CIREBON – Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat peran kemanusiaan di Kota Cirebon, termasuk membantu masyarakat yang terdampak kondisi darurat seperti kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr Iing Daiman MSi, saat menghadiri peringatan HUT ke-81 PMI di Grage City Hub, Selasa (29/9/2026).
Iing mengatakan, memasuki usia ke-81 tahun, PMI telah menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan tugas kemanusiaan. PMI tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga berperan dalam memastikan kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat dapat segera ditangani.
Menurutnya, respons cepat menjadi salah satu hal penting dalam penanganan bencana. PMI memiliki pedoman untuk dapat mencapai lokasi bencana maksimal dalam waktu enam jam, sekaligus membawa bantuan logistik yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
“Kita semua harus memperhatikan keadaan masyarakat. Apabila ada bencana, pedoman kita adalah enam jam sampai,” ujar Iing.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PMI yang selama ini turut membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan kemanusiaan. Salah satunya dalam menghadapi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Cirebon.
“Kami sangat bahagia ketika teman-teman PMI sangat luar biasa membantu dalam bidang kemanusiaan. Kita juga dibantu oleh PMI Pusat untuk membantu di area lahan yang kekeringan,” katanya.
Bulan Dana PMI Mulai Gunakan QRIS
Bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Cirebon bersama PMI Kota Cirebon juga meluncurkan Bulan Dana PMI Tahun 2026.
Penggalangan dana tahun ini mulai diarahkan menggunakan transaksi nontunai melalui QRIS. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengumpulan dana kemanusiaan.
Iing berharap penggunaan QRIS dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan dalam menyalurkan bantuan.
“Hari ini juga kita launching Bulan Dana PMI dengan menggunakan transaksi nontunai, yaitu QRIS. Ini salah satu upaya Pemerintah Kota Cirebon bersama PMI untuk lebih transparan dalam penggalangan dana, juga akuntabel,” tandasnya.
Pemkot Cirebon juga akan menyosialisasikan Bulan Dana PMI melalui berbagai kegiatan yang berlangsung di Kota Cirebon. Masyarakat dapat menyalurkan bantuan melalui QRIS maupun secara tunai.
“Di setiap event atau acara akan disisipkan ajakan kepada warga untuk menyisihkan dana bagi kemanusiaan. Bisa melalui QRIS maupun secara tunai. Jadi bukan berarti yang tunai tidak diterima. Keduanya kami terima, tetapi memang kami arahkan nontunai supaya transaksinya lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.
PMI Siapkan Toren Air untuk Warga Argasunya
Dalam momentum HUT ke-81 tersebut, PMI Kota Cirebon juga menyerahkan toren air untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, khususnya di Kelurahan Argasunya.
Ketua PMI Kota Cirebon, dr. Edial Sanif SpJP FIHA, mengatakan toren akan ditempatkan di wilayah yang mengalami kekeringan selama kondisi tersebut masih berlangsung.
Setelah memasuki musim hujan, toren akan ditarik dan disimpan di Markas PMI Kota Cirebon untuk menjaga kondisi serta memudahkan pemeliharaannya.
“Di Argasunya cukup parah. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, kami membantu dengan mengirimkan air bersih hampir setiap hari, bekerja sama dengan PDAM Kota Cirebon,” kata Edial.
Menurutnya, bantuan air bersih merupakan salah satu bentuk respons PMI terhadap kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Keberadaan toren di lokasi diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh air ketika distribusi bantuan dilakukan.
Edial juga berharap HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk menguatkan kembali semangat kemanusiaan seluruh jajaran PMI, mulai dari pengurus, relawan hingga anggota Palang Merah Remaja (PMR).
Ia mengingatkan agar seluruh jajaran PMI tetap berpegang pada prinsip dasar kepalangmerahan dalam menjalankan tugas.
“Kami berharap seluruh PMR dan pengurus semakin kondusif dan menyesuaikan dengan kaidah PMI, yaitu kembali kepada roh PMI, kembali kepada tujuh prinsip kepalangmerahan. Sehingga segala sesuatu bisa berjalan dengan baik dan adik-adik PMR, relawan, semuanya bekerja tanpa pamrih, betul-betul menyesuaikan dirinya untuk kemanusiaan,” pungkasnya. (abd)
















