
MAJALENGKA – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar di wilayah Jawa Barat untuk membantu mengatasi potensi kekeringan dan meningkatkan kelembapan lahan. Dalam misi yang berlangsung pada Minggu (25/10), pesawat Cessna C208B bernomor registrasi PK-ALA dikerahkan untuk menyebarkan sebanyak 3 ton garam natrium klorida (NaCl) ke sejumlah wilayah sasaran.
Operasi tersebut dipusatkan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka. Dalam pelaksanaannya, armada pesawat menjalankan tiga sorti penerbangan dengan membawa total 3.000 kilogram bahan semai untuk mendukung upaya rekayasa cuaca.
Penyebaran bahan semai dilakukan di sejumlah kawasan di Jawa Barat, mulai dari wilayah sekitar Gunung Ciremai hingga Purwakarta, Subang, dan sebagian Karawang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dampak kekeringan, sekaligus membantu menjaga kondisi kelembapan tanah di kawasan yang membutuhkan pasokan air hujan.
Sorti Pertama Sasar Kawasan Gunung Ciremai
Pada penerbangan pertama, pesawat mengarahkan penyemaian bahan ke wilayah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Ciamis, hingga Majalengka. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ialah area di sekitar Gunung Ciremai.
Dalam sorti pertama tersebut, pesawat membawa dan menebarkan 1.000 kilogram garam NaCl pada ketinggian sekitar 9.500 hingga 11.000 kaki. Penyemaian dilakukan dengan menyasar awan jenis Cumulus dan Cumulus Congestus yang menjadi target dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Komandan Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut dia, operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan, terutama untuk menjaga kelembapan tanah di kawasan hutan dan lereng Gunung Ciremai.
“Intervensi ini efektif memicu hujan intensif untuk menjaga kelembapan tanah, khususnya di kawasan hutan dan lereng Gunung Ciremai,” ujar Letkol Pnb Kadeck.
Kawasan hutan dan lereng gunung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mitigasi kekeringan. Ketersediaan air dan kondisi kelembapan tanah berperan penting dalam menjaga ekosistem, terutama ketika curah hujan belum mencukupi kebutuhan lingkungan.
Meski demikian, hasil operasi modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer, karakteristik awan, serta faktor meteorologis lainnya.
Pesawat Kembali Tabur 1 Ton Garam di Purwakarta dan Subang
Setelah menyelesaikan penerbangan pertama, misi dilanjutkan dengan sorti kedua. Pada tahap ini, penyemaian bahan semai diarahkan ke wilayah Purwakarta, Subang, serta kawasan selatan Kabupaten Karawang.
Pesawat kembali membawa 1.000 kilogram garam NaCl yang disebarkan pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 10.000 kaki.
Penyesuaian ketinggian penerbangan dilakukan sesuai dengan sasaran awan dan kebutuhan pelaksanaan operasi. Dalam kegiatan modifikasi cuaca, bahan semai disebarkan pada awan yang dinilai memiliki karakteristik sesuai untuk mendukung proses pembentukan presipitasi atau hujan.
Penggunaan pesawat memungkinkan penyemaian dilakukan di wilayah sasaran yang tersebar di sejumlah kabupaten. Dengan begitu, operasi dapat menjangkau area yang dinilai membutuhkan intervensi berdasarkan kondisi cuaca dan pemantauan atmosfer.
Sorti Ketiga Berpusat di Sekitar Kertajati
Penerbangan ketiga menjadi tahap penutup dari rangkaian operasi pada hari tersebut. Penyemaian difokuskan di sekitar Kertajati dengan radius jangkauan hingga 30 mil laut dari titik keberangkatan.
Dalam sorti terakhir ini, pesawat menebarkan sisa 1.000 kilogram garam NaCl pada ketinggian sekitar 5.000 hingga 10.000 kaki.
Dengan selesainya tiga sorti penerbangan, total bahan semai yang digunakan dalam misi tersebut mencapai 3 ton. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan memanfaatkan Bandara Internasional Kertajati sebagai pangkalan operasi.
Pemilihan lokasi keberangkatan di Kertajati mendukung pelaksanaan misi yang menjangkau berbagai wilayah di Jawa Barat. Posisi tersebut juga memungkinkan armada menjalankan penerbangan menuju sejumlah kawasan sasaran sesuai dengan rencana penyemaian.
BNPB dan Alkonost Aviasi Indonesia Dukung Mitigasi Kekeringan
Operasi modifikasi cuaca ini diselenggarakan melalui kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Alkonost Aviasi Indonesia. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung mitigasi kekeringan dan pembasahan lahan di wilayah Jawa Barat.
Secara umum, operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya rekayasa cuaca yang dilakukan dengan memanfaatkan kondisi atmosfer tertentu. Bahan semai disebarkan ke awan sasaran untuk membantu proses pembentukan hujan apabila kondisi meteorologis mendukung.
Namun, penyemaian awan tidak secara otomatis menjamin hujan turun di seluruh wilayah sasaran. Keberhasilannya dipengaruhi oleh ketersediaan awan yang sesuai, kandungan air di atmosfer, serta dinamika cuaca pada saat operasi berlangsung.
Karena itu, pelaksanaan OMC menjadi bagian dari langkah mitigasi yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi cuaca di lapangan.
Melalui misi yang berpusat di Kertajati tersebut, penyebaran 3 ton garam NaCl diharapkan dapat membantu mendukung upaya menjaga kelembapan lahan dan mengurangi dampak kekeringan di sejumlah kawasan Jawa Barat.
Operasi ini sekaligus menunjukkan pemanfaatan teknologi rekayasa cuaca sebagai salah satu instrumen pendukung penanggulangan bencana hidrometeorologi, dengan tetap memperhatikan kondisi atmosfer dan efektivitas pelaksanaan di wilayah sasaran. (iim)















