Bukan Sekadar Ulang Tahun, Ini Pesan Partai Gelora di Momentum Sumpah Pemuda 2026

HUT ke-7 Partai Gelora bertepatan dengan Sumpah Pemuda. Mahfuz Sidik menegaskan karakter kebangsaan dan visi Indonesia sebagai kekuatan dunia.

JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum refleksi bagi Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang genap berusia tujuh tahun. Pada usia tersebut, Gelora menegaskan komitmennya untuk membangun karakter politik yang berlandaskan jati diri bangsa dan berorientasi pada cita-cita besar Indonesia.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, mengatakan bahwa perjalanan tujuh tahun menjadi fase penting untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menegaskan identitas partai dalam kehidupan politik nasional.

Menurutnya, karakter dan kepribadian Partai Gelora harus mencerminkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Dengan demikian, gerakan politik yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kepentingan organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

“Visi besar Gelora adalah mewujudkan Indonesia sebagai Kekuatan Lima Besar Dunia,” kata Mahfuz Sidik dalam pesan refleksi HUT ke-7 Partai Gelora Indonesia, Rabu, 28 Oktober 2026.

Ia menegaskan, visi tersebut menjadi landasan bagi partai dalam membangun karakter dan kepribadian yang selaras dengan identitas nasional.

“Maka karakter Gelora adalah karakter Indonesia. Kepribadian Gelora adalah Indonesia,” tegasnya.

Sumpah Pemuda sebagai Landasan Identitas Politik

Pemilihan 28 Oktober sebagai tanggal hari lahir Partai Gelora Indonesia memiliki makna tersendiri. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, sebuah tonggak sejarah yang menegaskan pentingnya persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia.

Bagi Gelora, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda bukan sekadar bagian dari perjalanan sejarah. Semangat tersebut dinilai relevan untuk menjadi pedoman dalam membangun identitas organisasi dan menjalankan peran politik di tengah masyarakat.

Tiga ikrar Sumpah Pemuda, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Mahfuz menilai, semangat persatuan tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan politik. Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun kepentingan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bekerja bersama demi kepentingan nasional.

Atas dasar itu, Gelora ingin membangun identitas politik yang tidak terbatas pada kepentingan kelompok tertentu. Partai tersebut berupaya menempatkan Indonesia sebagai orientasi utama dalam setiap gerakan dan perjuangannya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan cita-cita untuk menghimpun berbagai potensi masyarakat agar dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan memiliki daya saing di tingkat global.

Gelora Ingin Menjadi Titik Temu Berbagai Elemen Bangsa

Dalam refleksinya, Mahfuz juga menyampaikan harapan agar Partai Gelora Indonesia dapat mengambil peran sebagai titik temu, titik himpun, sekaligus titik gerak bagi beragam elemen masyarakat.

Menurutnya, cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perjuangan tersebut tidak dapat hanya mengandalkan satu organisasi atau kelompok, tetapi memerlukan kolaborasi dan semangat bersama dari seluruh elemen bangsa.

Karena itu, Gelora ingin memosisikan diri sebagai wadah yang dapat mempertemukan berbagai potensi masyarakat dalam satu orientasi kebangsaan.

Semangat tersebut sekaligus menempatkan persatuan sebagai modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan global. Dengan kekuatan masyarakat yang terhimpun, Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mencapai kemajuan.

Mahfuz menekankan bahwa karakter kebangsaan harus menjadi pijakan utama dalam perjalanan politik partai. Nilai-nilai Indonesia perlu tercermin tidak hanya dalam visi dan pernyataan organisasi, tetapi juga dalam arah perjuangan yang dijalankan.

Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk kembali mengingat bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

HUT ke-7 Jadi Momentum Memperkuat Fondasi Organisasi

Memasuki usia tujuh tahun, Partai Gelora Indonesia memandang perjalanan organisasi masih membutuhkan proses pembelajaran dan penguatan berkelanjutan.

Mahfuz menyebut fase ini sebagai kesempatan untuk terus membangun karakter, memperkokoh fondasi perjuangan, serta memastikan bahwa visi besar partai tetap menjadi arah gerak organisasi.

Usia yang relatif muda menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju cita-cita besar memerlukan konsistensi, kerja bersama, dan kemampuan untuk terus berkembang mengikuti tantangan zaman.

Refleksi HUT ke-7 ini juga menegaskan bahwa pertumbuhan partai tidak semata-mata diukur dari perkembangan organisasi. Lebih dari itu, kontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi bagian penting dari perjuangan politik yang ingin dibangun.

Dalam konteks tersebut, nilai persatuan yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda kembali mendapat tempat sebagai landasan untuk merangkul keberagaman dan memperkuat orientasi kebangsaan.

Menutup refleksinya, Mahfuz menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar Partai Gelora Indonesia. Ia juga mengajak seluruh elemen partai untuk terus belajar dan melanjutkan perjuangan.

“Dirgahayu ke-7 Partai Gelora Indonesia. Terus belajar dan berjuang…!” ujarnya.

Peringatan HUT ke-7 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum bagi Gelora untuk menegaskan kembali arah perjuangannya. Dengan menjadikan karakter kebangsaan sebagai pijakan politik, partai ini menyatakan tekad untuk berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia. (abd)