132 Mahasiswa FPS UGJ Ikuti PLP 2 di 30 Sekolah Mitra

Sebanyak 132 mahasiswa FSP UGJ mengikuti PLP 2

CIREBON – Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon resmi melepas 132 mahasiswa untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Tahun Akademik 2026/2027.

Pelepasan mahasiswa tersebut digelar di Kampus 2 UGJ, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Calon Guru Profesional melalui Praktik Pembelajaran Inovatif, Reflektif, dan Berbasis Deep Learning di Era Digital.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I UGJ Dr Surya Amami Pramuditya, S.Si., M.Si. dan Dekan FPS UGJ Dr Endang Herawan, M.M.

Dekan FPS UGJ, Dr Endang Herawan, mengatakan sebanyak 132 mahasiswa akan mengikuti program PLP 2 dan menjalani praktik langsung di sekolah-sekolah mitra.

Para mahasiswa tersebut akan disebar ke 30 sekolah yang terdiri atas 10 Sekolah Dasar (SD), dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 18 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).

Sekolah-sekolah penempatan berada di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka. Ke depan, program tersebut juga berpotensi dikembangkan hingga Kabupaten Indramayu.

“Program ini diawali dengan proses identifikasi oleh masing-masing program studi untuk memastikan mahasiswa telah memenuhi syarat administrasi,” ujar Endang.

Setelah proses identifikasi, mahasiswa mendapatkan pembekalan intensif selama empat hari. Kegiatan tersebut melibatkan instruktur serta dosen pembimbing lapangan dari 30 sekolah mitra.

Mahasiswa dijadwalkan mulai diterjunkan ke sekolah-sekolah penempatan pada Senin mendatang untuk melaksanakan praktik lapangan.

Dalam kesempatan itu, Endang juga menyampaikan apresiasi atas capaian akreditasi unggul yang diraih UGJ. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras serta dukungan dari yayasan, pimpinan, dosen, dan mahasiswa.

Selain itu, akreditasi untuk Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) diperkirakan akan diumumkan pada akhir Agustus atau awal September 2026.

“Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan internal kampus, tetapi juga dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UGJ Dr Surya Amami Pramuditya mengatakan, PLP 2 menjadi wujud nyata kehadiran kampus di tengah masyarakat melalui kolaborasi antara dosen pembimbing lapangan, mahasiswa, dan sekolah mitra.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan, keterampilan, gagasan, serta semangat generasi muda ke sekolah, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dari guru, peserta didik, dan lingkungan sekolah.

“Diharapkan, kampus dan sekolah dapat saling belajar serta membentuk ekosistem pembelajaran yang saling menguatkan,” ujarnya.

Surya menyampaikan, terdapat tiga fokus utama yang harus diterapkan mahasiswa selama mengikuti PLP 2. Mahasiswa diingatkan agar tidak hanya memikirkan apa yang bisa diperoleh dari sekolah, tetapi juga kontribusi yang dapat diberikan.

Fokus pertama adalah menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Mahasiswa dituntut mampu menerapkan metode pembelajaran kreatif sesuai kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

Fokus kedua, mahasiswa harus menerapkan pembelajaran reflektif dengan menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di sekolah.

Sementara fokus ketiga adalah penerapan konsep pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran digital.

“Mahasiswa harus mampu menerapkan pembelajaran yang penuh kesadaran, bermakna, serta menyenangkan,” katanya.

Menurut Surya, PLP 2 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung dan menghadapi berbagai tantangan nyata dalam dunia pendidikan, baik yang berkaitan dengan guru, kebijakan, maupun karakteristik peserta didik.

Ia pun berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa PLP untuk aktif berdiskusi dengan dosen pembimbing lapangan maupun kepala program studi.

Pengalaman langsung di lapangan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk bertransformasi menjadi guru dan tenaga pendidik profesional yang siap menjawab kebutuhan pendidikan masa kini dan masa depan. (abd)