Arnengsih Kenang Suyudi Ario Seto, Suka Pesmol Ikan Nila dan Hobi Trabas

Mengenang sosok Suyudi Ario Seto, Arnengsing sebut suka makanan presmol ikan nila

MAJALENGKA – Kabar Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mendapat persetujuan DPR RI untuk menjadi Kapolri membawa kebahagiaan tersendiri bagi Arnengsih (59).

Perempuan yang kini berjualan makanan di Mapolres Majalengka itu pernah menjadi Staf Pribadi (Spri) Suyudi saat menjabat Kapolres Majalengka pada 2015.

Meski hanya sekitar lima bulan mendampingi Suyudi, banyak kenangan yang masih melekat dalam ingatan Arnengsih. Ia mengenang Suyudi sebagai sosok pemimpin yang bijaksana, bersemangat, dan memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat.

“Banyak sekali kesannya, kenangannya memang banyak. Pak Suyudi itu pemimpin yang sangat bijaksana. Semangatnya juga lain daripada yang lain,” ujar Arnengsih saat ditemui di Mapolres Majalengka.

Selama menjadi Spri, Arnengsih cukup sering mengikuti aktivitas Suyudi di lapangan. Salah satunya ketika sang Kapolres melakukan sambang ke berbagai desa.

Menurut Arnengsih, Suyudi memang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan turun langsung menemui masyarakat. Ia bahkan dikenal gemar melakukan trabas ke sejumlah wilayah pelosok Kabupaten Majalengka.

Mulai dari kawasan pedesaan, pinggiran hingga wilayah pegunungan kerap didatangi Suyudi.

“Hobi Bapak itu trabas. Ke pelosok-pelosok, ke pinggiran, gunung, dan wilayah pedesaan. Beliau memang senang berkegiatan di sana,” tuturnya.

Kebiasaan tersebut membuat Arnengsih ikut mengenal banyak wilayah Majalengka karena hampir selalu mendampingi kegiatan lapangan Suyudi.

Selain gaya kepemimpinannya, ada hal sederhana yang masih diingat Arnengsih, yakni soal makanan.

Menurut dia, Suyudi bukan tipe pimpinan yang banyak menuntut ketika menyangkut makanan. Menu sederhana pun sudah cukup.

“Bapak itu enggak rewel, terutama soal makanan. Enggak yang susah-susah, yang sederhana saja. Kalaupun makan hanya telur dadar hangat, itu sudah terlihat lahap banget,” katanya.

Namun, dari sekian banyak makanan, ada dua menu yang disebut menjadi favorit Suyudi ketika berada di Majalengka.

Salah satunya pesmol ikan nila. Selain itu, Suyudi juga disebut menyukai tongseng kepala kambing di kawasan Sindangkasih.

“Pesmol ikan nila itu kesukaannya. Terus yang paling favorit tongseng kepala kambing di Sindangkasih, Warung Sate Hj Uyi. Setiap ke Majalengka, Bapak harus ke situ,” ujar Arnengsih.

Bagi Arnengsih, bukan hanya kebiasaan sederhana yang membuat sosok Suyudi berkesan. Kedekatannya dengan masyarakat juga menjadi salah satu hal yang paling ia ingat.

Arnengsih menilai Suyudi tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang. Semua kalangan, menurutnya, diperlakukan dengan baik.

“Bapak lebih banyak dekat dengan masyarakat. Dari kalangan bawah sampai atas, semuanya bagus. Beliau tidak memilah-milah. Diterima masyarakat, bahkan sampai pindah tugas pun masih banyak dikenang masyarakat,” katanya.

Hubungan keduanya pun tidak terputus meski Suyudi sudah berpindah tugas dari Majalengka.

Arnengsih mengaku beberapa kali bersilaturahmi ketika Suyudi menduduki jabatan baru, termasuk saat dipercaya menjadi Kepala BNN.

“Alhamdulillah, setiap beliau menjabat atau punya jabatan baru, kita selalu ke sana untuk bersilaturahmi. Terakhir saat menjadi Kepala BNN juga ke sana, jadi kita tahu ruang kerjanya. Nanti mungkin terakhir kita ke ruangan Kapolri. Insya Allah,” ucapnya.

Kabar persetujuan DPR RI terhadap Suyudi untuk menjadi Kapolri pun disambut Arnengsih dengan rasa haru sekaligus bangga.

Ia mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut sejak malam sebelum kabar itu ramai diberitakan.

“Sebenarnya dari malam itu Emak sudah punya informasi. Makanya Emak chat Bapak. Ya, mudah-mudahan dipermudah, ya, Pak Jenderal,” katanya.

Arnengsih mengaku terharu melihat perjalanan karier mantan atasannya tersebut. Baginya, pencapaian Suyudi hingga dipercaya menduduki posisi Kapolri merupakan buah dari perjalanan panjang dan kerja keras selama bertugas.

Kedekatan mereka pun masih terjaga hingga sekarang. Suyudi disebut masih sesekali menanyakan kabar dan kondisi kesehatan Arnengsih melalui pesan singkat.

Hubungan itu bahkan sudah dianggap seperti keluarga.

“Iya, seperti sama orang tua sendiri. Beliau juga memperlakukan Emak sangat spesial. Enggak dianggap sebagai orang lain,” ungkapnya.

Pertemuan terakhir keduanya terjadi ketika menghadiri sebuah acara BNN di Universitas Majalengka (Unma) belum lama ini.

Arnengsih mengatakan, meski sudah lama tidak bertugas bersama, Suyudi masih mencarinya ketika berada di Majalengka.

“Sepertinya kalau beliau ke Majalengka, tetap Emak yang dicari,” ujarnya.

Setelah Suyudi mendapat persetujuan DPR RI untuk menjadi Kapolri, Arnengsih hanya berharap mantan atasannya itu dapat menjalankan amanah dengan lancar dan selalu diberikan kesehatan.

“Semoga Bapak ke depannya lebih sukses lagi. Saat menjalankan tugas, tidak ada kendala,” katanya.

Lima bulan mendampingi Suyudi sebagai Spri memang terbilang singkat. Namun, bagi Arnengsih, masa tersebut meninggalkan kenangan yang sangat dalam.

Kedekatan keduanya bahkan kerap menjadi bahan candaan rekan-rekan Arnengsih di Mapolres Majalengka.

Mereka sempat bergurau agar kantin tempat Arnengsih berjualan digratiskan setelah Suyudi kini dipercaya menjadi Kapolri.

Bagi Arnengsih, perjalanan karier Suyudi hingga mencapai posisi tersebut merupakan kebanggaan tersendiri.

Ia memastikan akan terus mendoakan mantan atasannya dalam menjalankan tugas barunya.

“Ya, itu saja. Emak tetap mendoakan Bapak. Sampai kapan pun tetap mendoakan Bapak,” ucap Arnengsih. (ono)