KUNINGAN – Lapangan Bola Voli Kuda Kramat, Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, ramai oleh aktivitas olahraga masyarakat, Minggu (9/8/2026).
Sebanyak enam tim ambil bagian dalam Astry Cup 2026, turnamen bola voli semi open yang digelar dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke-21 De Astri, putri Aris Riswanto atau yang akrab disapa Aris Boby.
Namun, Astry Cup 2026 tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan ulang tahun. Turnamen tersebut dirancang sebagai wadah untuk memberikan ruang kepada atlet muda sekaligus mendorong keterlibatan pemuda lokal dalam pengelolaan kegiatan olahraga.
Penyelenggaraan turnamen juga berlangsung dalam suasana menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Masyarakat turut memberikan sambutan positif terhadap kegiatan yang dikelola secara mandiri tersebut.
Bagi Aris Boby, bola voli memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kecamatan Cibingbin. Minat anak muda terhadap olahraga tersebut dinilai cukup tinggi sehingga membutuhkan wadah yang mampu menyalurkan kemampuan mereka.
Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Pertandingan memberikan kesempatan kepada pemain untuk menguji kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
“Bagi saya, olahraga bukan hanya soal menang atau kalah. Yang lebih penting bagaimana anak-anak muda punya ruang untuk beraktivitas, mengembangkan kemampuan dan bertemu dengan lingkungan yang positif,” kata Aris Boby.
Ia menilai pengalaman bertanding dapat mengajarkan banyak hal kepada generasi muda, mulai dari disiplin, sportivitas, kerja sama tim hingga kemampuan menghadapi tekanan.
Selain memberikan kesempatan kepada atlet, Aris Boby juga sengaja melibatkan pemuda setempat dalam kepanitiaan. Langkah itu dilakukan agar kegiatan olahraga sekaligus menjadi ruang belajar bagi generasi muda di luar lapangan.
Menurut dia, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton. Mereka perlu diberikan kesempatan untuk terlibat sejak tahap persiapan hingga kegiatan berakhir.
“Pemuda jangan hanya ditempatkan sebagai penonton. Mereka harus diberi kesempatan untuk ikut mengelola kegiatan. Mulai dari persiapan, koordinasi dengan tim, pengaturan pertandingan sampai menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.
Enam Tim Dibagi Dua Grup
Dalam Astry Cup 2026, enam tim peserta dibagi ke dalam dua grup. Masing-masing grup terdiri dari tiga tim dengan sistem pertandingan saling bertemu.
Format tersebut membuat setiap tim memiliki kesempatan untuk berhadapan dengan seluruh peserta di grup masing-masing. Persaingan pun berlangsung lebih kompetitif karena setiap pertandingan menjadi bagian penting dalam menentukan posisi tim.
Ketua Panitia Astry Cup 2026, Aping Tedi, mengatakan pemilihan bola voli sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan tidak terlepas dari besarnya potensi atlet muda di wilayah Cibingbin.
“Kita memilih voli karena di sini banyak potensi atlet muda. Untuk turnamen kali ini ada enam tim, kemudian dibagi menjadi dua grup, Grup A dan Grup B. Masing-masing grup terdiri dari tiga tim dan sistemnya saling bertemu,” kata Aping.
Panitia juga berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan, tidak hanya dari sisi pertandingan, tetapi juga dalam pengelolaan acara.
Koordinasi antarpanitia menjadi perhatian utama agar seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung tertib dan kondusif, termasuk ketika pertandingan berlangsung hingga malam hari.
Perangkat pertandingan juga dipersiapkan dengan melibatkan wasit dari daerah setempat yang dinilai memiliki pengalaman serta memahami regulasi permainan.
“Panitia berusaha menjaga koordinasi supaya kegiatan berjalan dengan baik. Kita juga menyiapkan perangkat pertandingan, termasuk wasit dari daerah setempat yang sudah memahami aturan dan memiliki pengalaman,” ujarnya.
Kehadiran wasit berpengalaman menjadi bagian penting dalam menjaga pertandingan tetap berjalan sesuai aturan. Selain memberikan rasa adil bagi peserta, kondisi tersebut juga membuat para pemain mendapatkan pengalaman bertanding dalam suasana yang lebih profesional.
Aris Boby Dorong Turnamen Voli Berkelanjutan
Astry Cup 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Panitia membuka peluang untuk kembali menggelar turnamen serupa dengan konsep dan kualitas penyelenggaraan yang lebih baik.
Aping Tedi mengatakan evaluasi akan dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan kali ini.
“Insyaallah suatu saat kita akan mengadakan lagi event seperti ini. Harapannya bisa terus berkembang dan menjadi kegiatan rutin. Tentu ke depan penyelenggaraannya akan kita evaluasi agar semakin baik,” katanya.
Gagasan tersebut sejalan dengan keinginan Aris Boby untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari ruang pembinaan atlet muda Kecamatan Cibingbin.
Ia menilai pembinaan atlet tidak harus selalu dimulai melalui kompetisi berskala besar. Turnamen di tingkat lokal justru dapat menjadi langkah awal untuk menemukan pemain potensial.
“Kalau kegiatan seperti ini terus berjalan, saya yakin akan muncul pemain-pemain yang memiliki potensi lebih besar. Kita mulai dari lingkungan sendiri, memberikan kesempatan bertanding, kemudian perlahan pembinaannya ditingkatkan,” tutur Aris.
Bagi Aris, keberadaan kompetisi yang rutin juga dapat menciptakan ekosistem olahraga yang lebih sehat. Pemain memiliki kesempatan untuk terus berlatih dan bertanding, sementara pemuda lainnya dapat belajar menjadi bagian dari penyelenggara kegiatan.
Ia berharap manfaat kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pemain, tetapi juga masyarakat secara luas.
“Harapannya bukan hanya turnamennya yang rutin, tetapi pembinaan anak mudanya juga berjalan. Kalau ada potensi, kita harus beri panggung. Kalau ada pemuda yang mau belajar menjadi panitia, kita beri kesempatan,” katanya.
Atmaza Keluar sebagai Juara
Setelah melalui persaingan antartim, Atmaza berhasil keluar sebagai juara pertama Astry Cup 2026.
Cimahi menempati posisi kedua, disusul S2 Sport di peringkat ketiga dan Aping CS sebagai juara keempat.
Sebagai bentuk apresiasi, juara pertama mendapatkan hadiah Rp1,5 juta dan trofi. Juara kedua memperoleh Rp1,2 juta dan trofi, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp800 ribu dan trofi.
Sementara itu, tim yang menempati posisi keempat memperoleh hadiah Rp600 ribu beserta trofi.
Penyelenggaraan Astry Cup 2026 semakin semarak karena berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lapangan voli pun tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat.
Bagi generasi muda, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, membangun relasi, belajar bekerja dalam tim, sekaligus terlibat dalam pengelolaan sebuah kegiatan.
Astry Cup juga bukan menjadi kegiatan pertama yang digagas dengan semangat serupa. Pada Mei 2026, turnamen olahraga sejenis telah digelar dengan membawa semangat pengembangan olahraga di daerah sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Dea, putri Aris Boby.
Konsistensi tersebut memperlihatkan adanya upaya untuk menjadikan olahraga, khususnya bola voli, sebagai aktivitas positif yang terus berkembang di Desa Sukaharja dan Kecamatan Cibingbin.
Dari turnamen tingkat lokal, Aris Boby berharap semakin banyak anak muda mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Bukan hanya menjadi pemain yang memiliki kemampuan di lapangan, tetapi juga generasi yang mampu mengambil peran dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan mereka.
Dengan demikian, Astry Cup 2026 tidak berhenti pada perebutan trofi. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi bagian dari upaya membangun ruang pembinaan atlet muda Kecamatan Cibingbin sekaligus memperkuat semangat Aris Boby mendorong turnamen voli berkelanjutan di tengah masyarakat. ( bubud )
















