
CIREBON – Orang tua di Kota Cirebon kini berpeluang mendapatkan kemudahan dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan bagi bayi yang baru lahir. Melalui program Brojol Aja Klalen, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon mempercepat pelayanan penerbitan dokumen kependudukan dengan menggandeng rumah sakit dan bidan.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Disdukcapil Kota Cirebon, RS Medimas, dan sejumlah bidan pada Senin (12/10).
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bayi yang baru lahir segera mendapatkan dokumen kependudukan tanpa membuat orang tua harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret untuk mempercepat pelayanan administrasi kependudukan melalui inovasi yang melibatkan fasilitas kesehatan.
Menurutnya, rumah sakit dan bidan memiliki peran penting karena menjadi pihak yang berhubungan langsung dengan proses persalinan. Dengan adanya kerja sama ini, data kelahiran dari fasilitas kesehatan dapat segera diteruskan kepada Disdukcapil untuk diproses menjadi dokumen resmi.
“Dengan adanya kerja sama ini, kami sepakat untuk menjalankan inovasi di sektor dokumen kependudukan,” ujar Andi kepada Rakyat Cirebon.
Bayi Baru Lahir Langsung Dapat Akta hingga KIA
Melalui program Brojol Aja Klalen, orang tua yang melahirkan di fasilitas kesehatan mitra dapat memperoleh tiga dokumen administrasi kependudukan sekaligus.
Ketiga dokumen tersebut meliputi Kartu Keluarga (KK) yang telah diperbarui dengan penambahan data anak, akta kelahiran, serta Kartu Identitas Anak (KIA).
Integrasi layanan ini diharapkan membuat proses pengurusan dokumen menjadi lebih praktis. Orang tua tidak perlu menghabiskan waktu untuk mendatangi kantor Disdukcapil dan mengurus setiap dokumen secara terpisah.
Andi menjelaskan, penerbitan dokumen dilakukan setelah laporan kelahiran dari rumah sakit atau bidan diterima oleh Disdukcapil. Selanjutnya, petugas akan memproses data tersebut agar ketiga dokumen dapat diberikan kepada keluarga.
“Jika laporan dari rumah sakit atau bidan sudah masuk, kami segera melaksanakan kewajiban memberikan pelayanan cepat, yaitu tiga layanan sekaligus, berupa kartu keluarga, akta kelahiran, dan kartu identitas anak,” jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan layanan tetap bergantung pada penyampaian laporan kelahiran dari fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil.
Dokumen Kependudukan Jadi Dasar Berbagai Layanan
Andi menegaskan, percepatan penerbitan dokumen bagi bayi baru lahir merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, administrasi kependudukan memiliki peran penting karena dokumen yang diterbitkan menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan lainnya.
Dokumen kependudukan dibutuhkan dalam beragam urusan, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan administrasi di sektor perbankan.
Karena itu, kemudahan memperoleh dokumen sejak anak dilahirkan diharapkan dapat membantu orang tua memenuhi kebutuhan administrasi keluarga tanpa prosedur yang berbelit-belit.
Disdukcapil Kota Cirebon pun berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, mudah, dan gratis bagi masyarakat. Program Brojol Aja Klalen secara khusus menyasar warga yang baru memiliki anggota keluarga melalui kelahiran anak.
Andi berharap inovasi tersebut dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan di Kota Cirebon.
Disdukcapil Perluas Kerja Sama dengan Rumah Sakit dan Bidan
Penandatanganan kerja sama dengan RS Medimas dan sejumlah bidan menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan program Brojol Aja Klalen.
Disdukcapil Kota Cirebon berencana melanjutkan koordinasi dengan organisasi profesi bidan di wilayah tersebut. Selain itu, pendataan rumah sakit yang melayani persalinan juga akan dilakukan agar semakin banyak fasilitas kesehatan yang dapat terlibat.
Dengan bertambahnya mitra, layanan penerbitan dokumen kependudukan bagi bayi baru lahir diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Kota Cirebon.
Perluasan kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pencatatan kelahiran berjalan lebih cepat.
Andi berharap kerja sama yang dimulai bersama RS Medimas dan para bidan tersebut dapat menjadi awal bagi penerapan layanan serupa di fasilitas kesehatan lainnya.
Melalui program ini, Pemkot Cirebon berupaya memastikan setiap bayi memperoleh identitas kependudukan sejak dini. Dengan proses yang lebih terintegrasi, orang tua diharapkan dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan administrasi anak sekaligus menghemat waktu dan tenaga dalam mengurus dokumen resmi.
Ke depan, pengembangan kerja sama dengan lebih banyak rumah sakit dan bidan menjadi salah satu langkah penting agar manfaat program Brojol Aja Klalen semakin luas dirasakan masyarakat. (sep)















