CIREBON – Revitalisasi bangunan SDN Pengampon 3 di Kota Cirebon membawa perubahan nyata bagi kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Perbaikan fasilitas sekolah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, dan mendukung konsentrasi siswa selama proses pembelajaran.
Bagi para siswa, sekolah bukan sekadar tempat untuk menimba ilmu. Ruang kelas juga menjadi tempat berinteraksi, membangun pertemanan, serta menghabiskan sebagian besar waktu untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, kondisi bangunan dan kelengkapan fasilitas sekolah menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas pendidikan.
Sebelum revitalisasi dilakukan, kondisi sejumlah bagian bangunan SDN Pengampon 3 dinilai belum sepenuhnya memberikan kenyamanan bagi siswa. Ruang kelas yang terasa panas hingga atap yang sesekali bocor menjadi kendala saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kondisi tersebut membuat perbaikan bangunan sekolah menjadi hal yang penting agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan lebih nyaman. Setelah revitalisasi, suasana belajar di sekolah tersebut kini dirasakan lebih baik oleh para siswa.
Salah satu siswa SDN Pengampon 3, Chicarito Yehezkiel Hutajulu, yang berasal dari Kecamatan Talun, mengaku merasakan perubahan setelah bangunan sekolah diperbaiki. Ia telah bersekolah di SDN Pengampon 3 sejak duduk di kelas satu sehingga dapat membandingkan kondisi sekolah sebelum dan sesudah revitalisasi.
Menurut Chicarito, kondisi bangunan yang lebih baik membuat kegiatan belajar terasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
“Bangunan sekolah yang baru lebih nyaman, karena sebelumnya panas. Kadang-kadang juga bocor,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kondisi fisik ruang kelas memiliki kaitan erat dengan kenyamanan siswa selama mengikuti pelajaran. Ruangan yang lebih layak diharapkan membantu siswa berkonsentrasi tanpa terlalu terganggu oleh kondisi bangunan.
Siswa Sempat Belajar Berpindah-pindah Selama Revitalisasi
Pengalaman lain dirasakan Messy Ramadhani, siswa kelas lima SDN Pengampon 3. Selama proses revitalisasi berlangsung, ia bersama teman-temannya harus menyesuaikan diri dengan perubahan lokasi belajar.
Kegiatan belajar mengajar sempat dilaksanakan di musala dan sejumlah ruangan lain di lingkungan sekolah. Para siswa juga pernah menggunakan ruang kelas enam sebagai tempat belajar sementara.
Perpindahan lokasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Mereka harus mengikuti pembelajaran di tempat yang berbeda-beda sambil menunggu proses perbaikan bangunan sekolah selesai.
“Kadang di musala, terus pindah-pindah juga ke ruangan lain,” tutur Messy saat mengenang pengalamannya selama revitalisasi.
Meski harus beradaptasi dengan kondisi tersebut, kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Para siswa tetap mengikuti pelajaran dengan memanfaatkan ruangan yang tersedia di lingkungan sekolah.
Kini, setelah perbaikan bangunan selesai, Messy mengaku dapat menjalani kegiatan belajar dengan lebih fokus. Suasana ruang belajar yang lebih nyaman menjadi salah satu perubahan yang ia rasakan setelah revitalisasi.
Kondisi tersebut diharapkan turut mendukung proses pembelajaran sehari-hari, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik yang menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sarana Pendidikan yang Layak Jadi Perhatian
Lurah Lemahwungkuk, Fie Hasby, menegaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, fasilitas sekolah yang memadai diperlukan untuk mendukung kenyamanan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan.
“Pendidikan harus diutamakan, termasuk sarana dan prasarananya, demi kenyamanan tenaga pendidik dan murid,” tegasnya.
Ia menilai, lingkungan sekolah yang layak merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Bangunan yang terawat dan ruang kelas yang nyaman dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif.
Selain memberikan kenyamanan bagi siswa, kondisi fasilitas yang memadai juga dibutuhkan agar guru dapat melaksanakan tugas mengajar secara optimal. Dengan demikian, perbaikan sarana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga mendukung kualitas pelaksanaan pembelajaran.
Revitalisasi SDN Pengampon 3 diharapkan menjadi langkah positif dalam meningkatkan kenyamanan lingkungan pendidikan di Kota Cirebon. Perubahan kondisi bangunan yang dirasakan siswa menjadi bagian penting dari upaya menyediakan fasilitas belajar yang lebih layak.
Dengan ruang belajar yang lebih nyaman, siswa diharapkan dapat mengikuti pelajaran dengan lebih tenang, menjaga konsentrasi, serta menjalani aktivitas sekolah secara optimal. Ke depan, pemeliharaan fasilitas pendidikan juga perlu mendapat perhatian agar manfaat revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung proses belajar siswa. Fasilitas yang memadai diharapkan dapat membantu menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih baik bagi seluruh warga sekolah.
(its)
















