CIREBON – Iklim investasi di Kota Cirebon menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp3,6 triliun, jauh melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota Cirebon untuk tahun ini.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, nilai investasi yang telah masuk hingga Juli mencapai Rp3.611.395.385.441.
Capaian tersebut hampir menyentuh 200 persen dari target investasi Kota Cirebon pada 2026 yang ditetapkan sebesar Rp1,9 triliun.
Plt Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Icip Suryadi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kondisi investasi di Kota Cirebon berada dalam tren yang menggembirakan.
“Alhamdulillah angka investasi kita ada di tren yang baik,” kata Icip, Kamis (27/8/2026).
Menurut Icip, realisasi investasi yang telah dicatatkan hingga Juli bahkan sudah jauh melampaui target tahunan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan perekonomian Kota Cirebon.
“Target sudah jauh tercapai,” ujarnya.
Perdagangan dan Jasa Perhotelan Mendominasi
Icip menjelaskan, investasi yang masuk ke Kota Cirebon didominasi sektor perdagangan dan jasa. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi cukup signifikan adalah jasa perhotelan.
Hal tersebut sejalan dengan semakin berkembangnya aktivitas pembangunan hotel di Kota Cirebon. Sejumlah proyek perhotelan saat ini tengah berjalan dan turut mendorong pertumbuhan nilai investasi daerah.
“Yang mendominasi itu memang perdagangan dan jasa perhotelan,” jelasnya.
Jika dirinci berdasarkan asal modal, investasi dalam negeri masih menjadi penyumbang terbesar. Nilainya mencapai Rp2.755.944.828.573 atau sekitar Rp2,7 triliun.
Sementara itu, investasi yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) mencapai sekitar Rp855 miliar.
“Penanaman modal dalam negeri masih mendominasi, tapi penanaman modal asing juga mulai menggeliat,” kata Icip.
Capaian tersebut menunjukkan Kota Cirebon tidak hanya mampu menarik investor domestik, tetapi juga mulai mendapatkan perhatian dari investor asing.
Wali Kota Minta Kondusivitas Dijaga
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo meminta seluruh elemen masyarakat ikut menjaga iklim investasi yang saat ini berada dalam kondisi positif.
Menurutnya, keamanan dan kondusivitas daerah menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor. Karena itu, masyarakat diharapkan bersama-sama menciptakan suasana yang nyaman bagi dunia usaha.
“Investasi kita meningkat, alhamdulillah. Tapi saya berpesan kepada masyarakat, jaga tetap kondusivitas, agar investor nyaman di kota kita,” ungkap Edo.
Ia menilai meningkatnya investasi juga memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan pembangunan di Kota Cirebon. Masuknya investasi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Cirebon pun terus mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, untuk meningkatkan aksesibilitas. Infrastruktur yang semakin baik dinilai akan membuat mobilitas masyarakat maupun aktivitas dunia usaha menjadi lebih lancar.
“Dalam rangka proses pembangunan, buat investor nyaman, dan semoga ke depan semakin menjadi tujuan investasi. Kita tinggal sama-sama kawal,” pungkasnya. (sep)













