Serunya Siswa SDN 1 Kedawung Cirebon! Belajar Agama hingga Jadi Koki Cilik

Siswa SDN 1 Kedawung belajar agama hingga jadi koki cilik lewat program ICKS 2026 yang mengasah kreativitas, kemandirian, dan karakter sejak dini.

CIREBON – Belajar agama sekaligus mengasah kreativitas melalui kegiatan memasak menjadi pengalaman menyenangkan bagi siswa kelas satu SD Negeri 1 Kedawung, Kabupaten Cirebon. Melalui program Inovasi Ceria Kelas Satu (ICKS) tahun ajaran 2026–2027, sekolah berupaya menanamkan nilai religius, kemandirian, kepercayaan diri, dan semangat kerja sama sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) tersebut diikuti 28 dari total 30 siswa kelas satu. Suasana ceria terlihat sepanjang kegiatan yang menggabungkan pembiasaan keagamaan dengan pembelajaran kreatif melalui praktik langsung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Duha berjamaah. Setelah itu, para siswa melanjutkan kegiatan dengan tadarus surat-surat pendek Alquran. Aktivitas ini menjadi bagian dari pembiasaan positif untuk mengenalkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kedisiplinan anak dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, dua siswa, yakni M Albarra dan Rizki Putra Apriyanto, mendapat kesempatan memimpin lantunan ayat suci Alquran di hadapan teman-temannya.

Kesempatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan diri tampil di depan orang lain. Dengan pendampingan guru, anak-anak juga belajar menghargai teman yang sedang memimpin kegiatan.

Siswa Jadi Koki Cilik, Belajar Membuat Es Buah

Setelah mengikuti kegiatan keagamaan, keceriaan berlanjut melalui sesi Koki Cilik ICKS 2026. Kali ini, para siswa diajak membuat es buah bersama-sama dengan memanfaatkan berbagai potongan buah segar.

Dalam kegiatan tersebut, tiga siswa, yaitu Adzira, Rezki, dan Dzikri, turut membantu memandu teman-temannya menyiapkan bahan hingga meracik minuman.

Aktivitas sederhana ini menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal berbagai bahan makanan, tetapi juga belajar mengikuti tahapan pembuatan minuman, menjaga kebersihan, dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.

Melalui praktik langsung, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melatih keterampilan dasar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan membuat es buah juga mengajarkan pentingnya berbagi tugas dan saling membantu. Setiap anak dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuannya, sehingga proses belajar terasa lebih dekat dengan pengalaman nyata.

Pendekatan tersebut membuat pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi di dalam kelas. Anak-anak juga mendapatkan ruang untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, dan belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Sekolah Dorong Pembentukan Karakter dan Kemandirian

Kepala SD Negeri 1 Kedawung, Elvin Dwi Eka Maryanti, S.Pd.I., hadir memberikan motivasi sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Ia mengapresiasi pelaksanaan program ICKS yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman menyenangkan. Menurutnya, suasana belajar yang positif penting untuk mendukung perkembangan karakter anak sejak usia dini.

“Pembelajaran yang menyenangkan penting untuk mendukung pembentukan karakter religius dan kemandirian anak sejak usia dini,” ujar Elvin Dwi Eka Maryanti.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa dapat mengembangkan kebiasaan baik, baik dalam menjalankan aktivitas keagamaan maupun ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pembiasaan salat Duha dan tadarus menjadi bagian dari penguatan karakter religius. Sementara itu, kegiatan koki cilik memberi kesempatan kepada anak untuk belajar mandiri, bekerja sama, dan berani mencoba sesuatu yang baru.

Program ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran kreatif dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan berbagai keterampilan sosial dan emosional siswa.

Orang Tua Turut Mendukung Kegiatan ICKS

Keberhasilan kegiatan ICKS turut didukung Komite Kelas 1 yang melibatkan orang tua siswa dalam persiapan sarana dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

Sejumlah orang tua berpartisipasi untuk memastikan anak-anak dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan nyaman. Keterlibatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara keluarga dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan.

Sinergi orang tua dan guru dinilai penting agar pembiasaan positif yang diperkenalkan di sekolah dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

Sementara itu, Wali Kelas 1 SD Negeri 1 Kedawung, Afiah Fifi Fitria, yang akrab disapa Miss Fifi, mengaku bangga melihat antusiasme para siswa.

Keberanian M Albarra dan Rizki Putra Apriyanto saat memimpin tadarus, serta semangat Adzira, Rezki, dan Dzikri dalam membantu kegiatan membuat es buah, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kesempatan belajar yang tepat.

Kegiatan ICKS kemudian ditutup dengan menikmati es buah hasil kreasi bersama. Momen tersebut menjadi penutup yang menyenangkan setelah para siswa menjalani rangkaian aktivitas edukatif.

Melalui program ini, SD Negeri 1 Kedawung menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, kemandirian, dan kebersamaan. Harapannya, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama sejak dini. (*)