
INDRAMAYU – Berawal dari dapur rumah sederhana, produk-produk olahan khas Indramayu kini mendapat kesempatan untuk dikenal lebih luas. Rengginang terasi, kerupuk ikan, hingga aneka olahan mangga menjadi bukti bahwa usaha rumahan memiliki peluang untuk berkembang dan menjadi penopang ekonomi keluarga.
Semangat tersebut terlihat dalam gelaran Indramayu Expo 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Singalodra Indramayu pada 8–14 Oktober 2026. Pameran yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu itu menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Rumah UMKM Teras Balongan. Kelompok usaha binaan masyarakat lokal ini menghadirkan berbagai produk kuliner, kerajinan tangan, hingga karya kreatif berbahan daur ulang yang mencerminkan potensi ekonomi masyarakat pesisir Indramayu.
Bagi para pelaku UMKM Teras Balongan, keikutsertaan dalam pameran tersebut bukan sekadar kesempatan untuk menjajakan dagangan. Lebih dari itu, Indramayu Expo 2026 menjadi panggung untuk menunjukkan hasil kerja keras, kreativitas, dan perjuangan mereka dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga.
Ketua Rumah UMKM Teras Balongan, Mahani, mengatakan, perjalanan kelompok usahanya bermula dari kegiatan sederhana di rumah. Produk yang awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan usaha rumahan kini memiliki kesempatan untuk dipamerkan di hadapan masyarakat yang lebih luas.
“Dulu kami hanya mengolah makanan seadanya saja di dapur rumah, alhamdulillah sekarang bisa dilihat banyak orang,” kenang Mahani.
Produk Kuliner Khas Indramayu Jadi Andalan
Beragam makanan ringan bercita rasa khas pesisir menjadi salah satu daya tarik stan Rumah UMKM Teras Balongan. Rengginang terasi dan kerupuk ikan khas Indramayu ditata untuk menarik perhatian pengunjung yang mencari camilan lokal maupun oleh-oleh daerah.
Produk olahan mangga juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang diperkenalkan. Sebagai daerah yang dikenal memiliki potensi buah mangga, Indramayu mempunyai peluang besar untuk mengembangkan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah melalui kreativitas pelaku UMKM.
Pengolahan bahan pangan menjadi makanan ringan dan produk siap jual membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil produksi. Dengan pengemasan yang menarik, kualitas yang terjaga, serta pemasaran yang tepat, produk rumahan berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Tidak hanya mengandalkan cita rasa, para pelaku UMKM juga terus didorong untuk memperhatikan kualitas dan tampilan produk. Hal tersebut penting agar makanan olahan lokal mampu bersaing dengan produk sejenis di pasar yang semakin kompetitif.
Kehadiran mereka di Indramayu Expo 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa usaha kecil memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan kesempatan promosi dan pendampingan yang sesuai kebutuhan.
Batik Complongan hingga Kerajinan Daur Ulang
Selain kuliner, Rumah UMKM Teras Balongan turut memperkenalkan produk kerajinan yang memiliki nilai budaya dan kreativitas. Kain Batik Complongan, salah satu identitas batik khas Indramayu, menjadi bagian dari produk yang dipamerkan.
Berbagai kerajinan tangan hasil karya masyarakat, termasuk boneka rajut dan gantungan kunci, juga menambah variasi produk di stan tersebut. Kehadiran produk-produk ini memperlihatkan bahwa kreativitas pelaku UMKM tidak terbatas pada sektor makanan, tetapi juga merambah bidang fesyen dan kerajinan.
Hal menarik lainnya adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai diolah menjadi produk kreatif, termasuk meja dan kursi.
Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Melalui kreativitas dan keterampilan, bahan daur ulang bisa memiliki fungsi baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Ragam produk yang dipamerkan pun menggambarkan potensi ekonomi lokal yang beragam. Di satu sisi, pelaku usaha turut menjaga warisan budaya melalui Batik Complongan dan kuliner tradisional. Di sisi lain, mereka menciptakan inovasi melalui kerajinan tangan dan pemanfaatan bahan bekas.
Pendampingan Pertamina Bantu UMKM Naik Kelas
Perkembangan Rumah UMKM Teras Balongan tidak terlepas dari dukungan program Community Involvement and Development (CID) Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan.
Melalui program tersebut, para pelaku usaha mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat kemampuan dalam menjalankan bisnis. Pendampingan mencakup pengolahan makanan secara higienis, pengembangan tampilan produk, penyediaan fasilitas tempat usaha, hingga pengenalan strategi pemasaran digital.
Mahani menyampaikan, dukungan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompoknya. Mereka tidak hanya belajar menghasilkan produk, tetapi juga memahami pentingnya menjaga mutu dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Berkat pendampingan dari Kilang Balongan, kami diajari banyak hal mulai dari cara mengolah makanan yang higienis dan menarik, diberikan juga fasilitas tempat usaha sampai diajari digital marketing agar produk kami bisa tembus pasar online,” ungkap Mahani.
Kemampuan pemasaran digital menjadi salah satu bekal penting bagi UMKM untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen. Melalui kanal penjualan daring, pelaku usaha memiliki peluang memperkenalkan produk kepada calon pembeli di luar lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun, kesempatan bertemu konsumen secara langsung tetap memiliki nilai tersendiri. Pameran seperti Indramayu Expo 2026 memungkinkan pelaku UMKM menjelaskan keunggulan produk, mengetahui respons pembeli, serta memperoleh masukan untuk pengembangan usaha.
Mahani menilai, pengalaman tersebut memberikan manfaat bagi kelompoknya. Selain memperkenalkan produk kepada masyarakat, mereka dapat mengetahui tanggapan konsumen secara langsung sebagai bahan evaluasi.
“Kami bisa dengarkan secara langsung berbagai masukan dari pembeli, jadi kebanggaan juga produk kami bisa dilihat banyak orang dan bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.
Indramayu Expo Jadi Pintu Memperluas Pasar
Pjs Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan, Andromeda Cahyo Purnomo, menjelaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap UMKM diarahkan pada pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan warga.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi Rumah UMKM Teras Balongan untuk mengikuti Indramayu Expo 2026. Keterlibatan dalam pameran diharapkan dapat mempertemukan produk lokal dengan calon konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Menurut Andromeda, promosi produk menjadi bagian penting dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing. Melalui kesempatan tersebut, para pelaku usaha diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan bisnis dan memperluas pasar.
“Kami ingin mendongkrak omzet mereka, sekaligus memberikan rasa percaya diri bahwa produk lokal Indramayu mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” jelas Andromeda.
Dukungan terhadap keberlanjutan usaha juga dilakukan melalui keberadaan toko resmi Rumah UMKM Teras Balongan. Pusat pemasaran tersebut berlokasi di Jalan Raya Sukaurip Nomor 16, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Toko itu menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan beragam produk hasil karya pelaku usaha setempat dengan harga terjangkau. Keberadaannya diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan pemasaran sehingga aktivitas penjualan tidak hanya bergantung pada momentum pameran.
Bagi Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan, pemberdayaan UMKM bukan semata-mata kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan. Program tersebut juga menjadi upaya mendukung masyarakat agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Bagi Kilang Pertamina Balongan, Teras Balongan ini bukan sekadar program CSR, melainkan simbol ketangguhan para perempuan dan warga lokal dalam merajut kemandirian ekonomi keluarga, satu karya demi satu keluarga,” ungkap Andromeda.
Kisah Rumah UMKM Teras Balongan memperlihatkan bagaimana produk yang bermula dari dapur rumah dapat memperoleh ruang lebih besar melalui kreativitas, pendampingan, dan kesempatan promosi. Dari rengginang dan kerupuk ikan hingga Batik Complongan serta kerajinan daur ulang, setiap produk membawa potensi ekonomi sekaligus identitas lokal Indramayu.
Indramayu Expo 2026 pun menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan karya mereka, membangun kepercayaan diri, dan menjajaki peluang pasar baru. Dengan pengembangan kualitas produk dan pemasaran yang berkelanjutan, UMKM lokal diharapkan mampu terus bertumbuh serta menjadi bagian penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat. (oni)















