CIREBON – Kabar baik bagi para pengemudi angkutan kota (angkot) di Cirebon. Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional, DPC Organda Cirebon menggelar servis angkot gratis sekaligus penggantian oli mesin.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung di halaman Kantor DPC Organda Cirebon, Sabtu (3/10/2026). Sejumlah angkot dari berbagai trayek tampak mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan kendaraan, servis mesin, hingga penggantian oli tanpa dipungut biaya.
Ketua DPC Organda Cirebon Yuyun Wahyu Kurnia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Organda terhadap para pengemudi angkutan umum sekaligus bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi di jalan raya.
“Layanan yang kami berikan berupa servis mesin gratis serta penggantian oli mesin secara cuma-cuma,” kata Yuyun, didampingi pengurus Organda Cirebon Karsono.
Menurut Yuyun, tidak semua kendaraan dapat mengikuti layanan tersebut. Organda menetapkan sejumlah persyaratan untuk memastikan program tepat sasaran sekaligus mendukung kelayakan kendaraan yang beroperasi di jalan.
Angkot yang mendapatkan layanan gratis harus memenuhi persyaratan administrasi dan keselamatan. Di antaranya memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan izin trayek yang masih berlaku.
Selain itu, pengemudi juga wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masih aktif. Kondisi kendaraan turut menjadi perhatian, terutama terkait standar keselamatan dan kelayakan operasional.
Siapkan Anggaran Rp25 Juta
Yuyun menjelaskan, layanan Organda gelar servis angkot gratis tersebut dibuka hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, apabila persediaan oli masih tersedia, pelayanan dapat diperpanjang sampai stok habis.
Setiap angkot mendapatkan servis sekaligus penggantian oli mesin dengan kapasitas sekitar tiga liter. Jika dihitung berdasarkan harga servis dan oli, nilai bantuan yang diterima setiap kendaraan berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
Secara keseluruhan, Organda Cirebon menyiapkan anggaran sekitar Rp25 juta. Dana tersebut ditargetkan mampu melayani kurang lebih 50 unit angkot.
Dengan adanya program ini, para pengemudi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk servis dan penggantian oli selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Yuyun menegaskan, pembiayaan kegiatan berasal dari semangat gotong royong. Dana dihimpun melalui swadaya dan dukungan dari internal organisasi, termasuk bantuan dari Pemerintah Kota Cirebon serta dewan pembina.
Organda juga memastikan kegiatan tersebut tidak didanai melalui pengajuan proposal atau permintaan sumbangan kepada perusahaan bus, badan usaha milik negara (BUMN), maupun instansi eksternal lainnya.
Sebelumnya Gelar Pelatihan Pengemudi
Selain memberikan perhatian terhadap kondisi kendaraan, Organda Cirebon juga menaruh perhatian terhadap kompetensi pengemudi angkutan umum.
Sebelumnya, pada 23 September 2026, DPC Organda Cirebon telah menggelar pelatihan kompetensi bagi para pengemudi. Pesertanya berasal dari berbagai jenis angkutan, mulai dari pengemudi angkutan umum, angkutan barang, truk, angkot, hingga mobil tangki.
Dalam kegiatan tersebut, Organda menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pusat untuk melakukan proses kualifikasi terhadap para pengemudi.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme pengemudi sekaligus memperkuat aspek keselamatan transportasi.
Yuyun menyebut, rangkaian pelatihan telah selesai dilaksanakan. Saat ini, para peserta tinggal menunggu proses penerbitan sertifikat kompetensi.
Menurutnya, peningkatan kualitas kendaraan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pengemudi. Sebab, keselamatan transportasi umum tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga keterampilan dan profesionalisme orang yang mengemudikannya.
Organda berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi para pelaku transportasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sektor angkutan umum dan transportasi memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta roda perekonomian. Selain mengangkut penumpang, sektor transportasi juga menopang distribusi barang dan kebutuhan masyarakat, mulai dari pangan, sandang hingga papan.
“Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pelatihan tersebut telah sukses diselenggarakan dan saat ini tinggal menunggu proses penerbitan sertifikatnya saja,” pungkas Yuyun. (abd)
















