Sambut HUT RI Ke-81, Bumdes Arya Kamuning Gelar Janggala Manik Mini Soccer

Bumdes Arya Kamuning Gelar Mini Soccer sambut HUT Kemerdekaan RI

KUNINGAN – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun atau HUT RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. BUMDes Arya Kamuning menggelar Pesona Kaduela, Janggala Manik Mini Soccer 2026, turnamen sepak bola antardusun yang melibatkan kelompok usia junior hingga dewasa.

Kegiatan berlangsung di Lapangan Janggala Manik Mini Soccer, Desa Kaduela, mulai Senin, 10 Agustus 2026, dan dijadwalkan mencapai puncaknya menjelang peringatan 17 Agustus. Pembukaan dilakukan secara simbolis oleh Direktur BUMDes Arya Kamuning, Iim Ibrahim, melalui penendangan bola ke arah gawang.

Iim Ibrahim mengatakan, Janggala Manik Mini Soccer merupakan fasilitas olahraga yang dibangun BUMDes Arya Kamuning untuk memberikan ruang bagi masyarakat Desa Kaduela, termasuk generasi muda, mengembangkan potensi di bidang sepak bola.

“Dalam rangka 17 Agustus, BUMDes hadir untuk membina masyarakat Desa Kaduela dengan mengadakan turnamen antarblok. Ada 4 blok untuk usia U-13 dan dewasa,” ujar Iim Ibrahim.

Turnamen mempertemukan perwakilan 4 dusun di Desa Kaduela, yakni Dusun Bina Loka, Dusun Bina Bakti, Dusun Bina Warga, dan Dusun Bina Karya. Masing-masing dusun mengirimkan tim untuk kategori U-13 dan kategori senior atau dewasa.

Menurut Iim, kategori U-13 menjadi perhatian khusus karena turnamen ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menemukan dan membina bibit-bibit sepak bola sejak usia dini.

“Untuk U-13 kami ingin mencari bibit-bibit untuk bermain sepak bola. Kali ini ada 4 tim U-13 sesuai blok yang ada di Desa Kaduela. Yang dewasa juga sama, sesuai blok,” katanya.

Untuk kategori dewasa, jumlah peminat disebut cukup tinggi. Karena itu, pertandingan juga memberikan ruang bagi pemain senior untuk ikut ambil bagian dalam kompetisi yang digelar menyambut HUT RI ke-81 tersebut.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan parade peserta dan suporter berkeliling lapangan dan mengikuti upara pembukaan. Juga dihadirkan seni penampilan seni genjring, hadroh, hingga tari jaipong.

Tari jaipong menarik perhatian warga di sesi pembukaan, karena dibawakan oleh penari cilik berbakat asal Desa Kaduela, Vika Amalia, sementara pertunjukan hadroh diisi Majelis Taklim Arrohmaniah Desa Kaduela.

Menariknya, seni genjring dalam pembukaan dimainkan langsung oleh karyawan BUMDes Arya Kamuning. Para karyawan tersebut selama ini turut mengelola sejumlah objek wisata yang menjadi potensi unggulan Desa Kaduela, di antaranya Telaga Biru Cicerem, serta wisata kolam renang dan edukasi Sideland.

Ratusan penonton mendatangi Lapangan Janggala Manik Mini Soccer hingga sore hari. Dukungan warga dari masing-masing dusun membuat pertandingan berlangsung semarak, sekaligus menjadi ruang pertemuan dan kebersamaan masyarakat Desa Kaduela.

Seluruh kepanitiaan kegiatan juga melibatkan karyawan dan karyawati BUMDes Arya Kamuning yang merupakan warga setempat. Iim menyebut keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDes mengoptimalkan peran sumber daya lokal dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Panitianya semua dari karyawan BUMDes. Alhamdulillah, semua yang mendukung kegiatan ini berasal dari BUMDes,” ungkap Iim.

Panitia menyiapkan hadiah bagi para juara. Juara pertama mendapatkan Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp1 juta.

Iim berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai perayaan HUT RI ke-81. Setelah sekitar 5 tahun tidak menggelar turnamen sepak bola, BUMDes Arya Kamuning ingin kembali menjadikan kompetisi olahraga sebagai kegiatan yang rutin untuk menggali potensi masyarakat.

“Harapan kami sebagai BUMDes, bagaimana terus melestarikan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di Desa Kaduela, khususnya di olahraga,” tutur Iim.

Kembalinya turnamen sepak bola antardusun ini menjadi langkah awal menghidupkan kembali tradisi kompetisi olahraga di Desa Kaduela. Pesona Kaduela Janggala Manik Mini Soccer 2026 pun diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus ruang lahirnya bibit-bibit pesepak bola muda dari desa tersebut. (Bubud Sihabudin