
CIREBON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon memasang target ambisius dalam pengendalian tuberkulosis (TBC). Selain menekan jumlah kasus, pemerintah daerah menargetkan Kabupaten Cirebon dapat mencapai kondisi zero TBC pada 2030.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas penemuan kasus secara aktif hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat identifikasi warga yang terinfeksi TBC sehingga segera mendapatkan penanganan.
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni SKM MKes, mengatakan penelusuran kasus terus dilakukan di berbagai wilayah. Sasaran tracing mencakup seluruh wilayah Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 424 desa dan kelurahan.
Menurut Eni, penemuan kasus secara aktif menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC. Pasalnya, penyakit tersebut dapat menular melalui udara sehingga berpotensi menyebar di lingkungan masyarakat.
“Yang lebih memengaruhi itu PHBS di masyarakat. TBC penyebarannya melalui udara, sehingga masyarakat harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Eni.
Dinkes Kabupaten Cirebon tidak hanya menargetkan penurunan jumlah penderita. Hingga 2030, kasus TBC di Kabupaten Cirebon diharapkan dapat ditekan hingga 50 persen, bahkan mencapai kondisi zero kasus.
Untuk mencapai target tersebut, pelacakan hingga tingkat desa dan kelurahan terus diperkuat. Dengan semakin banyak kasus yang ditemukan lebih awal, pasien diharapkan dapat segera mendapatkan pengobatan dan tidak menjadi sumber penularan di lingkungan sekitar.
Eni juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit TBC. Menurutnya, TBC masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang serius dan tercatat sebagai penyebab kematian nomor dua di Indonesia.
Karena itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu menjadi kebiasaan sehari-hari. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang mengarah pada TBC.
Di sisi lain, faktor biaya tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi pasien. Dinkes Kabupaten Cirebon memastikan pengobatan TBC diberikan secara gratis.
“Seluruh pengobatan TBC gratis, tidak dikenakan biaya,” pungkas Eni. (den)















