ITEKES Mahardika Bekali Kader RW 03 Karyamulya Gunakan DESILA untuk Skrining Kesehatan Lansia

ITEKES Mahardika membekali kader RW 03 Karyamulya, Cirebon, menggunakan DESILA untuk skrining, edukasi, dan pemantauan kesehatan lansia secara digital.

CIREBON – Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Mahardika memperkenalkan inovasi digital untuk mendukung pelayanan kesehatan lanjut usia (lansia) di Kota Cirebon. Melalui aplikasi DESILA (Digital Elderly Self-Health Screening Application), para kader kesehatan RW 03 Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, dibekali keterampilan melakukan skrining, mencatat hasil pemeriksaan, serta memantau riwayat kesehatan lansia secara digital.

Program bertajuk “Pemberdayaan dan Kemitraan Masyarakat melalui Program DESILA untuk Peningkatan Kemandirian Kesehatan di Kelurahan Karyamulya” ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin Ns. Dewi Erna Marisa, S.Kep., M.Kep., Ph.D. Program ini melibatkan kader kesehatan sebagai mitra utama, dengan sasaran lanjutan berupa lansia di Kelurahan Karyamulya serta keluarga yang mendampingi mereka.

Ketua tim pengabdi, Dewi Erna Marisa, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pelayanan kesehatan lansia di tingkat komunitas. Melalui DESILA, kader diharapkan mampu mengelola data pemeriksaan dengan lebih sistematis sekaligus memberikan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia dan keluarganya.

DESILA Permudah Pencatatan dan Pemantauan Kesehatan Lansia

Sebelum program ini dijalankan, pelayanan kesehatan lansia di RW 03 Kelurahan Karyamulya sebenarnya telah berlangsung secara rutin. Namun, proses pencatatan hasil pemeriksaan dan pemantauan riwayat kesehatan masih banyak mengandalkan buku register manual maupun lembaran kertas yang terpisah.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika kader perlu menelusuri kembali data pemeriksaan sebelumnya. Pencatatan yang belum terintegrasi juga membuat pengelolaan informasi kesehatan membutuhkan ketelitian dan waktu lebih banyak.

Melalui penerapan DESILA, ITEKES Mahardika berupaya menghadirkan alternatif yang lebih praktis dengan menggabungkan proses skrining, pencatatan digital, penyimpanan riwayat pemeriksaan, dan penyediaan materi edukasi kesehatan dalam satu platform berbasis smartphone.

“Kehadiran DESILA menjawab tantangan ini dengan mengintegrasikan seluruh alur skrining, pencatatan digital, penyimpanan riwayat, hingga materi edukasi dalam satu platform yang mudah diakses melalui smartphone,” ujar Dewi.

Dengan dukungan aplikasi tersebut, kader diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi pemeriksaan lansia dan memanfaatkan data yang tersedia untuk mendukung pemantauan kesehatan secara berkala.

Digitalisasi ini juga diharapkan memperkuat kesinambungan pelayanan. Riwayat pemeriksaan yang tersimpan secara digital dapat membantu kader meninjau perkembangan kondisi kesehatan lansia dari waktu ke waktu, sesuai dengan fungsi dan akses yang tersedia dalam aplikasi.

Kader Mendapat Pelatihan Langsung Menggunakan Aplikasi

Untuk memastikan aplikasi dapat digunakan dalam kegiatan pelayanan sehari-hari, tim pengabdian kepada masyarakat ITEKES Mahardika menggelar pelatihan interaktif bagi kader kesehatan RW 03 Karyamulya.

Pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi dan praktik langsung. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai fungsi aplikasi, tetapi juga berkesempatan mencoba setiap tahapan penggunaannya secara mandiri.

Materi pelatihan meliputi proses masuk ke aplikasi atau login, pemilihan menu Screening Kesehatan, pengisian instrumen pengkajian lansia, pembacaan interpretasi hasil beserta rekomendasi, hingga penyimpanan data pemeriksaan.

Pendekatan praktik ini dirancang agar kader lebih memahami alur penggunaan DESILA dan mampu menerapkannya ketika menjalankan kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Dewi mengatakan, pelatihan juga mempertimbangkan perbedaan tingkat literasi digital di antara para kader. Karena itu, tim menggunakan sejumlah metode pendampingan, mulai dari demonstrasi, pembelajaran antarteman atau peer-teaching, hingga bantuan langsung ketika peserta mengalami kendala teknis.

Selain pelatihan tatap muka, peserta memperoleh modul elektronik atau E-Modul Penggunaan DESILA. Materi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai panduan belajar mandiri sehingga kader memiliki referensi ketika kembali mempraktikkan penggunaan aplikasi.

Tiga Fitur Utama DESILA Dukung Pelayanan Lansia

Aplikasi DESILA memiliki tiga fitur utama yang dirancang untuk membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan lansia di tingkat komunitas.

Fitur pertama adalah Screening Kesehatan, yang menyediakan instrumen pengkajian untuk membantu kader melakukan skrining kondisi kesehatan lansia secara lebih terstruktur.

Fitur kedua, Edukasi Kesehatan, menyediakan materi komunikasi dan informasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan kader ketika memberikan edukasi kepada lansia maupun anggota keluarga yang mendampingi mereka.

Sementara itu, fitur ketiga, Riwayat Pemeriksaan, memungkinkan data pemeriksaan tersimpan secara digital sehingga informasi kesehatan dapat ditinjau kembali untuk mendukung pemantauan berkala.

Ketiga fitur tersebut diharapkan saling melengkapi dalam memperkuat pelayanan kesehatan lansia. Skrining membantu proses pengkajian, materi edukasi mendukung peningkatan pemahaman kesehatan, sedangkan riwayat pemeriksaan membantu kader menelusuri informasi yang telah dicatat sebelumnya.

Meski menggunakan teknologi digital, Dewi menegaskan bahwa DESILA tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran kader kesehatan. Sebaliknya, aplikasi ini menjadi alat bantu agar kader dapat menjalankan tugasnya dengan lebih terarah.

“Teknologi DESILA hadir bukan untuk menggantikan peran kader, melainkan sebagai alat bantu kerja. Kader tetap menjadi unsur utama pelayanan sebagai operator lokal, penggerak kegiatan, serta jembatan penghubung antara masyarakat lansia dan fasilitas layanan kesehatan,” terangnya.

Dorong Kemandirian Kesehatan Lansia di Karyamulya

Program DESILA tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar pelayanan kesehatan lansia dapat berjalan lebih baik di tingkat kelurahan.

Kader kesehatan memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dengan keterampilan yang memadai dan dukungan sarana digital, mereka diharapkan dapat membantu meningkatkan keteraturan pencatatan, memperkuat edukasi kesehatan, serta mendukung pemantauan kondisi lansia secara berkelanjutan.

Keterlibatan keluarga juga menjadi bagian penting dalam program ini. Pendampingan keluarga diperlukan agar lansia memperoleh dukungan dalam memahami informasi kesehatan dan menjalani upaya pemeliharaan kesehatan sehari-hari.

Ke depan, tim pengabdian ITEKES Mahardika berupaya menjaga kolaborasi dengan pemerintah kelurahan, kader kesehatan, dan puskesmas. Sinergi antarpihak tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penggunaan DESILA sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan lansia di Kelurahan Karyamulya.

Melalui program pemberdayaan dan kemitraan masyarakat ini, ITEKES Mahardika mendorong pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan komunitas. Peningkatan kemampuan kader, pencatatan yang lebih terstruktur, edukasi kesehatan terpadu, dan pemantauan riwayat pemeriksaan diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan lansia yang lebih sehat dan mandiri di Kota Cirebon. (abd)