Komando Penaburan Benih Serentak 2026, Perhutani KPH Kuningan Targetkan 76 Ribu Bibit Pinus

Perhutani KPH Kuningan menabur 6,08 kg benih pinus dan menargetkan 76 ribu bibit untuk mendukung penanaman tahun 2027.

KUNINGAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kuningan melakukan penaburan benih pinus secara serentak di lokasi persemaian Blok Cidudut, Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Komando Penaburan Benih Serentak PBG Generatif dan Pinus Non-PBG untuk peruntukan tahun 2027 di lingkup Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Penaburan dilakukan lebih awal pada September untuk memberi waktu lebih panjang bagi proses persemaian sebelum bibit digunakan dalam kegiatan penanaman tahun depan.
Administratur Perhutani KPH Kuningan Siti Khasanah, S.Hut. mengatakan, KPH Kuningan menaburkan sebanyak 6,08 kilogram benih pinus yang ditargetkan menghasilkan sekitar 76.000 bibit. Bibit tersebut diproyeksikan untuk mendukung kegiatan tanaman tahun 2027 dengan luas sekitar 46,15 hektare.
“Ini untuk ditanam di tahun 2027, untuk tanaman tahun pertama dan juga untuk sulaman tanaman umur tahun kedua dan tahun ketiga,” kata Siti.
Menurut dia, waktu penaburan tahun ini sengaja dimajukan dibandingkan pola pelaksanaan sebelumnya yang cenderung mendekati musim hujan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko pada fase awal pertumbuhan bibit.
“Kalau musim hujan dikhawatirkan benih yang baru tumbuh karena hujan bisa busuk. Harapannya dengan kita lebih maju di bulan September ini, tanaman bisa tumbuh lebih kuat saat sudah ada hujan,” ujarnya.
Siti menjelaskan, pengelolaan persemaian merupakan salah satu tahapan dalam pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani, mulai dari perencanaan, pembinaan sumber daya hutan hingga penyediaan tanaman. Untuk jenis pinus, hasil tanaman nantinya dapat mendukung produksi hasil hutan berupa getah pinus, sementara pada akhir daur, tegakan pada kawasan yang diperuntukkan untuk tebangan juga dapat menghasilkan kayu.
“Penaburan benih ini tentunya merupakan komitmen bagi Perhutani dalam rangka pengelolaan hutan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Rehandy Nolam, S.E., Kepala Departemen Keuangan, SDM, Umum dan IT Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, mengatakan pelaksanaan lebih awal diharapkan memberikan waktu persiapan yang lebih panjang, mulai dari penaburan hingga bibit siap mendukung kegiatan tanaman 2027.
“Pada kesempatan hari ini kita ambil langkah yang lebih awal dilaksanakan di bulan September. Mudah-mudahan masih banyak persiapan waktu yang bisa dipersiapkan untuk segala sesuatunya sehingga proses penebaran bibit sampai tanaman nanti bisa berjalan sesuai tata waktu,” kata Rehandy.
Ia menambahkan, keberhasilan persemaian akan dikawal melalui monitoring secara berjenjang. Pengawasan dilakukan jajaran Perhutani mulai dari tingkat KRPH, Asper/KBKPH, hingga Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, mengingat KPH Kuningan menjadi salah satu KPH dengan target persemaian cukup besar.
“Kita coba lakukan evaluasi monitoring berjenjang juga pengawalan dari teman-teman di sekitar, baik KRPH, Asper maupun dari tingkat divisi regional. Harapannya ini bisa berhasil di tahun ini, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Kegiatan di Blok Cidudut tersebut diikuti jajaran RPH Cipakem, termasuk KRPH dan anggota, serta BKPH Garawangi yang terdiri atas Asper/KBKPH Garawangi dan anggota. Kegiatan penaburan menjadi tahapan awal untuk memastikan ketersediaan bibit pinus bagi agenda penanaman Perhutani KPH Kuningan tahun depan. (Bubud Sihabudin)