CIREBON – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon mempercepat pelayanan administrasi kependudukan bagi pelajar.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui layanan jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cirebon, Senin (10/8/2026).
Kepala Kemenag Kota Cirebon, Riana Anomsari, mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi pemerintah untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah dan efisien bagi masyarakat, khususnya pelajar.
Menurut Riana, pelayanan perekaman e-KTP langsung di lingkungan sekolah diharapkan dapat menghemat waktu siswa. Mereka tidak perlu meninggalkan sekolah atau meminta izin keluar untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Kami memfasilitasi tempatnya di setiap madrasah agar jam belajar siswa tidak terganggu dan waktunya tidak habis terbuang hanya untuk mengurus perjalanan ke sana,” ujar Riana.
MAN 2 Kota Cirebon menjadi madrasah pertama yang mendapat giliran dalam pelaksanaan program tersebut. Setelah itu, layanan serupa akan dilanjutkan ke MAN 1 Kota Cirebon dan sejumlah madrasah swasta yang pelaksanaannya akan dilakukan secara terpadu.
Riana menyebut, pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 61 siswa mengikuti perekaman e-KTP. Pelayanan tersebut dikhususkan bagi siswa yang merupakan warga Kota Cirebon.
Sekolah juga turut membantu siswa yang membutuhkan konfirmasi lebih lanjut dengan orang tua terkait kelengkapan dokumen maupun persetujuan. Langkah tersebut dilakukan agar proses perekaman dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu kegiatan belajar.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, mengatakan pelayanan jemput bola menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Disdukcapil Kota Cirebon, kata Andi, secara aktif mendatangi berbagai institusi pendidikan untuk memfasilitasi perekaman KTP elektronik bagi pelajar.
Ia mengapresiasi pihak MAN 2 Kota Cirebon dan Kemenag Kota Cirebon yang telah memberikan ruang serta dukungan terhadap pelaksanaan layanan tersebut.
“Pelayanan jemput bola ini tidak hanya di sekolah umum, tetapi juga menyasar masyarakat rentan dan penyandang disabilitas,” kata Andi.
Selain mengejar target perekaman KTP elektronik, Disdukcapil Kota Cirebon saat ini juga fokus meningkatkan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Menurut Andi, aktivasi IKD penting untuk mendukung integrasi data kependudukan dan mewujudkan sistem Indonesia Satu Data, termasuk mendorong terwujudnya Cirebon Satu Data.
Ia menjelaskan, Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini menjadi salah satu data dasar yang digunakan dalam berbagai pelayanan publik. Data tersebut telah dimanfaatkan sejumlah instansi untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
Salah satunya Dinas Sosial yang menggunakan data NIK dalam program perlindungan sosial untuk memetakan kondisi kesejahteraan masyarakat berdasarkan desil. Selain itu, NIK juga telah terintegrasi dengan berbagai lembaga dan layanan, mulai dari PLN, instansi perpajakan hingga sektor perbankan.
Karena itu, percepatan perekaman e-KTP dan aktivasi IKD dinilai penting untuk memastikan data kependudukan masyarakat tetap akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai layanan pemerintah maupun publik.
“Hari ini kami kejar terus, salah satunya di MAN 2 ini, agar bagaimana perekaman KTP elektronik ini bisa tercapai,” pungkasnya. (abd)
















