapan sumber daya manusia tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kelengkapan sarana pendukung operasional.

Herintiano menjelaskan, kendaraan yang telah diterima saat ini baru berupa truk. Sementara itu, kendaraan roda tiga dan mobil pikap yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan usaha masih belum tersedia.

Kondisi tersebut membuat operasional KDMP Citemu masih menunggu sejumlah kepastian, baik mengenai bentuk usaha maupun dukungan sarana yang diperlukan. Padahal, keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Sebagai wilayah pesisir, Desa Citemu memiliki potensi ekonomi yang berkaitan erat dengan sektor perikanan dan kehidupan masyarakat nelayan. Karena itu, pengembangan KDMP diharapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga, termasuk dalam mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.

Integrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan membuka peluang sinergi antara koperasi dan program pengembangan kawasan pesisir. Dengan perencanaan usaha yang tepat, koperasi berpotensi menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kegiatan ekonomi lokal.

Meski demikian, kepastian jenis usaha tetap menjadi hal penting sebelum KDMP mulai beroperasi. Penentuan unit usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dinilai diperlukan agar koperasi dapat dikelola secara efektif dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Herintiano berharap kejelasan mengenai rencana usaha dan kebutuhan operasional segera diperoleh. Dengan begitu, bangunan gerai yang telah selesai dibangun dapat segera dimanfaatkan dan keberadaan KDMP benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Citemu.

“Bangunannya sudah jadi, tetapi belum beroperasi. Kita juga belum tahu pasti unit usahanya apa saja,” pungkasnya. (awr)